<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Chanifanch&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://chanifanch.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://chanifanch.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 01 Jul 2010 15:11:27 +0000</lastBuildDate>
	<language></language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='chanifanch.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/d393195f9865de6a038da206ae59e081?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Chanifanch&#039;s Blog</title>
		<link>http://chanifanch.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://chanifanch.wordpress.com/osd.xml" title="Chanifanch&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://chanifanch.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Lubang Hitam</title>
		<link>http://chanifanch.wordpress.com/2010/04/21/lubang-hitam/</link>
		<comments>http://chanifanch.wordpress.com/2010/04/21/lubang-hitam/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Apr 2010 10:25:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chanifanch</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lubang Hitam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://chanifanch.wordpress.com/?p=172</guid>
		<description><![CDATA[Abad ke-20 menyaksikan banyak sekali penemuan baru tentang peristiwa alam di ruang angkasa. Salah satunya, yang belum lama ditemukan, adalah Black Hole [Lubang Hitam]. Ini terbentuk ketika sebuah bintang yang telah menghabiskan seluruh bahan bakarnya ambruk hancur ke dalam dirinya sendiri, dan akhirnya berubah menjadi sebuah lubang hitam dengan kerapatan tak hingga dan volume nol [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chanifanch.wordpress.com&amp;blog=11316221&amp;post=172&amp;subd=chanifanch&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Abad ke-20 menyaksikan banyak sekali penemuan baru tentang peristiwa alam di ruang angkasa. Salah satunya, yang belum lama ditemukan, adalah <em>Black Hole </em> [Lubang Hitam]. Ini terbentuk ketika sebuah bintang yang telah menghabiskan seluruh bahan bakarnya ambruk hancur ke dalam dirinya sendiri, dan akhirnya berubah menjadi sebuah lubang hitam dengan kerapatan tak hingga dan volume nol serta medan magnet yang amat kuat. Kita tidak mampu melihat lubang hitam dengan teropong terkuat sekalipun, sebab tarikan gravitasi lubang hitam tersebut sedemikian kuatnya sehingga cahaya tidak mampu melepaskan diri darinya. Namun, bintang yang runtuh seperti itu dapat diketahui dari dampak yang ditimbulkannya di wilayah sekelilingnya. Di surat Al Waaqi&#8217;ah, Allah mengarahkan perhatian pada masalah ini sebagaimana berikut, dengan bersumpah atas letak bintang-bintang:</p>
<p>Maka Aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang. Sesungguhnya sumpah itu adalah sumpah yang besar kalau kamu mengetahui. (QS. Al Waaqi&#8217;ah, 56: 75-76)</p>
<p><img src="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/images_artikel/black_holes.jpg" alt="" width="408" height="188" /></p>
<p>Istilah &#8220;lubang hitam&#8221; pertama kali digunakan tahun 1969 oleh fisikawan Amerika John Wheeler. Awalnya, kita beranggapan bahwa kita dapat melihat semua bintang. Akan tetapi, belakangan diketahui bahwa ada bintang-bintang di ruang angkasa yang cahayanya tidak dapat kita lihat. Sebab, cahaya bintang-bintang yang runtuh ini lenyap. Cahaya tidak dapat meloloskan diri dari sebuah lubang hitam disebabkan lubang ini merupakan massa berkerapatan tinggi di dalam sebuah ruang yang kecil. Gravitasi raksasanya bahkan mampu menangkap partikel-partikel tercepat, seperti foton [partikel cahaya]. Misalnya, tahap akhir dari sebuah bintang biasa, yang berukuran tiga kali massa Matahari, berakhir setelah nyala apinya padam dan mengalami keruntuhannya sebagai sebuah lubang hitam bergaris tengah hanya 20 kilometer (12,5 mil)! Lubang hitam berwarna &#8220;hitam&#8221;, yang berarti tertutup dari pengamatan langsung. Namun demikian, keberadaan lubang hitam ini diketahui secara tidak langsung, melalui daya hisap raksasa gaya gravitasinya terhadap benda-benda langit lainnya. Selain gambaran tentang Hari Perhitungan, ayat di bawah ini mungkin juga merujuk pada penemuan ilmiah tentang lubang hitam ini:</p>
<p>Maka apabila bintang-bintang telah  							  dihapuskan (QS. Al Mursalaat, 77: <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Selain itu, bintang-bintang bermassa besar juga menyebabkan terbentuknya lekukan-lekukan yang dapat ditemukan di ruang angkasa. Namun, lubang hitam tidak hanya menimbulkan lekukan-lekukan di ruang angkasa tapi juga membuat lubang di dalamnya. Itulah mengapa bintang-bintang runtuh ini dikenal sebagai lubang hitam. Kenyataan ini mungkin dipaparkan di dalam ayat tentang bintang-bintang, dan ini adalah satu bahasan penting lain yang menunjukkan bahwa Al Qur&#8217;an adalah firman Allah:</p>
<p>Demi langit dan Ath Thaariq, tahukah kamu apakah Ath Thaariq? (yaitu) bintang yang cahayanya menembus. (QS. At Thaariq, 86: 1-3)</p>
<p>PULSAR: BINTANG BERDENYUT</p>
<p>Demi langit dan Ath Thaariq, tahukah kamu apakah Ath Thaariq? (yaitu) bintang yang cahayanya menembus. (QS. At Thaariq, 86: 1-3)</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="10" width="100" align="right">
<tbody>
<tr>
<td height="336">
<div>
<p><img src="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/images_artikel/pulsar.jpg" alt="" width="210" height="250" /><br />
Pulsar adalah sisa-sisa bintang padam yang memancarkan gelombang radio teramat kuat yang menyerupai denyut, dan yang berputar pada sumbunya sendiri dengan sangat cepat. Telah dihitung bahwa terdapat lebih dari 500 pulsar di galaksi Bima Sakti, yang di dalamnya terdapat Bumi kita.</p>
</div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Kata &#8220;Thaariq,&#8221; nama surat ke-86, berasal dari akar kata &#8220;tharq,&#8221; yang makna dasarnya adalah memukul dengan cukup keras untuk menimbulkan suara, atau menumbuk. Dengan mempertimbangkan arti yang mungkin dari kata tersebut, yakni &#8220;berdenyut/berdetak,&#8221; &#8220;memukul keras,&#8221; perhatian kita mungkin diarahkan oleh ayat ini pada sebuah kenyataan ilmiah penting. Sebelum menelaah keterangan ini, marilah kita lihat kata-kata selainnya yang digunakan dalam ayat ini untuk menggambarkan bintang-bintang ini. Istilah &#8220;ath-thaariqi&#8221; dalam ayat di atas berarti sebuah bintang yang menembus malam, yang menembus kegelapan, yang muncul di malam hari, yang menembus dan bergerak, yang berdenyut/berdetak, yang menumbuk, atau bintang terang. Selain itu, kata &#8220;wa&#8221; mengarahkan perhatian pada benda-benda yang digunakan sebagai sumpah – yakni, langit dan Ath Thaariq.</p>
<p>Melalui penelitian oleh Jocelyn Bell Burnell, di Universitas Cambridge pada tahun 1967, sinyal radio yang terpancar secara teratur ditemukan. Namun, hingga saat itu belumlah diketahui bahwa terdapat benda langit yang berkemungkinan menjadi sumber getaran atau denyut/detak teratur yang agak mirip pada jantung. Akan tetapi, pada tahun 1967, para pakar astronomi menyatakan bahwa, ketika materi menjadi semakin rapat di bagian inti karena perputarannya mengelilingi sumbunya sendiri, medan magnet bintang tersebut juga menjadi semakin kuat, sehingga memunculkan sebuah medan magnet pada kutub-kutubnya sebesar 1 triliun kali lebih kuat daripada yang dimiliki Bumi. Mereka lalu paham bahwa sebuah benda yang berputar sedemikian cepat dan dengan medan magnet yang sedemikian kuat memancarkan berkas-berkas sinar yang terdiri dari gelombang-gelombang radio yang sangat kuat berbentuk kerucut di setiap putarannya. Tak lama kemudian, diketahui juga bahwa sumber sinyal-sinyal ini adalah perputaran cepat dari bintang-bintang neutron. Bintang-bintang neutron yang baru ditemukan ini dikenal sebagai &#8220;pulsar.&#8221; Bintang-bintang ini, yang berubah menjadi pulsar melalui ledakan supernova, tergolong yang memiliki massa terbesar, dan termasuk benda-benda yang paling terang dan yang bergerak paling cepat di ruang angkasa. Sejumlah pulsar berputar 600 kali per detik.<a name="dipnot" href="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/069.htm#dipnot"><sup>1</sup></a></p>
<p>Kata &#8220;pulsar&#8221; berasal dari kata kerja <em>to pulse </em>.  							  Menurut kamus <em>American Heritage Dictionary, </em>kata  							  tersebut berarti bergetar, berdenyut. Kamus <em>Encarta  							  Dictionary </em>mengartikannya sebagai berdenyut dengan irama teratur, bergerak atau berdebar dengan irama teratur yang kuat. Lagi menurut <em>Encarta Dictionary, </em>kata  							  &#8221; <em>pulsate </em>&#8220;, yang berasal dari akar yang sama, berarti  							  mengembang dan menyusut dengan denyut teratur yang kuat.</p>
<p>Menyusul penemuan itu, diketahui kemudian bahwa peristiwa alam yang digambarkan dalam Al Qur&#8217;an sebagai &#8220;thaariq,&#8221; yang berdenyut, memiliki kemiripan yang sangat dengan bintang-bintang neutron yang dikenal sebagai pulsar.</p>
<p>Bintang-bintang neutron terbentuk ketika inti dari bintang-bintang maharaksasa runtuh. Materi yang sangat termampatkan dan sangat padat itu, dalam bentuk bulatan yang berputar sangat cepat, menangkap dan memampatkan hampir seluruh bobot bintang dan medan magnetnya. Medan magnet amat kuat yang ditimbulkan oleh bintang-bintang neutron yang berputar sangat cepat ini telah dibuktikan sebagai penyebab terpancarnya gelombang-gelombang radio sangat kuat yang teramati di Bumi.</p>
<p>Di ayat ke-3 surat Ath Thaariq istilah &#8220;an najmu ats tsaaqibu,&#8221; yang berarti yang menembus, yang bergerak, atau yang membuat lubang, mengisyaratkan bahwa Thaariq adalah sebuah bintang terang yang membuat lubang di kegelapan dan bergerak. Makna istilah &#8220;adraaka&#8221; dalam ungkapan &#8220;Tahukah kamu apakah Ath Thaariq itu?&#8221; merujuk pada pemahaman. Pulsar, yang terbentuk melalui pemampatan bintang yang besarnya beberapa kali ukuran Matahari, termasuk benda-benda langit yang sulit untuk dipahami. Pertanyaan pada ayat tersebut menegaskan betapa sulit memahami bintang berdenyut ini. (Wallaahu a&#8217;lam)</p>
<p>Sebagaimana telah dibahas, bintang-bintang yang dijelaskan sebagai Thaariq dalam Al Qur&#8217;an memiliki kemiripan dekat dengan pulsar yang dipaparkan di abad ke-20, dan mungkin mengungkapkan kepada kita tentang satu lagi keajaiban ilmiah Al Qur&#8217;an.</p>
<p>BINTANG SIRIUS (SYI&#8217;RA)</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="10" width="100" align="left">
<tbody>
<tr>
<td height="295">
<div>
<p><img src="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/images_artikel/sirius.jpg" alt="" width="250" height="201" /><br />
Bintang Sirius [Syi’ra] muncul di Surat An Najm (yang berarti &#8220;bintang&#8221;). Bintang ganda yang membentuk bintang Sirius ini saling mendekat dengan sumbu kedua bintang itu yang berbentuk busur setiap 49,9 tahun sekali. Peristiwa alam tentang bintang ini diisyaratkan dalam ayat ke-9 dan ke-49 dari Surat An Najm.</p>
</div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Ketika pengertian-pengertian tertentu yang disebutkan dalam Al Qur&#8217;an dikaji berdasarkan penemuan-penemuan ilmiah abad ke-21, kita akan mendapati diri kita tercerahkan dengan lebih banyak keajaiban Al Qur&#8217;an. Salah satunya adalah bintang Sirius (Syi&#8217;ra), yang disebut dalam surat An Najm ayat ke-49:</p>
<p>… dan bahwasanya Dialah Tuhan (yang memiliki)  							  bintang Syi&#8217;ra (QS. An Najm, 53: 49)</p>
<p>Kenyataan bahwa kata Arab &#8220;syi&#8217;raa,&#8221; yang merupakan padan kata bintang Sirius, muncul hanya di Surat An Najm (yang hanya berarti &#8220;bintang&#8221;) ayat ke-49 secara khusus sangatlah menarik. Sebab, dengan mempertimbangkan ketidakteraturan dalam pergerakan bintang Sirius, yakni bintang paling terang di langit malam hari, sebagai titik awal, para ilmuwan menemukan bahwa ini adalah sebuah bintang ganda. Sirius sesungguhnya adalah sepasang dua bintang, yang dikenal sebagai Sirius A dan Sirius B. Yang lebih besar adalah Sirius A, yang juga lebih dekat ke Bumi dan bintang paling terang yang dapat dilihat dengan mata telanjang. Tapi Sirus B tidak dapat dilihat tanpa teropong.</p>
<p>Bintang ganda Sirius beredar dengan lintasan berbentuk bulat telur mengelilingi satu sama lain. Masa edar Sirius A dan B mengelilingi titik pusat gravitasi mereka yang sama adalah 49,9 tahun. Angka ilmiah ini kini diterima secara bulat oleh jurusan astronomi di universitas Harvard, Ottawa dan Leicester.<a name="dipnot" href="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/069.htm#dipnot"><sup>2</sup></a> Keterangan ini dilaporkan dalam berbagai sumber sebagai berikut:</p>
<p>Sirius, bintang yang paling terang, sebenarnya adalah bintang kembar…  							  Peredarannya berlangsung selama 49,9 tahun. <a name="dipnot" href="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/069.htm#dipnot"> <sup>3</sup></a></p>
<p>Sebagaimana diketahui, bintang Sirius-A dan Sirius-B beredar mengelilingi satu sama lain melintasi sebuah busur ganda setiap 49,9 tahun. <a name="dipnot" href="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/069.htm#dipnot"><sup>4</sup></a></p>
<p>Hal yang perlu diperhatikan di sini adalah garis edar ganda berbentuk busur dari dua bintang tersebut yang mengitari satu sama lain.</p>
<p>Namun, kenyataan ilmiah ini, yang ketelitiannya hanya dapat diketahui di akhir abad ke-20, secara menakjubkan telah diisyaratkan dalam Al Qur&#8217;an 1.400 tahun lalu. Ketika ayat ke-49 dan ke-9 dari surat An Najm dibaca secara bersama, keajaiban ini menjadi nyata:</p>
<p>dan bahwasanya Dialah Tuhan (yang memiliki)  							  bintang Syi&#8217;ra (QS. An Najm, 53: 49)</p>
<p>maka jadilah dia dekat dua ujung busur panah  							  atau lebih dekat (lagi). (QS. An Najm, 53: 9)</p>
<p>Penjelasan dalam Surat An Najm ayat ke-9 tersebut mungkin pula menggambarkan bagaimana kedua bintang ini saling mendekat dalam peredaran mereka. (Wallaahu a&#8217;lam). Fakta ilmiah ini, yang tak seorang pun dapat memahami di masa pewahyuan Al Qur&#8217;an, sekali lagi membuktikan bahwa Al Qur&#8217;an adalah firman Allah Yang Mahakuasa.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/chanifanch.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/chanifanch.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/chanifanch.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/chanifanch.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/chanifanch.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/chanifanch.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/chanifanch.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/chanifanch.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/chanifanch.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/chanifanch.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/chanifanch.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/chanifanch.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/chanifanch.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/chanifanch.wordpress.com/172/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chanifanch.wordpress.com&amp;blog=11316221&amp;post=172&amp;subd=chanifanch&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://chanifanch.wordpress.com/2010/04/21/lubang-hitam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5c6905a7499a842318c35e0fd0b16f1c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">chanifanch</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/images_artikel/black_holes.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/images_artikel/pulsar.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/images_artikel/sirius.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Nyamuk: Pemakan Darah?</title>
		<link>http://chanifanch.wordpress.com/2010/04/18/nyamuk-pemakan-darah/</link>
		<comments>http://chanifanch.wordpress.com/2010/04/18/nyamuk-pemakan-darah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Apr 2010 04:37:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chanifanch</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nyamuk: Pemakan Darah?]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://chanifanch.wordpress.com/?p=154</guid>
		<description><![CDATA[Dalam Alqur&#8217;an, Allah seringkali menyeru manusia untuk mempelajari alam dan menyaksikan &#8220;ayat-ayat&#8221; yang ada padanya. Semua makhluk hidup dan tak hidup di jagat raya ini dipenuhi &#8220;ayat&#8221; yang menunjukkan bahwa alam semesta seisinya telah diciptakan. Di samping itu alam ini adalah pencerminan dari ke-Mahakuasaan, Ilmu dan Kreasi Penciptanya. Adalah wajib bagi manusia untuk memahami ayat-ayat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chanifanch.wordpress.com&amp;blog=11316221&amp;post=154&amp;subd=chanifanch&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<hr />
<p>Dalam Alqur&#8217;an, Allah seringkali menyeru manusia untuk mempelajari alam dan menyaksikan &#8220;ayat-ayat&#8221; yang ada padanya. Semua makhluk hidup dan tak hidup di jagat raya ini dipenuhi &#8220;ayat&#8221; yang menunjukkan bahwa alam semesta seisinya telah diciptakan. Di samping itu alam ini adalah pencerminan dari ke-Mahakuasaan, Ilmu dan Kreasi Penciptanya. Adalah wajib bagi manusia untuk memahami ayat-ayat ini melalui akalnya, sehingga ia pun pada akhirnya menjadi hamba yang tunduk patuh di hadapan Allah.</p>
<p>Kendatipun semua makhluk hidup adalah ayat Allah, uniknya ada sejumlah binatang yang secara khusus disebut dalam Alqur&#8217;an. Satu diantaranya adalah nyamuk:</p>
<p><img src="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/images_artikel/picture334.jpg" alt="" hspace="8" width="117" height="100" align="left" />Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Rabb mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: &#8220;Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?&#8221; Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik (QS. Al-Baqarah, 2:26).</p>
<p>Mungkin banyak di antara kita yang menganggap nyamuk sebagai serangga yang biasa saja, atau bahkan menjengkelkan karena suka mengganggu orang tidur. Akan tetapi pernyataan: &#8220;<em>Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu</em>&#8221; semestinya mendorong kita untuk memikirkan keajaiban binatang yang satu ini.</p>
<p>Pemakan madu bunga</p>
<p><img src="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/images_artikel/picture351.jpg" alt="" hspace="8" width="150" height="80" align="right" />Anggapan banyak orang bahwa nyamuk adalah penghisap dan pemakan darah tidaklah sepenuhnya benar. Hanya nyamuk betina yang menghisap darah dan bukan yang jantan. Di samping itu, nyamuk betina menghisap darah bukan untuk kebutuhan makan mereka. Sebab baik nyamuk jantan maupun betina, keduanya hidup dengan memakan &#8220;<em>nectar</em>&#8220;, yakni cairan manis yang disekresikan oleh bunga tanaman (sari madu bunga). Satu-satunya alasan mengapa nyamuk betina, dan bukan jantan, menghisap darah adalah karena darah mengandung protein yang dibutuhkan untuk perkembangan dan pertumbuhan telur nyamuk. Dengan kata lain, nyamuk betina menghisap darah untuk mempertahankan kelangsungan hidup spesiesnya.</p>
<p>Perubahan warna</p>
<p><img src="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/images_artikel/picture336.jpg" alt="" hspace="8" width="102" height="200" align="left" /><img src="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/images_artikel/picture272a.jpg" alt="" hspace="8" width="104" height="377" align="right" />Proses perkembangan nyamuk merupakan peristiwa yang paling menakjubkan. Di bawah ini uraian singkat tentang metamorfosis nyamuk dimulai dari larva mungil melalui sejumlah fase perkembangan yang berbeda hingga pada akhirnya menjadi nyamuk dewasa.</p>
<p>Nyamuk betina menaruh telurnya, yang diberi makan berupa darah agar dapat tumbuh dan berkembang, pada dedaunan lembab atau kolam-kolam yang tak berair di musim panas atau gugur. Sebelumnya, nyamuk betina ini menjelajahi wilayah yang ada dengan sangat teliti menggunakan reseptornya yang sangat peka yang terletak pada perutnya. Setelah menemukan tempat yang cocok, nyamuk mulai meletakkan telur-telurnya. Telur yang panjangnya kurang dari 1 mm ini diletakkan secara teratur hingga membentuk sebuah barisan teratur. Beberapa spesies nyamuk meletakkan telur-telurnya sedemikian hingga berbentuk seperti sebuah sampan. Beberapa koloni telur ini ada yang terdiri dari 300 buah telur.</p>
<p>Telur-telur yang berwarna putih ini kemudian berubah warna menjadi semakin gelap, dan dalam beberapa jam menjadi hitam legam. Warna gelap ini berfungsi untuk melindungi telur-telur tersebut agar tidak terlihat oleh serangga maupun burung pemangsa. Sejumlah larva-larva yang lain juga berubah warna, menyesuaikan dengan warna tempat di mana mereka berada, hal ini berfungsi sebagai kamuflase agar tidak mudah terlihat oleh pemangsa.</p>
<p>Larva-larva ini berubah warna melalui berbagai proses kimia yang terjadi pada tubuhnya. Tidak diragukan lagi bahwa telur, larva maupun nyamuk betina bukanlah yang menciptakan sendiri ataupun mengendalikan berbagai proses kimia yang mengakibatkan perubahan warna tersebut seiring dengan perjalanan metamorfosis nyamuk. Mustahil pula jika sistem yang kompleks ini terjadi dengan sendirinya. Kesimpulannya adalah nyamuk telah diciptakan secara lengkap beserta dengan sistem perkembangbiakannya sejak pertama kali ia ada. Dan Pencipta yang Maha Sempurna ini adalah Allah.</p>
<p>Hidup sebagai larva</p>
<p><img src="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/images_artikel/picture337.jpg" alt="" hspace="8" width="125" height="117" align="left" />Ketika periode inkubasi telur telah berlalu, para larva lalu keluar dari telur-telur mereka dalam waktu yang hampir bersamaan. Larva (jentik nyamuk) yang makan terus-menerus ini tumbuh sangat cepat hingga pada akhirnya kulit pembungkus tubuhnya menjadi sangat ketat dan sempit. Hal ini tidak memungkinkan tubuhnya untuk tumbuh membesar lagi. Ini pertanda bahwa mereka harus mengganti kulit. Pada tahap ini, kulit yang keras dan rapuh ini dengan mudah pecah dan mengelupas. Para larva tersebut mengalami dua kali pergantian kulit sebelum menyelesaikan periode hidup mereka sebagai larva.</p>
<p>Jentik nyamuk mendapatkan makanan dengan cara yang menakjubkan. Mereka membuat pusaran air kecil dalam air dengan menggunakan bagian ujung dari tubuh mereka yang ditumbuhi bulu sehingga mirip kipas. Kisaran air tersebut menyebabkan bakteri dan mikro-organisme lainnya tersedot dan masuk ke dalam mulut larva nyamuk. Proses pernapasan jentik nyamuk, yang posisinya terbalik di bawah permukaan air, terjadi melalui sebuah pipa udara yang mirip dengan &#8220;<em>snorkel</em>&#8221; (pipa saluran pernapasan) yang biasa digunakan oleh para penyelam. Tubuh jentik mengeluarkan cairan yang kental yang mampu mencegah air untuk memasuki lubang tempat berlangsungnya pernapasan. Sungguh, sistem pernapasan yang canggih ini tidak mungkin dibuat oleh jentik itu sendiri. Ini tidak lain adalah bukti ke-Mahakuasaan Allah dan kasih sayang-Nya pada makhluk yang mungil ini, agar dapat bernapas dengan mudah.</p>
<p>Saat meninggalkan kepompong</p>
<p>Pada tahap larva (jentik), terjadi pergantian kulit sekali lagi. Pada tahap ini, larva tersebut berpindah menuju bagian akhir dari perkembangan mereka yakni tahap kepompong (<em>pupal stage</em>). Ketika kulit kepompong terasa sudah sempit dan ketat, ini pertanda bagi larva untuk keluar dari kepompongnya.</p>
<p>Selama masa perubahan terakhir ini, larva nyamuk menghadapi tantangan yang membahayakan jiwanya, yakni masuknya air yang dapat menyumbat saluran pernapasan. Hal ini dikarenakan lubang pernapasannya, yang dihubungkan dengan pipa udara dan menyembul di atas permukaan air, akan segera ditutup. Jadi sejak penutupan ini, dan seterusnya, pernapasan tidak lagi melalui lubang tersebut, akan tetapi melalui dua pipa yang baru terbentuk di bagian depan nyamuk muda. Tidak mengherankan jika dua pipa ini muncul ke permukaan air sebelum pergantian kulit terjadi (yakni sebelum nyamuk keluar meninggalkan kepompong). Nyamuk yang berada dalam kepompong kini telah menjadi dewasa dan siap untuk keluar dan terbang. Binatang ini telah dilengkapi dengan seluruh organ dan organelnya seperti antena, kaki, dada, sayap, abdomen dan matanya yang besar.</p>
<p>Kemunculan nyamuk dari kepompong diawali dengan robeknya kulit kepompong di bagian atas. Resiko terbesar pada tahap ini adalah masuknya air ke dalam kepompong. Untungnya, bagian atas kepompong yang sobek tersebut dilapisi oleh cairan kental khusus yang berfungsi melindungi kepala nyamuk yang baru &#8220;lahir&#8221; ini dari bersinggungan dengan air. Masa-masa ini sangatlah kritis. Sebab tiupan angin yang sangat lembut sekalipun dapat berakibatkan kematian jika nyamuk muda tersebut jatuh ke dalam air. Nyamuk muda ini harus keluar dari kepompongnya dan memanjat ke atas permukaan air dengan kaki-kakinya sekedar menyentuh permukaan air.</p>
<p>Begitulah, seringkali hati kita tertutupi dari memahami kebesaran Allah pada makhluknya yang tampak kecil dan tak berarti. Kalau nyamuk yang kecil ternyata menyimpan keajaiban ciptaan Allah yang begitu besar, bagaimana dengan makhluk-Nya yang lebih besar dan lebih sering kita saksikan dalam kehidupan sehari-hari? Wallaahu a&#8217;lam.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/chanifanch.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/chanifanch.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/chanifanch.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/chanifanch.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/chanifanch.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/chanifanch.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/chanifanch.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/chanifanch.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/chanifanch.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/chanifanch.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/chanifanch.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/chanifanch.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/chanifanch.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/chanifanch.wordpress.com/154/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chanifanch.wordpress.com&amp;blog=11316221&amp;post=154&amp;subd=chanifanch&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://chanifanch.wordpress.com/2010/04/18/nyamuk-pemakan-darah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5c6905a7499a842318c35e0fd0b16f1c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">chanifanch</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/images_artikel/picture334.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/images_artikel/picture351.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/images_artikel/picture336.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/images_artikel/picture272a.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/images_artikel/picture337.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>al-quran-biologi</title>
		<link>http://chanifanch.wordpress.com/2010/04/18/al-quran-biologi/</link>
		<comments>http://chanifanch.wordpress.com/2010/04/18/al-quran-biologi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Apr 2010 04:01:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chanifanch</dc:creator>
				<category><![CDATA[KEAJAIBAN AL QUR&#039;AN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://chanifanch.wordpress.com/?p=135</guid>
		<description><![CDATA[AL QUR&#8217;AN DAN BIOLOGI Bagian Otak yang Mengendalikan Gerak Kita &#8220;Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya, (yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka.&#8221; (Al Qur&#8217;an, 96:15-16) Ungkapan &#8220;ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka&#8221; dalam ayat di atas sungguh menarik. Penelitian yang dilakukan di tahun-tahun belakangan mengungkapkan bahwa bagian prefrontal, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chanifanch.wordpress.com&amp;blog=11316221&amp;post=135&amp;subd=chanifanch&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#0000ff;"><strong>AL QUR&#8217;AN DAN BIOLOGI</strong></span></p>
<p><strong>Bagian Otak yang Mengendalikan Gerak Kita </strong></p>
<p>&#8220;Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya, (yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka.&#8221; (Al Qur&#8217;an, 96:15-16)</p>
<p>Ungkapan &#8220;ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka&#8221; dalam ayat di atas sungguh menarik. Penelitian yang dilakukan di tahun-tahun belakangan mengungkapkan bahwa bagian prefrontal, yang bertugas mengatur fungsi-fungsi khusus otak, terletak pada bagian depan tulang tengkorak. Para ilmuwan hanya mampu menemukan fungsi bagian ini selama kurun waktu 60 tahun terakhir, sedangkan Al Qur&#8217;an telah menyebutkannya 1400 tahun lalu. Jika kita lihat bagian dalam tulang tengkorak, di bagian depan kepala, akan kita temukan daerah frontal cerebrum (otak besar). Buku berjudul Essentials of Anatomy and Physiology, yang berisi temuan-temuan terakhir hasil penelitian tentang fungsi bagian ini, menyatakan:</p>
<p>Dorongan dan hasrat untuk merencanakan dan memulai gerakan terjadi di bagian depan lobi frontal, dan bagian prefrontal. Ini adalah daerah korteks asosiasi…<em>(Seeley, Rod R.; Trent D. Stephens; and Philip Tate, 1996, Essentials of Anatomy &amp; Physiology, 2. edition, St. Louis, Mosby-Year Book Inc., s. 211; Noback, Charles R.; N. L. Strominger; and R. J. Demarest, 1991, The Human Nervous System, Introduction and Review, 4. edition, Philadelphia, Lea &amp; Febiger , s. 410-411) </em></p>
<p>Buku tersebut juga mengatakan:</p>
<p>Berkaitan dengan keterlibatannya dalam membangkitkan dorongan, daerah prefrontal juga diyakini sebagai pusat fungsional bagi perilaku menyerang…<em>(Seeley, Rod R.; Trent D. Stephens; and Philip Tate, 1996, Essentials of Anatomy &amp; Physiology, 2. edition, St. Louis, Mosby-Year Book Inc., s. 211) </em></p>
<p>Jadi, daerah cerebrum ini juga bertugas merencanakan, memberi dorongan, dan memulai perilaku baik dan buruk, dan bertanggung jawab atas perkataan benar dan dusta.</p>
<p>Jelas bahwa ungkapan &#8220;ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka&#8221; benar-benar merujuk pada penjelasan di atas. Fakta yang hanya dapat diketahui para ilmuwan selama 60 tahun terakhir ini, telah dinyatakan Allah dalam Al Qur&#8217;an sejak dulu.</p>
<p>Kelahiran Manusia</p>
<p>Terdapat banyak pokok persoalan yang disebutkan dalam Al-Qur&#8217;an yang mengundang manusia untuk beriman. Kadang-kadang langit, kadang-kadang hewan, dan kadang-kadang tanaman ditunjukkan sebagai bukti bagi manusia oleh Allah. Dalam banyak ayat, orang-orang diseru untuk mengalihkan perhatian mereka ke arah proses terciptanya mereka sendiri. Mereka sering diingatkan bagaimana manusia sampai ke bumi, tahap-tahap mana yang telah kita lalui, dan apa bahan dasarnya:</p>
<p>&#8220;Kami telah menciptakan kamu; maka mengapa kamu tidak membenarkan? Adakah kamu perhatikan (benih manusia) yang kamu pancarkan? Kamukah yang menciptakannya? Ataukah Kami yang menciptakannya?&#8221; (Al Qur&#8217;an, 56:57-59)</p>
<p>Penciptaan manusia dan aspek-aspeknya yang luar biasa itu ditegaskan dalam banyak ayat. Beberapa informasi di dalam ayat-ayat ini sedemikian rinci sehingga mustahil bagi orang yang hidup di abad ke-7 untuk mengetahuinya. Beberapa di antaranya sebagai berikut:</p>
<p>1. Manusia tidak diciptakan dari mani yang lengkap, tetapi dari sebagian   kecilnya<br />
(spermazoa).</p>
<p>2. Sel kelamin laki-lakilah yang menentukan jenis kelamin bayi.</p>
<p>3. Janin manusia melekat pada rahim sang ibu bagaikan lintah.</p>
<p>4. Manusia berkembang di tiga kawasan yang gelap di dalam rahim.</p>
<p>Orang-orang yang hidup pada zaman kala Al Qur&#8217;an diturunkan, pasti mengetahui bahwa bahan dasar kelahiran berhubungan dengan mani laki-laki yang terpancar selama persetubuhan seksual. Fakta bahwa bayi lahir sesudah jangka waktu sembilan bulan tentu saja merupakan peristiwa yang gamblang dan tidak memerlukan penyelidikan lebih lanjut. Akan tetapi, sedikit informasi yang dikutip di atas itu berada jauh di luar pengertian orang-orang yang hidup pada masa itu. Ini baru disahihkan oleh ilmu pengetahuan abad ke-20.</p>
<p><strong>Setetes Mani</strong></p>
<p>Selama persetubuhan seksual, 250 juta sperma terpancar dari si laki-laki pada satu waktu. Sperma-sperma melakukan perjalanan 5-menit yang sulit di tubuh si ibu sampai menuju sel telur. Hanya seribu dari 250 juta sperma yang berhasil mencapai sel telur. Sel telur, yang berukuran setengah dari sebutir garam, hanya akan membolehkan masuk satu sperma. Artinya, bahan manusia bukan mani seluruhnya, melainkan hanya sebagian kecil darinya. Ini dijelaskan dalam Al-Qur&#8217;an :</p>
<p>&#8220;Apakah manusia mengira akan dibiarkan tak terurus? Bukankah   ia hanya setitik mani yang dipancarkan?&#8221; (Al Qur&#8217;an, 75:36-37)</p>
<p>Seperti yang telah kita amati, Al-Qur&#8217;an memberi tahu kita bahwa manusia tidak terbuat dari mani selengkapnya, tetapi hanya bagian kecil darinya. Bahwa tekanan khusus dalam pernyataan ini mengumumkan suatu fakta yang baru ditemukan oleh ilmu pengetahuan modern itu merupakan bukti bahwa pernyataan tersebut berasal dari Ilahi.</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="533" align="center">
<tbody>
<tr>
<td height="100"><img src="http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_keajaiban/sperm1_ind.jpg" alt="" width="131" height="100" align="left" /></td>
<td>
<div>Pada gambar di samping, kita saksikan air mani yang dipancarkan ke rahim. Dari keseluruhan sperma berjumlah sekitar 250 juta yang dipancarkan dari tubuh pria, hanya sedikit sekali yang berhasil mencapai sel telur. Sperma yang akan membuahi sel telur hanyalah satu dari seribu sperma yang mampu bertahan hidup. Fakta bahwa manusia tidak diciptakan dengan menggunakan keseluruhan air mani, tapi hanya sebagian kecil darinya, dinyatakan dalam Al Qur&#8217;an dengan ungkapan, &#8220;setetes mani yang ditumpahkan&#8221;.</div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Campuran Dalam Air Mani</p>
<p><img src="http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_keajaiban/SPERM22_ind.jpg" alt="" width="91" height="120" align="left" />Cairan yang disebut mani tidak mengandung sperma saja. Cairan ini justru tersusun dari campuran berbagai cairan yang berlainan. Cairan-cairan ini mempunyai fungsi-fungsi semisal mengandung gula yang diperlukan untuk menyediakan energi bagi sperma, menetralkan asam di pintu masuk rahim, dan melicinkan lingkungan agar memudahkan pergerakan sperma.</p>
<p>Yang cukup menarik, ketika mani disinggung di Al-Qur&#8217;an, fakta ini, yang ditemukan oleh ilmu pengetahuan modern, juga menunjukkan bahwa mani itu ditetapkan sebagai cairan campuran:</p>
<p>&#8220;Sungguh, Kami ciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur, lalu Kami beri dia (anugerah) pendengaran dan penglihatan.&#8221; (Al Qur&#8217;an, 76:2)</p>
<p>Di ayat lain, mani lagi-lagi disebut sebagai campuran dan ditekankan bahwa   manusia diciptakan dari &#8220;bahan campuran&#8221; ini:</p>
<p>&#8220;Dialah Yang menciptakan segalanya dengan sebaik-baiknya, Dia mulai menciptakan manusia dari tanah liat. Kemudian Ia menjadikan keturunannya dari sari air yang hina.&#8221; (Al Qur&#8217;an, 32:7-8)</p>
<p>Kata Arab &#8220;sulala&#8221;, yang diterjemahkan sebagai &#8220;sari&#8221;, berarti bagian yang mendasar atau terbaik dari sesuatu. Dengan kata lain, ini berarti &#8220;bagian dari suatu kesatuan&#8221;. Ini menunjukkan bahwa Al Qur&#8217;an merupakan firman dari Yang Berkehendak Yang mengetahui penciptaan manusia hingga serinci-rincinya. Yang Berkehendak ini ialah Pencipta manusia.</p>
<p>Jenis Kelamin Bayi</p>
<p>Hingga baru-baru ini, diyakini bahwa jenis kelamin bayi ditentukan oleh sel-sel ibu. Atau setidaknya, dipercaya bahwa jenis kelamin ini ditentukan secara bersama oleh sel-sel lelaki dan perempuan. Namun kita diberitahu informasi yang berbeda dalam Al Qur&#8217;an, yang menyatakan bahwa jenis kelamin laki-laki atau perempuan diciptakan &#8220;dari air mani apabila dipancarkan&#8221;.</p>
<p>&#8220;Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita, dari   air mani, apabila dipancarkan.&#8221; (Al Qur&#8217;an, 53:45-46)</p>
<p>Cabang-cabang ilmu pengetahuan yang berkembang seperti genetika dan biologi molekuler telah membenarkan secara ilmiah ketepatan informasi yang diberikan Al Qur&#8217;an ini. Kini diketahui bahwa jenis kelamin ditentukan oleh sel-sel sperma dari tubuh pria, dan bahwa wanita tidak berperan dalam proses penentuan jenis kelamin ini.</p>
<table style="height:164px;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="4" width="491" align="center">
<tbody>
<tr>
<td width="150" height="164">
<div><img src="http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_keajaiban/KROMOZOM1_ind.jpg" alt="" width="150" height="149" align="right" /></div>
</td>
<td width="325">
<div>Kromosom Y membawa sifat-sifat kelelakian, sedangkan kromosom X berisi sifat-sifat kewanitaan. Di dalam sel telur ibu hanya dijumpai kromosom X, yang menentukan sifat-sifat kewanitaan. Di dalam air mani ayah, terdapat sperma-sperma yang berisi kromosom X atau kromosom Y saja. Jadi, jenis kelamin bayi bergantung pada jenis kromosom kelamin pada sperma yang membuahi sel telur, apakah X atau Y. Dengan kata lain, sebagaimana dinyatakan dalam ayat tersebut, penentu jenis kelamin bayi adalah air mani, yang berasal dari ayah. Pengetahuan tentang hal ini, yang tak mungkin dapat diketahui di masa Al Qur&#8217;an diturunkan, adalah bukti akan kenyataan bahwa Al Qur&#8217;an adalah kalam Allah.</div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Kromosom adalah unsur utama dalam penentuan jenis kelamin. Dua dari 46 kromosom yang menentukan bentuk seorang manusia diketahui sebagai kromosom kelamin. Dua kromosom ini disebut &#8220;XY&#8221; pada pria, dan &#8220;XX&#8221; pada wanita. Penamaan ini didasarkan pada bentuk kromosom tersebut yang menyerupai bentuk huruf-huruf ini. Kromosom Y membawa gen-gen yang mengkode sifat-sifat kelelakian, sedangkan kromosom X membawa gen-gen yang mengkode sifat-sifat kewanitaan.</p>
<p>Pembentukan seorang manusia baru berawal dari penggabungan silang salah satu dari kromosom ini, yang pada pria dan wanita ada dalam keadaan berpasangan. Pada wanita, kedua bagian sel kelamin, yang membelah menjadi dua selama peristiwa ovulasi, membawa kromosom X. Sebaliknya, sel kelamin seorang pria menghasilkan dua sel sperma yang berbeda, satu berisi kromosom X, dan yang lainnya berisi kromosom Y. Jika satu sel telur berkromosom X dari wanita ini bergabung dengan sperma yang membawa kromosom Y, maka bayi yang akan lahir berjenis kelamin pria.</p>
<p>Dengan kata lain, jenis kelamin bayi ditentukan oleh jenis kromosom mana dari   pria yang bergabung dengan sel telur wanita.</p>
<p>Tak satu pun informasi ini dapat diketahui hingga ditemukannya ilmu genetika pada abad ke-20. Bahkan di banyak masyarakat, diyakini bahwa jenis kelamin bayi ditentukan oleh pihak wanita. Inilah mengapa kaum wanita dipersalahkan ketika mereka melahirkan bayi perempuan.</p>
<p>Namun, tiga belas abad sebelum penemuan gen manusia, Al Qur&#8217;an telah mengungkapkan informasi yang menghapuskan keyakinan takhayul ini, dan menyatakan bahwa wanita bukanlah penentu jenis kelamin bayi, akan tetapi air mani dari pria.</p>
<p>Segumpal Darah Yang Melekat di Rahim</p>
<p>Jika kita terus mempelajari fakta-fakta yang diberitakan dalam Al Qur&#8217;an mengenai pembentukan manusia, sekali lagi kita akan menjumpai keajaiban ilmiah yang sungguh penting.</p>
<p>Ketika sperma dari laki-laki bergabung dengan sel telur wanita, intisari bayi yang akan lahir terbentuk. Sel tunggal yang dikenal sebagai &#8220;zigot&#8221; dalam ilmu biologi ini akan segera berkembang biak dengan membelah diri hingga akhirnya menjadi &#8220;segumpal daging&#8221;. Tentu saja hal ini hanya dapat dilihat oleh manusia dengan bantuan mikroskop.</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="4" width="429" align="center">
<tbody>
<tr>
<td height="148"><img src="http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_keajaiban/ALAK_ind.jpg" alt="" width="117" height="140" align="right" /></td>
<td>
<div>Pada tahap awal perkembangannya, bayi dalam rahim ibu berbentuk zigot, yang menempel pada rahim agar dapat menghisap sari-sari makanan dari darah ibu. Gambar di atas adalah zigot yang terlihat seperti sekerat daging. Informasi ini, yang ditemukan oleh embriologi modern, secara ajaib telah dinyatakan dalam Al Qur&#8217;an 14 abad yang lalu dengan menggunakan kata &#8220;&#8216;alaq&#8221;, yang bermakna &#8220;sesuatu yang menempel pada suatu tempat&#8221; dan digunakan untuk menjelaskan lintah yang menempel pada tubuh untuk menghisap darah.</div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Namun, zigot tersebut tidak melewatkan tahap pertumbuhannya begitu saja. Ia melekat pada dinding rahim seperti akar yang kokoh menancap di bumi dengan carangnya. Melalui hubungan semacam ini, zigot mampu mendapatkan zat-zat penting dari tubuh sang ibu bagi pertumbuhannya. <em>(Moore, Keith L., E. Marshall Johnson, T. V. N. Persaud, Gerald C. Goeringer, Abdul-Majeed A. Zindani, and Mustafa A. Ahmed, 1992, Human Development as Described in the Qur&#8217;an and Sunnah, Makkah, Commission on Scientific Signs of the Qur&#8217;an and Sunnah, s. 36) </em></p>
<p>Di sini, pada bagian ini, satu keajaiban penting dari Al Qur&#8217;an terungkap. Saat merujuk pada zigot yang sedang tumbuh dalam rahim ibu, Allah menggunakan kata &#8220;&#8216;alaq&#8221; dalam Al Qur&#8217;an:</p>
<p>&#8220;Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari &#8216;alaq (segumpal darah). Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah.&#8221; (Al Qur&#8217;an, 96:1-3)</p>
<p>Arti kata &#8220;&#8216;alaq&#8221; dalam bahasa Arab adalah &#8220;sesuatu yang menempel pada suatu tempat&#8221;. Kata ini secara harfiah digunakan untuk menggambarkan lintah yang menempel pada tubuh untuk menghisap darah.</p>
<p>Tentunya bukanlah suatu kebetulan bahwa sebuah kata yang demikian tepat digunakan untuk zigot yang sedang tumbuh dalam rahim ibu. Hal ini sekali lagi membuktikan bahwa Al Qur&#8217;an merupakan wahyu dari Allah, Tuhan Semesta Alam.</p>
<p>Pembungkusan Tulang oleh Otot</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="4" width="152" align="right">
<tbody>
<tr>
<td height="74">
<div><img src="http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_keajaiban/ELDOUM188_ind.jpg" alt="" width="150" height="150" /><br />
Tahapan-tahapan perkembangan bayi dalam rahim ibu dipaparkan dalam Al Qur&#8217;an. Sebagaiman diuraikan dalam ayat ke-14 surat Al Mu&#8217;minuun, jaringan tulang rawan pada embrio di dalam rahim ibu mulanya mengeras dan menjadi tulang keras. Lalu tulang-tulang ini dibungkus oleh sel-sel otot. Allah menjelaskan perkembangan ini dalam ayat: &#8220;…dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging&#8221;.</div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Sisi penting lain tentang informasi yang disebutkan dalam ayat-ayat Al Qur&#8217;an adalah tahap-tahap pembentukan manusia dalam rahim ibu. Disebutkan dalam ayat tersebut bahwa dalam rahim ibu, mulanya tulang-tulang terbentuk, dan selanjutnya terbentuklah otot yang membungkus tulang-tulang ini.</p>
<p>&#8220;Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang-belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik&#8221; (Al Qur&#8217;an, 23:14)</p>
<p><img src="http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_keajaiban/eeISKELETB1_ind.jpg" alt="" width="110" height="120" align="left" />Embriologi adalah cabang ilmu yang mempelajari perkembangan embrio dalam rahim ibu. Hingga akhir-akhir ini, para ahli embriologi beranggapan bahwa tulang dan otot dalam embrio terbentuk secara bersamaan.</p>
<p>Karenanya, sejak lama banyak orang yang menyatakan bahwa ayat ini bertentangan dengan ilmu pengetahuan. Namun, penelitian canggih dengan mikroskop yang dilakukan dengan menggunakan perkembangan teknologi baru telah mengungkap bahwa pernyataan Al Qur&#8217;an adalah benar kata demi katanya.</p>
<p>Penelitian di tingkat mikroskopis ini menunjukkan bahwa perkembangan dalam rahim ibu terjadi dengan cara persis seperti yang digambarkan dalam ayat tersebut.</p>
<p>Pertama, jaringan tulang rawan embrio mulai mengeras. Kemudian sel-sel otot yang terpilih dari jaringan di sekitar tulang-tulang bergabung dan membungkus tulang-tulang ini.</p>
<p><img src="http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_keajaiban/eeBACAKKEM1_ind.jpg" alt="" width="150" height="150" align="left" />Peristiwa ini digambarkan dalam sebuah terbitan ilmiah dengan kalimat   berikut:</p>
<p>Dalam minggu ketujuh, rangka mulai tersebar ke seluruh tubuh dan tulang-tulang mencapai bentuknya yang kita kenal.Pada akhir minggu ketujuh dan selama minggu kedelapan, otot-otot menempati posisinya di sekeliling bentukan tulang. <em>(Moore, Developing Human, 6. edition,1998.) </em></p>
<p>Singkatnya, tahap-tahap pembentukan manusia sebagaimana digambarkan dalam Al Qur&#8217;an, benar-benar sesuai dengan penemuan embriologi modern.</p>
<p>Tiga Tahapan Bayi Dalam Rahim</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="4" width="109" align="right">
<tbody>
<tr>
<td height="74">
<div><img src="http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_keajaiban/BEBEKYZC1_ind.jpg" alt="" width="108" height="150" /><br />
Dalam ayat ke-6 surat Az Zumar, disebutkan bahwa manusia diciptakan dalam rahim ibu dalam tiga kegelapan. Embriologi modern telah mengungkap bahwa perkembangan ebriologi bayi terjadi pada tiga daerah yang berbeda dalam rahim ibu.</div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Dalam Al Qur&#8217;an dipaparkan bahwa manusia diciptakan melalui tiga tahapan   dalam rahim ibunya.</p>
<p>&#8220;&#8230; Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?&#8221; (Al Qur&#8217;an, 39:6)</p>
<p>Sebagaimana yang akan dipahami, dalam ayat ini ditunjukkan bahwa seorang manusia diciptakan dalam tubuh ibunya dalam tiga tahapan yang berbeda. Sungguh, biologi modern telah mengungkap bahwa pembentukan embrio pada bayi terjadi dalam tiga tempat yang berbeda dalam rahim ibu. Sekarang, di semua buku pelajaran embriologi yang dipakai di berbagai fakultas kedokteran, hal ini dijadikan sebagai pengetahuan dasar. Misalnya, dalam buku Basic Human Embryology, sebuah buku referensi utama dalam bidang embriologi, fakta ini diuraikan sebagai berikut:</p>
<p>&#8220;Kehidupan dalam rahim memiliki tiga tahapan: pre-embrionik; dua setengah minggu pertama, embrionik; sampai akhir minggu ke delapan, dan janin; dari minggu ke delapan sampai kelahiran.&#8221; <em>(Williams P., Basic   Human Embryology, 3. edition, 1984, s. 64.) </em></p>
<p>Fase-fase ini mengacu pada tahap-tahap yang berbeda dari perkembangan seorang bayi. Ringkasnya, ciri-ciri tahap perkembangan bayi dalam rahim adalah sebagaimana berikut:</p>
<p><img src="http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_keajaiban/bbEMBRIYOC2_ind.jpg" alt="" width="150" height="133" align="left" /><strong>-   Tahap Pre-embrionik</strong></p>
<p>Pada tahap pertama, zigot tumbuh membesar melalui pembelahan sel, dan terbentuklah segumpalan sel yang kemudian membenamkan diri pada dinding rahim. Seiring pertumbuhan zigot yang semakin membesar, sel-sel penyusunnya pun mengatur diri mereka sendiri guna membentuk tiga lapisan.</p>
<p><strong>- Tahap Embrionik</strong></p>
<p>Tahap kedua ini berlangsung selama lima setengah minggu. Pada masa ini bayi disebut sebagai &#8220;embrio&#8221;. Pada tahap ini, organ dan sistem tubuh bayi mulai terbentuk dari lapisan- lapisan sel tersebut.</p>
<p><strong>- Tahap fetus</strong></p>
<p>Dimulai dari tahap ini dan seterusnya, bayi disebut sebagai &#8220;fetus&#8221;. Tahap ini dimulai sejak kehamilan bulan kedelapan dan berakhir hingga masa kelahiran. Ciri khusus tahapan ini adalah terlihatnya fetus menyerupai manusia, dengan wajah, kedua tangan dan kakinya. Meskipun pada awalnya memiliki panjang 3 cm, kesemua organnya telah nampak. Tahap ini berlangsung selama kurang lebih 30 minggu, dan perkembangan berlanjut hingga minggu kelahiran.</p>
<p>Informasi mengenai perkembangan yang terjadi dalam rahim ibu, baru didapatkan setelah serangkaian pengamatan dengan menggunakan peralatan modern. Namun sebagaimana sejumlah fakta ilmiah lainnya, informasi-informasi ini disampaikan dalam ayat-ayat Al Qur&#8217;an dengan cara yang ajaib. Fakta bahwa informasi yang sedemikian rinci dan akurat diberikan dalam Al Qur&#8217;an pada saat orang memiliki sedikit sekali informasi di bidang kedokteran, merupakan bukti nyata bahwa Al Qur&#8217;an bukanlah ucapan manusia tetapi Firman Allah.</p>
<p><strong>Air Susu Ibu</strong></p>
<p><img src="http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_keajaiban/BEBEKKAT_ind.jpg" alt="" width="150" height="218" align="left" /></p>
<p>Air susu ibu adalah suatu campuran ciptaan Allah yang luar biasa dan tak tertandingi sebagai sumber makanan terbaik bagi bayi yang baru lahir, dan sebagai zat yang meningkatkan kekebalan tubuhnya terhadap penyakit. Bahkan makanan bayi yang dibuat dengan teknologi masa kini tak mampu menggantikan sumber makanan yang menakjubkan ini.</p>
<p>Setiap hari ditemukan satu manfaat baru air susu ibu bagi bayi. Salah satu fakta yang ditemukan ilmu pengetahuan tentang air susu ibu adalah bahwa menyusui bayi selama dua tahun setelah kelahiran sungguh amat bermanfaat. (Rex D. Russell, Design in Infant Nutrition, http:// www. icr.org/pubs/imp-259.htm)</p>
<p>Allah memberitahu kita informasi penting ini sekitar 14 abad yang lalu, yang hanya diketahui melalui ilmu pengetahuan baru-baru ini, dalam ayat-Nya &#8220;…menyapihnya dalam dua tahun…&#8221;.</p>
<p>&#8220;Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.&#8221; (Al Qur&#8217;an, 31:14)</p>
<p>Tanda Pengenal Manusia pada Sidik Jari</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="4" width="125" align="left">
<tbody>
<tr>
<td>
<div><img src="http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_keajaiban/PARMAKIZ1_ind.jpg" alt="" width="125" height="100" /><br />
Setiap orang, termasuk mereka yang terlahir kembar identik, memiliki pola sidik jari yang khas untuk diri mereka masing-masing, dan berbeda satu sama lain. Dengan kata lain, tanda pengenal manusia tertera pada ujung jari mereka. Sistem pengkodean ini dapat disamakan dengan sistem kode garis (barcode) sebagaimana yang digunakan saat ini.</div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Saat dikatakan dalam Al Qur&#8217;an bahwa adalah mudah bagi Allah untuk menghidupkan manusia setelah kematiannya, pernyataan tentang sidik jari manusia secara khusus ditekankan:</p>
<p>&#8220;Apakah manusia mengira bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang-belulangnya? Ya, bahkan Kami mampu menyusun (kembali) ujung jari-jarinya dengan sempurna.&#8221; (Al Qur&#8217;an, 75:3-4)</p>
<p>Penekanan pada sidik jari memiliki makna sangat khusus. Ini dikarenakan sidik jari setiap orang adalah khas bagi dirinya sendiri. Setiap orang yang hidup atau pernah hidup di dunia ini memiliki serangkaian sidik jari yang unik dan berbeda dari orang lain.</p>
<p>Itulah mengapa sidik jari dipakai sebagai kartu identitas yang sangat penting bagi pemiliknya dan digunakan untuk tujuan ini di seluruh penjuru dunia.</p>
<p>Akan tetapi, yang penting adalah bahwa keunikan sidik jari ini baru ditemukan di akhir abad ke-19. Sebelumnya, orang menghargai sidik jari sebagai lengkungan-lengkungan biasa tanpa makna khusus.</p>
<p>Namun dalam Al Qur&#8217;an, Allah merujuk kepada sidik jari, yang sedikitpun tak menarik perhatian orang waktu itu, dan mengarahkan perhatian kita pada arti penting sidik jari, yang baru mampu dipahami di zaman sekarang.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/chanifanch.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/chanifanch.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/chanifanch.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/chanifanch.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/chanifanch.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/chanifanch.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/chanifanch.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/chanifanch.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/chanifanch.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/chanifanch.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/chanifanch.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/chanifanch.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/chanifanch.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/chanifanch.wordpress.com/135/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chanifanch.wordpress.com&amp;blog=11316221&amp;post=135&amp;subd=chanifanch&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://chanifanch.wordpress.com/2010/04/18/al-quran-biologi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5c6905a7499a842318c35e0fd0b16f1c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">chanifanch</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_keajaiban/sperm1_ind.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_keajaiban/SPERM22_ind.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_keajaiban/KROMOZOM1_ind.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_keajaiban/ALAK_ind.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_keajaiban/ELDOUM188_ind.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_keajaiban/eeISKELETB1_ind.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_keajaiban/eeBACAKKEM1_ind.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_keajaiban/BEBEKYZC1_ind.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_keajaiban/bbEMBRIYOC2_ind.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_keajaiban/BEBEKKAT_ind.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_keajaiban/PARMAKIZ1_ind.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Al-Qur&#8217;an &amp; Fisika</title>
		<link>http://chanifanch.wordpress.com/2010/04/18/keajaiban-al-quran/</link>
		<comments>http://chanifanch.wordpress.com/2010/04/18/keajaiban-al-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Apr 2010 03:55:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chanifanch</dc:creator>
				<category><![CDATA[KEAJAIBAN AL QUR&#039;AN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://chanifanch.wordpress.com/?p=131</guid>
		<description><![CDATA[AL QUR&#8217;AN DAN FISIKA Rahasia Besi Besi adalah salah satu unsur yang dinyatakan secara jelas dalam Al Qur&#8217;an. Dalam Surat Al Hadiid, yang berarti &#8220;besi&#8221;, kita diberitahu sebagai berikut: &#8220;…Dan Kami turunkan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia &#8230;.&#8221; (Al Qur&#8217;an, 57:25) Kata &#8220;anzalnaa&#8221; yang berarti &#8220;kami turunkan&#8221; khusus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chanifanch.wordpress.com&amp;blog=11316221&amp;post=131&amp;subd=chanifanch&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#0000ff;"><strong>AL QUR&#8217;AN DAN FISIKA</strong></span></p>
<p><strong>Rahasia Besi</strong></p>
<p>Besi adalah salah satu unsur yang dinyatakan secara jelas dalam Al Qur&#8217;an. Dalam Surat Al Hadiid, yang berarti &#8220;besi&#8221;, kita diberitahu sebagai berikut:</p>
<p>&#8220;…Dan Kami turunkan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat   dan berbagai manfaat bagi manusia &#8230;.&#8221; (Al Qur&#8217;an, 57:25)</p>
<p>Kata &#8220;anzalnaa&#8221; yang berarti &#8220;kami turunkan&#8221; khusus digunakan untuk besi dalam ayat ini, dapat diartikan secara kiasan untuk menjelaskan bahwa besi diciptakan untuk memberi manfaat bagi manusia. Tapi ketika kita mempertimbangkan makna harfiah kata ini, yakni &#8220;secara bendawi diturunkan dari langit&#8221;, kita akan menyadari bahwa ayat ini memiliki keajaiban ilmiah yang sangat penting.</p>
<p>Ini dikarenakan penemuan astronomi modern telah mengungkap bahwa logam besi yang ditemukan di bumi kita berasal dari bintang-bintang raksasa di angkasa luar.</p>
<p>Logam berat di alam semesta dibuat dan dihasilkan dalam inti bintang-bintang raksasa. Akan tetapi sistem tata surya kita tidak memiliki struktur yang cocok untuk menghasilkan besi secara mandiri. Besi hanya dapat dibuat dan dihasilkan dalam bintang-bintang yang jauh lebih besar dari matahari, yang suhunya mencapai beberapa ratus juta derajat. Ketika jumlah besi telah melampaui batas tertentu dalam sebuah bintang, bintang tersebut tidak mampu lagi menanggungnya, dan akhirnya meledak melalui peristiwa yang disebut &#8220;nova&#8221; atau &#8220;supernova&#8221;. Akibat dari ledakan ini, meteor-meteor yang mengandung besi bertaburan di seluruh penjuru alam semesta dan mereka bergerak melalui ruang hampa hingga mengalami tarikan oleh gaya gravitasi benda angkasa.</p>
<p>Semua ini menunjukkan bahwa logam besi tidak terbentuk di bumi melainkan kiriman dari bintang-bintang yang meledak di ruang angkasa melalui meteor-meteor dan &#8220;diturunkan ke bumi&#8221;, persis seperti dinyatakan dalam ayat tersebut: Jelaslah bahwa fakta ini tidak dapat diketahui secara ilmiah pada abad ke-7 ketika Al Qur&#8217;an diturunkan.</p>
<p>Penciptaan yang Berpasang-Pasangan</p>
<p><img src="http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_keajaiban/atam_zamanin_ind.jpg" alt="" width="150" height="175" align="right" />&#8220;Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.&#8221; (Al Qur&#8217;an, 36:36)</p>
<p>Meskipun gagasan tentang &#8220;pasangan&#8221; umumnya bermakna laki-laki dan perempuan, atau jantan dan betina, ungkapan &#8220;maupun dari apa yang tidak mereka ketahui&#8221; dalam ayat di atas memiliki cakupan yang lebih luas. Kini, cakupan makna lain dari ayat tersebut telah terungkap. Ilmuwan Inggris, Paul Dirac, yang menyatakan bahwa materi diciptakan secara berpasangan, dianugerahi Hadiah Nobel di bidang fisika pada tahun 1933. Penemuan ini, yang disebut &#8220;parité&#8221;, menyatakan bahwa materi berpasangan dengan lawan jenisnya: anti-materi. Anti-materi memiliki sifat-sifat yang berlawanan dengan materi. Misalnya, berbeda dengan materi, elektron anti-materi bermuatan positif, dan protonnya bermuatan negatif. Fakta ini dinyatakan dalam sebuah sumber ilmiah sebagaimana berikut:</p>
<p>&#8220;…setiap partikel memiliki anti-partikel dengan muatan yang berlawanan … … dan hubungan ketidakpastian mengatakan kepada kita bahwa penciptaan berpasangan dan pemusnahan berpasangan terjadi di dalam vakum di setiap saat, di setiap tempat.&#8221;</p>
<p>Semua ini menunjukkan bahwa unsur besi tidak terbentuk di Bumi, melainkan dibawa oleh meteor-meteor melalui ledakan bintang-bintang di luar angkasa, dan kemudian &#8220;dikirim ke bumi&#8221;, persis sebagaimana dinyatakan dalam ayat tersebut. Jelas bahwa fakta ini tak mungkin diketahui secara ilmiah pada abad ke-7, di saat Al Qur&#8217;an diturunkan. <em>(http://www.2think.org/nothingness.html, Henning Genz –   Nothingness: The Science of Empty Space, s. 205)</em></p>
<p>Relativitas Waktu</p>
<p><img src="http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_keajaiban/zamanin_goreceligi_ind.jpg" alt="" hspace="5" width="150" height="175" align="right" /> Kini, relativitas waktu adalah fakta yang terbukti secara ilmiah. Hal ini telah diungkapkan melalui teori relativitas waktu Einstein di tahun-tahun awal abad ke-20. Sebelumnya, manusia belumlah mengetahui bahwa waktu adalah sebuah konsep yang relatif, dan waktu dapat berubah tergantung keadaannya. Ilmuwan besar, Albert Einstein, secara terbuka membuktikan fakta ini dengan teori relativitas. Ia menjelaskan bahwa waktu ditentukan oleh massa dan kecepatan. Dalam sejarah manusia, tak seorang pun mampu mengungkapkan fakta ini dengan jelas sebelumnya.</p>
<p>Tapi ada perkecualian; Al Qur&#8217;an telah berisi informasi tentang waktu yang bersifat relatif! Sejumlah ayat yang mengulas hal ini berbunyi:</p>
<p>&#8220;Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu menurut perhitunganmu.&#8221; (Al Qur&#8217;an, 22:47)</p>
<p>&#8220;Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.&#8221; (Al Qur&#8217;an, 32:5)</p>
<p>&#8220;Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun.&#8221; (Al Qur&#8217;an, 70:4)</p>
<p>Dalam sejumlah ayat disebutkan bahwa manusia merasakan waktu secara berbeda, dan bahwa terkadang manusia dapat merasakan waktu sangat singkat sebagai sesuatu yang lama:</p>
<p>&#8220;Allah bertanya: &#8216;Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?&#8217; Mereka menjawab: &#8216;Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung.&#8217; Allah berfirman: &#8216;Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui&#8217;.&#8221; (Al Qur&#8217;an, 23:122-114)</p>
<p>Fakta bahwa relativitas waktu disebutkan dengan sangat jelas dalam Al Qur&#8217;an, yang mulai diturunkan pada tahun 610 M, adalah bukti lain bahwa Al Qur&#8217;an adalah Kitab Suci.</p>
<table cellpadding="1" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="48%"></td>
<td width="52%"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/chanifanch.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/chanifanch.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/chanifanch.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/chanifanch.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/chanifanch.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/chanifanch.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/chanifanch.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/chanifanch.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/chanifanch.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/chanifanch.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/chanifanch.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/chanifanch.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/chanifanch.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/chanifanch.wordpress.com/131/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chanifanch.wordpress.com&amp;blog=11316221&amp;post=131&amp;subd=chanifanch&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://chanifanch.wordpress.com/2010/04/18/keajaiban-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5c6905a7499a842318c35e0fd0b16f1c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">chanifanch</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_keajaiban/atam_zamanin_ind.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_keajaiban/zamanin_goreceligi_ind.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Informasi Mengenai Peristiwa Masa Depan Dalam Al-Qur&#8217;an</title>
		<link>http://chanifanch.wordpress.com/2010/04/18/informasi-mengenai-peristiwa-masa-depan-dalam-al-quran/</link>
		<comments>http://chanifanch.wordpress.com/2010/04/18/informasi-mengenai-peristiwa-masa-depan-dalam-al-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Apr 2010 03:47:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chanifanch</dc:creator>
				<category><![CDATA[KEAJAIBAN AL QUR&#039;AN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://chanifanch.wordpress.com/?p=127</guid>
		<description><![CDATA[INFORMASI MENGENAI PERISTIWA MASA DEPAN DALAM AL QUR&#8217;AN Informasi Mengenai Peristiwa Masa Depan dalam Al Qur&#8217;an Sisi keajaiban lain dari Al Qur&#8217;an adalah ia memberitakan terlebih dahulu sejumlah peristiwa yang akan terjadi di masa mendatang. Ayat ke-27 dari surat Al Fath, misalnya, memberi kabar gembira kepada orang-orang yang beriman bahwa mereka akan menaklukkan Mekah, yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chanifanch.wordpress.com&amp;blog=11316221&amp;post=127&amp;subd=chanifanch&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>INFORMASI MENGENAI PERISTIWA MASA DEPAN DALAM AL   QUR&#8217;AN</strong></p>
<p><strong>Informasi Mengenai Peristiwa Masa Depan dalam Al   Qur&#8217;an</strong></p>
<p>Sisi keajaiban lain dari Al Qur&#8217;an adalah ia memberitakan terlebih dahulu sejumlah peristiwa yang akan terjadi di masa mendatang. Ayat ke-27 dari surat Al Fath, misalnya, memberi kabar gembira kepada orang-orang yang beriman bahwa mereka akan menaklukkan Mekah, yang saat itu dikuasai kaum penyembah berhala:</p>
<p>&#8220;Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada Rosul-Nya tentang kebenaran mimpinya dengan sebenarnya (yaitu) bahwa sesungguhnya kamu pasti akan memasuki Masjidil Haram, insya Allah dalam keadaan aman, dengan mencukur rambut kepala dan mengguntingnya, sedang kamu tidak merasa takut. Maka Allah mengetahui apa yang tiada kamu ketahui, dan Dia memberikan sebelum itu kemenangan yang dekat.&#8221; (Al Qur&#8217;an, 48:27)</p>
<p>Ketika kita lihat lebih dekat lagi, ayat tersebut terlihat mengumumkan adanya kemenangan lain yang akan terjadi sebelum kemenangan Mekah. Sesungguhnya, sebagaimana dikemukakan dalam ayat tersebut, kaum mukmin terlebih dahulu menaklukkan Benteng Khaibar, yang berada di bawah kendali Yahudi, dan kemudian memasuki Mekah.</p>
<p>Pemberitaan tentang peristiwa-peristiwa yang akan terjadi di masa depan hanyalah salah satu di antara sekian hikmah yang terkandung dalam Al Qur&#8217;an. Ini juga merupakan bukti akan kenyataan bahwa Al Qur&#8217;an adalah kalam Allah, Yang pengetahuan-Nya tak terbatas. Kekalahan Bizantium merupakan salah satu berita tentang peristiwa masa depan, yang juga disertai informasi lain yang tak mungkin dapat diketahui oleh masyarakat di zaman itu. Yang paling menarik tentang peristiwa bersejarah ini, yang akan diulas lebih dalam dalam halaman-halaman berikutnya, adalah bahwa pasukan Romawi dikalahkan di wilayah terendah di muka bumi. Ini menarik sebab &#8220;titik terendah&#8221; disebut secara khusus dalam ayat yang memuat kisah ini. Dengan teknologi yang ada pada masa itu, sungguh mustahil untuk dapat melakukan pengukuran serta penentuan titik terendah pada permukaan bumi. Ini adalah berita dari Allah yang diturunkan untuk umat manusia, Dialah Yang Maha Mengetahui.</p>
<p>Kemenangan Bizantium</p>
<p>Penggalan berita lain yang disampaikan Al Qur&#8217;an tentang peristiwa masa depan ditemukan dalam ayat pertama Surat Ar Ruum, yang merujuk pada Kekaisaran Bizantium, wilayah timur Kekaisaran Romawi. Dalam ayat-ayat ini, disebutkan bahwa Kekaisaran Bizantium telah mengalami kekalahan besar, tetapi akan segera memperoleh kemenangan.</p>
<p>&#8220;Alif, Lam, Mim. Telah dikalahkan bangsa Romawi, di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang, dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang).&#8221; (Al Qur&#8217;an, 30:1-4)</p>
<p>Ayat-ayat ini diturunkan kira-kira pada tahun 620 Masehi, hampir tujuh tahun setelah kekalahan hebat Bizantium Kristen di tangan bangsa Persia, ketika Bizantium kehilangan Yerusalem. Kemudian diriwayatkan dalam ayat ini bahwa Bizantium dalam waktu dekat menang. Padahal, Bizantium waktu itu telah menderita kekalahan sedemikian hebat hingga nampaknya mustahil baginya untuk mempertahankan keberadaannya sekalipun, apalagi merebut kemenangan kembali. Tidak hanya bangsa Persia, tapi juga bangsa Avar, Slavia, dan Lombard menjadi ancaman serius bagi Kekaisaran Bizantium. Bangsa Avar telah datang hingga mencapai dinding batas Konstantinopel. Kaisar Bizantium, Heraklius, telah memerintahkan agar emas dan perak yang ada di dalam gereja dilebur dan dijadikan uang untuk membiayai pasukan perang. Banyak gubernur memberontak melawan Kaisar Heraklius dan dan Kekaisaran tersebut berada pada titik keruntuhan. Mesopotamia, Cilicia, Syria, Palestina, Mesir dan Armenia, yang semula dikuasai oleh Bizantium, diserbu oleh bangsa Persia. <em>(Warren Treadgold, A   History of the Byzantine State and Society, Stanford University Press, 1997, s.   287-299.)</em></p>
<p>Pendek kata, setiap orang menyangka Kekaisaran Bizantium akan runtuh. Tetapi tepat di saat seperti itu, ayat pertama Surat Ar Ruum diturunkan dan mengumumkan bahwa Bizantium akan mendapatkan kemenangan dalam beberapa+tahun lagi. Kemenangan ini tampak sedemikian mustahil sehingga kaum musyrikin Arab menjadikan ayat ini sebagai bahan cemoohan. Mereka berkeyakinan bahwa kemenangan yang diberitakan Al Qur&#8217;an takkan pernah menjadi kenyataan.</p>
<p>Sekitar tujuh tahun setelah diturunkannya ayat pertama Surat Ar Ruum tersebut, pada Desember 627 Masehi, perang penentu antara Kekaisaran Bizantium dan Persia terjadi di Nineveh. Dan kali ini, pasukan Bizantium secara mengejutkan mengalahkan pasukan Persia. Beberapa bulan kemudian, bangsa Persia harus membuat perjanjian dengan Bizantium, yang mewajibkan mereka untuk mengembalikan wilayah yang mereka ambil dari Bizantium. <em>(Warren Treadgold, A History of the Byzantine State and Society,   Stanford University Press, 1997, s. 287-299.) </em></p>
<p>Akhirnya, &#8220;kemenangan bangsa Romawi&#8221; yang diumumkan oleh Allah dalam Al   Qur&#8217;an, secara ajaib menjadi kenyataan.</p>
<p>Keajaiban lain yang diungkapkan dalam ayat ini adalah pengumuman tentang fakta geografis yang tak dapat ditemukan oleh seorangpun di masa itu.</p>
<p>Dalam ayat ketiga Surat Ar Ruum, diberitakan bahwa Romawi telah dikalahkan di daerah paling rendah di bumi ini. Ungkapan &#8220;Adnal Ardli&#8221; dalam bahasa Arab, diartikan sebagai &#8220;tempat yang dekat&#8221; dalam banyak terjemahan. Namun ini bukanlah makna harfiah dari kalimat tersebut, tetapi lebih berupa penafsiran atasnya. Kata &#8220;Adna&#8221; dalam bahasa Arab diambil dari kata &#8220;Dani&#8221;, yang berarti &#8220;rendah&#8221; dan &#8220;Ardl&#8221; yang berarti &#8220;bumi&#8221;. Karena itu, ungkapan &#8220;Adnal Ardli&#8221; berarti &#8220;tempat paling rendah di bumi&#8221;.</p>
<p>Yang paling menarik, tahap-tahap penting dalam peperangan antara Kekaisaran Bizantium dan Persia, ketika Bizantium dikalahkan dan kehilangan Jerusalem, benar-benar terjadi di titik paling rendah di bumi. Wilayah yang dimaksudkan ini adalah cekungan Laut Mati, yang terletak di titik pertemuan wilayah yang dimiliki oleh Syria, Palestina, dan Jordania. &#8220;Laut Mati&#8221;, terletak 395 meter di bawah permukaan laut, adalah daerah paling rendah di bumi.</p>
<p>Ini berarti bahwa Bizantium dikalahkan di bagian paling rendah di bumi,   persis seperti dikemukakan dalam ayat ini.</p>
<p>Hal paling menarik dalam fakta ini adalah bahwa ketinggian Laut Mati hanya mampu diukur dengan teknik pengukuran modern. Sebelumnya, mustahil bagi siapapun untuk mengetahui bahwasannya ini adalah wilayah terendah di permukaan bumi. Namun, dalam Al Qur&#8217;an, daerah ini dinyatakan sebagai titik paling rendah di atas bumi. Demikianlah, ini memberikan bukti lagi bahwa Al Qur&#8217;an adalah wahyu Ilahi.<br />
 DAFTAR BAB ==&gt;&gt; AL QUR&#8217;AN DAN ASTRONOMI AL QUR&#8217;AN DAN FISIKA AL QUR&#8217;AN DAN BUMI AL QUR&#8217;AN DAN BIOLOGI INFORMASI MENGENAI PERISTIWA MASA DEPAN DALAM AL QUR&#8217;AN PENGETAHUAN AL QUR&#8217;AN </p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>PENGETAHUAN AL QUR&#8217;AN </strong></span></p>
<p>Semua yang telah kita pelajari sejauh ini memperlihatkan kita akan satu kenyataan pasti: Al Qur&#8217;an adalah kitab yang di dalamnya berisi berita yang kesemuanya terbukti benar. Fakta-fakta ilmiah serta berita mengenai peristiwa masa depan, yang tak mungkin dapat diketahui di masa itu, dinyatakan dalam ayat-ayatnya. Mustahil informasi ini dapat diketahui dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi masa itu. Ini merupakan bukti nyata bahwa Al Qur&#8217;an bukanlah perkataan manusia.</p>
<p>Al Qur&#8217;an adalah kalam Allah Yang Maha Kuasa, Pencipta segala sesuatu dari ketiadaan. Dialah Tuhan yang ilmu-Nya meliputi segala sesuatu. Dalam sebuah ayat, Allah menyatakan dalam Al Qur&#8217;an &#8220;Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur&#8217;an ? Kalau kiranya Al Qur&#8217;an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.&#8221; (Al Qur&#8217;an, 4:82) Tidak hanya kitab ini bebas dari segala pertentangan, akan tetapi setiap penggal informasi yang dikandung Al Qur&#8217;an semakin mengungkapkan keajaiban kitab suci ini hari demi hari.</p>
<p>Apa yang menjadi kewajiban manusia adalah untuk berpegang teguh pada kitab suci yang Allah turunkan ini, dan menerimanya sebagai satu-satunya petunjuk hidup. Dalam salah satu ayat, Allah menyeru kita:</p>
<p>&#8220;Dan Al Qur&#8217;an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat.&#8221; (Al Qur&#8217;an, 6:155)</p>
<p>Dalam beberapa ayat-Nya yang lain, Allah menegaskan:</p>
<p>&#8220;Dan katakanlah: &#8220;Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir.&#8221; (Al Qur&#8217;an, 18:29)</p>
<p>&#8220;Sekali-kali jangan (demikian)! Sesungguhnya ajaran-ajaran Tuhan itu adalah suatu peringatan, maka barangsiapa yang menghendaki, tentulah ia memperhatikannya.&#8221; (Al Qur&#8217;an, 80:11-12)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/chanifanch.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/chanifanch.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/chanifanch.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/chanifanch.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/chanifanch.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/chanifanch.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/chanifanch.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/chanifanch.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/chanifanch.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/chanifanch.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/chanifanch.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/chanifanch.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/chanifanch.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/chanifanch.wordpress.com/127/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chanifanch.wordpress.com&amp;blog=11316221&amp;post=127&amp;subd=chanifanch&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://chanifanch.wordpress.com/2010/04/18/informasi-mengenai-peristiwa-masa-depan-dalam-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5c6905a7499a842318c35e0fd0b16f1c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">chanifanch</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tanda-Tanda Hari Akhir dari Surat Al-Kahfi</title>
		<link>http://chanifanch.wordpress.com/2010/04/18/tanda-tanda-hari-akhir-dari-surat-al-kahfi/</link>
		<comments>http://chanifanch.wordpress.com/2010/04/18/tanda-tanda-hari-akhir-dari-surat-al-kahfi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Apr 2010 03:23:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chanifanch</dc:creator>
				<category><![CDATA[HARI AKHIR DAN AL MAHDI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://chanifanch.wordpress.com/2010/04/18/tiga-keajaiban-di-jumat-agung/</guid>
		<description><![CDATA[TANDA-TANDA HARI AKHIR DARI SURAT AL KAHFI Nabi Muhammad SAW menggarisbawahi surat ini Banyak hadits nabi menghubungkan Surat Al Kahfi dengan Hari Akhir. Sebagian hal ini disampaikan di bawah ini: Diriwayatkan oleh An-Nawwas ibn Sam’an: ‘Dia, yang hidup dan melihatnya (Dajjal) harus membacakan di depannya ayat-ayat pembukaan Surat Al Kahfi. (HR Muslim) Diriwayatkan oleh Abu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chanifanch.wordpress.com&amp;blog=11316221&amp;post=118&amp;subd=chanifanch&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td height="983" valign="top"><strong><span style="color:#0000ff;">TANDA-TANDA HARI AKHIR DARI SURAT AL KAHFI</span></strong></p>
<p>Nabi Muhammad SAW menggarisbawahi surat ini</p>
<p>Banyak hadits nabi menghubungkan Surat  Al Kahfi dengan Hari Akhir. Sebagian hal ini disampaikan di bawah ini:</p>
<p>Diriwayatkan oleh An-Nawwas ibn Sam’an:</p>
<p><em> ‘Dia, yang hidup dan melihatnya (Dajjal) harus membacakan di depannya ayat-ayat pembukaan Surat Al Kahfi. (HR Muslim) </em></p>
<p>Diriwayatkan oleh Abu Umamah al-Bahili:</p>
<p><em>Barangsiapa memasuki nerakanya (Dajjal), mintalah pertolongan Allah dan bacakan ayat pembukaan Surat Al Kahfi, dan hal ini akan mendinginkan dan mendamaikannya, seperti api menjadi dingin terhadap Ibrahim. (HR Ibnu Katsir)</em></p>
<p>Tanda-tanda dan rahasia Hari Akhir</p>
<p>Satu alasan mengapa Rasulullah SAW menganjurkan orang-orang beriman membaca Surat Al Kahfi adalah karena surat ini berisi isyarat penting mengenai Hari Akhir, seperti berbagai hal yang dibutuhkan untuk bertahan dan memerangi Dajjal, dan gerakan-gerakan anti-agama yang menimbulkan berbagai kejahatan atas kemanusiaan, yang ingin disebarkan oleh Dajjal ke seluruh dunia. Surat Al Kahfi ini juga berisi berbagai pelajaran bagi kaum Muslimin. Anjuran Rasulullah SAW untuk menghapalkan dan membaca surat ini dengan penuh perhatian adalah suatu isyarat kuat tentang hal ini. Seperti kita akan lihat di seluruh bab ini, pengalaman Ashabul Kahfi yang tinggal di sebuah masyarakat yang kafir, pelajaran bahwa Musa AS belajar dari Khidr, dan pemerintahan di atas dunia yang didirikan oleh Dzulkarnain AS agar dapat menyebarkan nilai-nilai Islam, adalah perkara-perkara yang perlu direnungkan oleh orang-orang beriman.</p>
<p>Keadaan Ashabul Kahfi yang luar biasa</p>
<p>Atau kamu mengira bahwa orang-orang yang mendiami gua dan (yang mempunyai) raqim itu, mereka termasuk tanda-tanda kekuasaan Kami yang mengherankan? (Ingatlah) tatkala pemuda-pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua lalu, mereka berdoa, “Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)” (QS Al Kahfi: 9-10)</p>
<p>Kedua ayat ini menyinggung keadaan para pemuda yang luar biasa itu. Dari cerita tersebut, kita melihat pengalaman mereka sebagai sesuatu yang gaib dan tidak lazim. Seluruh kehidupan mereka penuh dengan kejadian yang menakjubkan. Keadaan ini merupakan pokok permasalahan hadits Nabi SAW yang menghubungkan antara tanda-tanda ini dengan Hari Akhir. Ini mengisyaratkan bahwa orang-orang yang hidup di Masa Akhir dapat mengalami berbagai pengalaman supernatural.</p>
<table cellspacing="0" cellpadding="3" width="303" align="center">
<tbody>
<tr>
<td height="266">
<div><img src="http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_books/images_mahdi/endoftimes68.jpg" alt="" width="300" height="200" /><br />
Dan kamu mengira mereka itu bangun, padahal mereka tidur; dan Kami balik-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedang anjing mereka mengunjurkan kedua lengannya di muka pintu gua. Dan jika kamu menyaksikan mereka tentulah kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan (diri) dan tentulah (hati) kamu akan dipenuhi dengan ketakutan terhadap mereka (QS Al Kahfi: 18)</div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Ayat kesepuluh menjelaskan kepada kita bahwa para pemuda tersebut mencari tempat perlindungan di gua dari pemerintahan zalim yang tengah berkuasa. Pemerintahan tersebut menyebabkan mereka tidak mungkin mengungkapkan pandangan mereka, menjelaskan kebenaran, dan menyerukan agama Allah. Oleh karena itu, mereka menjauhkan diri mereka dari masyarakat.</p>
<p>Akan tetapi, hal ini seharusnya tidak dipahami sebagai kurun waktu tanpa kerja yang jauh dari masyarakat, karena mereka mengungsi ke sana sambil memohon rahmat dan bantuan Allah. Mereka juga berupaya memperbaiki dan mengembangkan diri mereka sendiri. Kaum Muslimin di Hari Akhir yang berada di bawah rezim yang menindas akan menyembunyikan diri dan berharap kepada Allah untuk memberikan rahmat-Nya atas mereka, dan juga memudahkan kehidupan dan perjuangan mereka atas gerakan-gerakan anti-agama.</p>
<p>Tersembunyinya mereka selama beberapa waktu</p>
<p>Maka Kami tutup telinga mereka beberapa tahun dalam gua itu, kemudian Kami bangunkan mereka, agar Kami mengetahui manakah di antara kedua golongan itu yang lebih tepat dalam menghitung berapa lamanya mereka tinggal (dalam gua itu) (QS Al Kahfi: 11-12)</p>
<p>Alasan ditidurkannya Ashabul Kahfi adalah penyerahan diri terhadap takdir dan kedamaian, karena Allah, Yang telah menciptakan alam semesta tanpa sia-sia, mengatur segala sesuatu de,o kemaslahatan umat Islam. Di masa kini, sebagian umat Islam telah mengambil pendirian yang sama secara spiritual. Dengan cara ini, mereka tidak disimpangkan oleh paham materialis yang berupaya menjauhkan masyarakat dari iman mereka, dan juga tidak tersentuh oleh kekerasan yang diarahkan oleh paham-paham ini. Oleh karena itu, mereka dapat terus hidup menurut Al Qur&#8217;an tanpa dipengaruhi oleh kehancuran akhlak, kekejaman, dan kekacauan yang ada di sekitarnya. Ashabul Kahfi tetap tersembunyi selama beberapa waktu dan Allah membangkitkan mereka pada waktu yang ditentukan-Nya.</p>
<p>Mereka memproklamirkan agama Allah kepada masyarakat</p>
<p>Kaum kami ini telah menjadikan selain Dia sebagai tuhan-tuhan (untuk disembah). Mengapa mereka tidak mengemukakan alasan yang terang (tentang kepercayaan mereka?) Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah? (QS Al Kahfi: 15)</p>
<p>Seperti yang dinyatakan oleh ayat ini, kelompok ini menyeru orang-orang musyrik agar kembali ke agama yang benar, mengajak mereka menuju agama Allah, meminta mereka agar berhenti mempersekutukan Allah dengan yang lain, dan meminta mereka mengajukan bukti-bukti atas penolakan mereka tersebut. Ketika mereka tidak dapat melakukan ini, Ashabul Kahfi menyatakan bahwa orang-orang musyrik dari masyarakat mereka sebagai para pembohong dan pemfitnah.</p>
<p>Saat ini, kaum Muslimin juga menuntut pembuktian dari mereka yang menyembah selain Allah. Di Hari Akhir, akan ada kepercayaan yang mendewakan materi dan kesempatan: Darwinisme.</p>
<table cellspacing="0" cellpadding="3" width="284" align="right">
<tbody>
<tr>
<td height="112"><img src="http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_books/images_mahdi/endoftimes37.jpg" alt="" width="291" height="200" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Darwinisme menyatakan bahwa alam semesta tidak bertujuan, terjadi begitu saja, dan hanya anggota-anggota alam yang paling menyesuaikan dirilah yang dapat bertahan hidup. Sistem anti-agama ini didasarkan pada konflik dan kekerasan. Jelas, “pernyataan kebetulan acak” yang bertanggung jawab atas segala sesuatu ini tidak lebih dari tindakan fitnah oleh para pengikut Darwinis atas Allah Yang Maha Kuasa yang telah menciptakan segala sesuatu yang ada.</p>
<p>Mereka menjauh sepenuhnya dari pandangan musyrik di sekitar mereka</p>
<p>Dan apabila kamu meninggalkan mereka dan apa yang mereka sembah selain Allah, maka carilah tempat berlindung ke dalam gua itu, niscaya Tuhanmu akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepadamu dan menyediakan sesuatu yang berguna bagimu dalam urusanmu (QS Al Kahfi: 16)</p>
<p>Karena penindasan orang-orang musyrik, Ashabul Kahfi merasakan perlunya pemisahan secara menyeluruh. Oleh karena itu, mereka memutuskan seluruh hubungan dengan orang-orang musyrik dengan mengungsi ke gua. Selama masa itu, rahmat Allah turun kepada mereka dan Dia memudahkan segala sesuatu bagi mereka. Hal yang paling penting dari pertolongan dan dukungan-Nya adalah menghindarkan mereka dari pengaruh buruk orang-orang tak beriman.</p>
<p>Mereka menyembunyikan diri</p>
<p>Sesungguhnya jika mereka dapat mengetahui tempatmu, niscaya mereka akan melemparmu dengan batu, atau memaksamu kembali kepada agama mereka, dan jika demikian niscaya kamu tidak akan beruntung selama-lamanya (QS Al Kahfi: 20)</p>
<p>&#8216;Mereka akan melemparmu’ menjelaskan sebuah bentuk teror. Watak dasar ini dengan jelas terlihat saat ini pada orang-orang yang berada di bawah pengaruh paham-paham anti-agama. Misalnya, para teroris yang menganut paham komunisme dikendalikan oleh permusuhan mereka pada negara, dengan melempar batu-batu dan menyerang pejabatnya, maupun polisi. Serangan-serangan ini bertujuan untuk melemahkan dan melemahkan semangat mereka, sehingga kaum komunis dapat mewujudkan ide-ide anti-agama mereka dan mendirikan kekuasaan mereka di atas kekacauan dan pertentangan di negara tersebut.</p>
<p>Oleh karena itu, sangat mendasar bagi orang-orang yang hidup di Hari Akhir untuk melepaskan diri dari paham-paham yang berlumur darah dan kerusakan, yang tidak membawa apa pun selain kejahatan pada dunia, tidak berpihak pada orang-orang yang bersekongkol, dan tidak dipengaruhi oleh bujuk rayu paham-paham anti-agama atau hasutan mereka.</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="3" width="352" align="center">
<tbody>
<tr>
<td width="182" height="266"><img src="http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_books/images_mahdi/endoftimes188a.jpg" alt="" width="350" height="291" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Hanya Allah dan segelintir orang yang mengetahui jumlah mereka</p>
<p>Nanti (ada orang yang akan) mengatakan (jumlah mereka) adalah tiga, orang yang keempat adalah anjingnya, dan (yang lain) mengatakan, “(Jumlah mereka) adalah lima orang, yang keenam adalah anjingnya,” sebagai terkaan terhadap barang yang gaib; dan (yang lain) mengatakan, “(Jumlah mereka) tujuh orang, yang kedelapan adalah anjingnya.” Katakanlah, “Tuhanku lebih mengetahui jumlah mereka; tidak ada orang yang mengetahui (bilangan) mereka, kecuali sedikit.” Karena itu janganlah kamu (Muhammad) bertengkar tentang hal mereka, kecuali pertengkaran lahir saja, dan jangan kamu menanyakan tentang mereka (pemuda-pemuda itu) kepada seorang pun di antara mereka. (QS Al Kahfi: 22)</p>
<p>&#8216;Yang mengetahui mereka hanya sedikit’ juga menunjukkan bahwa hanya segelintir orang yang memiliki pengetahuan ini. Misalnya, salah satunya bisa jadi Khidr, yang kemampuannya yang menakjubkan akan kita bahas secara singkat. Juga mungkin murid-muridnyalah yang memiliki pengetahuan ini, dengan kehendak dan wahyu Allah. Al Qur’an menyebutkan bahwa Allah memfirmankan sebagian hal gaib kepada Rasul-rasul-Nya.</p>
<p>Perjalanan Nabi Musa AS dan muridnya ke ‘tempat bertemunya dua laut&#8217;</p>
<p>Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada muridnya, “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua buah lautan; atau aku akan berjalan sampai bertahun-tahun.” (QS Al Kahfi: 60)</p>
<p>Di sini ‘murid’ menunjukkan bahwa ketika melakukan sesuatu, kita seharusnya mencari bantuan dari orang-orang muda dan bekerja sama dengan mereka.</p>
<p>Orang-orang muda harus dimotivasi untuk menggunakan energi, gairah, kekuatan, ambisi, dan semangat mereka untuk perbuatan yang terbaik untuk meraih rahmat Allah. Beberapa ayat berbicara tentang pemuda, dan ayat berikutnya menyatakan bahwa hanya beberapa pemuda dari bangsanya yang beriman kepada Musa AS:</p>
<p>Maka tidak ada yang beriman kepada Musa, melainkan pemuda-pemuda dari kaumnya (Musa) dalam keadaan takut bahwa Fir’aun dan pemuka-pemuka kaumnya akan menyiksa mereka. Sesungguhnya Fir’aun itu berbuat sewenang-wenang di muka bumi. Dan sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang melampaui batas (QS Yunus: 83)</p>
<table width="489" align="center">
<tbody>
<tr>
<td width="378" height="73"><img src="http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_books/images_mahdi/endoftimes37.jpg" alt="" width="487" height="195" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Ayat keenam belas Surat Al Kahfi menyebutkan titik pertemuan yang menjadi tujuan perjalanan Nabi Musa AS. Musa AS mengetahui akan bertemu dengan seseorang, dan dia mengetahui akan terjadi di ‘tempat pertemuan dua laut.’ Tempat ini bisa berada di tempat mana pun di permukaan bumi yang sesuai dengan gambaran ini.</p>
<p>Nabi Musa AS bertemu Khidr AS yang diberkati dan dirahmati-Nya</p>
<p>Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami. (QS Al Kahfi: 65)</p>
<p>Allah itu Maha Pengasih, Maha Pemurah, dan Maha Penyayang kepada hamba-hambat-Nya. Musa AS berangkat untuk bertemu Khidr AS, seseorang yang telah diberi rahmat oleh Allah. Oleh karena itu, sifat-sifat Maha Pengasih dan Maha Penyayang Allah tercermin padanya. Sifat Allah tersebut telah memungkinkan dirinya menerima pengetahuan yang lebih dari Allah dan menjadi salah satu hamba pilihan-Nya.</p>
<p>Dzulkarnain AS</p>
<p>Mereka akan bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Dzulkarnain. Katakanlah: “Aku akan bacakan kepadamu cerita tentangnya.” (QS Al Kahfi: 83)</p>
<p>Di sepanjang sejarah, kebanyakan ilmuwan telah menafsirkan cerita Dzulkarnain dengan berbagai cara. Ayat ini mengatakan Dzulkarnain diturunkan untuk mengingatkan kaum Muslimin dan terkait dengan wahyu yang memiliki makna dan alasan tersembunyi.</p>
<p>Dzulkarnain AS memiliki kekuasaan dan “tercerahkan&#8221;</p>
<p>Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepadanya di (muka) bumi, dan Kami telah memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai) segala sesuatu, maka dia pun menempuh suatu jalan (QS Al Kahfi: 84-85)</p>
<p>Dari ayat-ayat ini, kita memahami bahwa negara Dzulkarnain jauh dari berbagai masalah. Dengan kata lain, kekuasaannya solid, rasional, dan kuat.</p>
<p>&#8216;Kami telah memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai) segala sesuatu’ mengisyaratkan bahwa Dzulkarnain AS diberikan kemampuan untuk memecahkan setiap masalah. Dengan kata lain, dia seorang Muslim yang sangat cerdas, bijak, dan cermat. Dengan semua kelebihan yang diberikan Allah ini, dia memecahkan seluruh masalah rumit dengan cepat dan memecahkan hambatan-hambatan.</p>
<p>Dzulkarnain AS juga seorang dai</p>
<p>Berkata Dzulkarnain, “Adapun orang yang aniaya, maka kami kelak akan mengazabnya, kemudian dia dikembalikan kepada Tuhannya, lalu Tuhan mengazabnya dengan azab yang tidak ada taranya. Adapun orang-orang yang beriman dan beramal saleh, maka baginya pahala yang terbaik sebagai balasan, dan akan kami titahkan kepadanya (perintah) yang mudah dari perintah-perintah Kami.” (QS Al Kahfi: 87-88)</p>
<p>Ketika Dzulkarnain as berbicara, dia mengingatkan rakyatnya tentang Allah dan hari akhirat. Dia berbicara sebagai seorang Muslim. Dari pernyataan yang digunakan di ayat ini, kita memahami dia seorang pemimpin Muslim yang memerintah sebuah bangsa Muslim.</p>
<p>Dzulkarnain AS terus melanjutkan dakwah kepada orang-orang yang dia temui untuk beriman kepada Allah, taat, berbuat baik sesuai ketentuan Al Qur’an, dan menegakkan sholat serta melakukan ibadah. Dia menyeru, untuk mendorong mereka, pada balasan yang dijanjikan untuk mereka di dunia dan di akhirat, serta menyeru mereka kepada iman.</p>
<p>Dzulkarnain AS membantu manusia</p>
<table cellspacing="0" cellpadding="3" width="302" align="left">
<tbody>
<tr>
<td width="310" height="242"><img src="http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_books/images_mahdi/endoftimes73.jpg" alt="" width="300" height="200" /><br />
Kita dapat menyimpulkan dari cerita di Surat Al Kahfi bahwa Dzulkarnain adalah seorang penguasa Muslim yang mengendalikan wilayah yang luas di dunia ini.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Mereka berkata, “Hai Dzulkarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan suatu pembayaran kepadamu supaya kamu membuat dinding antara mereka?” (QS Al Kahfi: 94)</p>
<p>Karena penyimpangan Ya’juj dan Ma’juj, orang-orang yang sedang menghadapi masalah mencari bantuan Dzulkarnain AS dan menawarkan imbalan kepadanya. Dari ayat ini, kita memahami Dzulkarnain AS tidaklah mewakili seseorang; sebaliknya, dia memimpin sebuah bangsa. Tepat seperti Sulaiman as, dia memerintah sebuah bangsa dan tentara.</p>
<p>Ayat ini menunjukkan bahwa dia pasti memiliki tim ahli bangunan dan insinyur sipil. Dari permohonan orang-orang tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa Dzulkarnain AS tertarik dan punya pengetahuan tentang bangunan dan teknik sipil. Dia bahkan termasyur karena keahlian dalam bidang ini. Oleh karena itu, bangsa-bangsa lain meminta bantuannya. Seluruh faktor ini memperlihatkan besar dan kekuatan bangsanya.</p>
<p>Dzulkarnain AS sangat dihormati dan berpengaruh di Timur dan di Barat dapat menunjukkan bahwa dia memerintah sebuah bangsa yang kekuasaannya berpengaruh luas di dunia. Oleh karena itu, dia adalah seorang pemimpin, menyadari tanggung jawabnya untuk membawa kedamaian, keadilan dan keamanan, tidak hanya bagi bangsanya sendiri, tetapi juga bagi setiap bagian dunia.</p>
<p>Cerita Dzulkarnain AS menunjukkan bahwa di Hari Akhir, tepat seperti masa kita sendiri, nilai-nilai Islam akan menguasai dunia ini.</p>
<p>Suatu penafsiran yang berbeda</p>
<p>Kemungkinan lain adalah bahwa cerita ini mengungkapkan berbagai peristiwa yang akan terjadi di masa depan.</p>
<p>Di sisi Allah, seluruh waktu adalah satu. Masa depan, masa lalu, dan masa sekarang terjadi seluruhnya sekaligus. Di sejumlah ayat, berbagai peristiwa Hari Pembalasan di neraka dan surga diceritakan seolah-olah telah terjadi. Ayat berikut ini adalah contoh seperti itu.</p>
<table cellspacing="0" cellpadding="3" width="618" align="center">
<tbody>
<tr>
<td height="228"><img src="http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_books/images_mahdi/endoftimes208.jpg" alt="" hspace="4" vspace="4" width="300" height="200" /><img src="http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_books/images_mahdi/endoftimes207.jpg" alt="" hspace="2" vspace="4" width="300" height="200" /><br />
Berkat teknologi satelit, dimungkinkan adanya pengambilan gambaran yang terpeinci tentang bumi, dan khususnya satelit-satelit intelijen mampu “mengamati” setiap negara dari dekat.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Dan ditiupkan sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing). Dan terang-benderanglah bumi (Padang Mahsyar) dengan cahaya (keadilan) Tuhannya; dan diberikanlah buku (perhitungan perbuatan masing-masing), dan didatangkanlah para nabi dan saksi-saksi, dan diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dirugikan (QS Az Zumar: 68-69)</p>
<p>Berbagai peristiwa yang dijelaskan dalam ayat ini disampaikan seolah-olah hal itu sudah terjadi, walaupun bagi kita, hal itu adalah peristiwa-peristiwa di masa depan yang belum terjadi. Oleh karena itu, ada kemungkinan bahwa cerita Dzulkarnain AS berasal dari masa depan, yang diceritakan kepada kita dengan menggunakan kerangka waktu masa lalu.</p>
<p>Ayat kedelapan puluh empat mengatakan:<strong>&#8216;&#8230; Kami telah memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai) segala sesuatu.&#8217;</strong> Hal ini mungkin menunjukkan bahwa Dzulkarnain AS akan berkuasa di dunia di masa depan.</p>
<table cellspacing="0" cellpadding="3" width="602" align="center">
<tbody>
<tr>
<td height="225"><img src="http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_books/images_mahdi/endoftimes69.jpg" alt="" width="350" height="249" align="left" /></p>
<p>Berkat teknologi inframerah, seluruh jenis perangkat kriminal dapat dideteksi dengan mudah dan kejahatan yang dilakukan di kegelapan dapat diamati secara seksama seperti yang ditunjukkan pada gambar-gambar ini. Kemajuan penting telah dibuat dalam diagnosis berbagai penyakit.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><img src="http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_books/images_mahdi/endoftimes204.jpg" alt="" width="250" height="300" align="left" /> Pada masa sekarang, seorang pemimpin atau bangsa yang mempunyai kekuasaan superpower di dunia harus memiliki teknologi komunikasi dan kekuataan umum. Karena seorang pemimpin tidak dapat mengendalikan seluruh hal sendiri, kita dapat mengangap bahwa dia berada di sebuah ibu kota dan mengendalikan wilayah lainnya melalui satelit dan alat-alat komunikasi lainnya. Seperti disebutkan dalam ayat kesembilan puluh lima, &#8216;Dzulkarnain berkata: <strong>&#8220;Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik,&#8221; </strong>kemungkinan besar kekuasaan Dzulkarnain AS itu stabil dan kokoh. Apabila kita memperhatikan kisah ini dari sudut pandang ini, kita akan menyadari bahwa setiap ayat dapat mengungkapkan sebuah pesan yang berbeda. Misalnya, Dzulkarnain AS pertama-tama pergi pertama ke Barat, kemudian ke Timur dan kemudian kembali lagi. Ayat-ayat ini dapat berarti bahwa dia berkomunikasi dengan wilayah yang berbeda dengan mengubah saluran komunikasi yang dipancarkan dari satelit-satelit. Ayat-ayat ini berbicara terus-menerus tentang kata &#8216;menemukan.&#8217; Dzulkarnain AS &#8216;menemukan&#8217; sebuah masyarakat dekat ‘laut berlumpur’, dia &#8216;menemukan&#8217; sebuah masyarakat di Timur yang tidak memiliki pemahaman. Tindakan &#8216;menemukan&#8217; ini terjadi melalui proses mencari dan hal ini bisa jadi merupakan sebuah hasil temuan yang didasarkan pada pengamatan saluran satelit.</p>
<p>Ayat-ayat ini mengatakan bahwa orang-orang di Timur tidak memiliki perlindungan dari matahari. Apabila kita merenungkan informasi ini dari sudut pandang teknologi komunikasi, ada dua pesan yang mungkin di sini. Hal yang tersirat di sini bisa dua hal. Pertama, Dzulkarnain AS dapat menyaksikan atau mengumpulkan informasi intelijen melalui satelit dari berbagai wilayah (Allah-lah Yang Maha Tahu). Atau, dia melakukannya melalui teknologi inframerah yang digunakan di berbagai wilayah dewasa ini. Kamera-kamera inframerah digunakan dalam bidang kedokteran, patologi kriminal, meteorologi, kriminologi, intelijen, industri, dan bidang lainnya. Kamera-kamera ini juga dapat mengamati tubuh manusia secara mendalam.</p>
<p>Apabila Dzulkarnain AS ingin berbicara dengan sebuah bangsa, dia dapat melakukan hal itu melalui satelit dan pemancar televisi. Ini memungkinkannya belajar tentang berbagai hal yang dibutuhkan dan dikeluhkan rakyat tanpa melihat di mana mereka tinggal, dan kemudian mengatur wilayah-wilayah itu.</p>
<p>Persekongkolan Ya’juj dan Ma’juj dapat merupakan tindakan teror pada umumnya, atau kekacauan, atau bahkan dilakukan melalui pemancar komunikasi. Misalnya, persekongkolan itu dapat berupa gangguan atas pemancar-pemancar lainnya untuk menyiarkan persekongkolan tersebut. Dzulkarnain AS dapat mencegah pemancar dan persekongkolan seperti ini. Misalnya, dia dapat menggunakan tembaga dan besi yang disebutkan di ayat ini untuk menciptakan sebuah medan elektromagnetik dan mengganggu siaran radio dan televisi tersebut. Transformer yang dibuat dengan menggulung kabel-kabel tembaga di seluruh inti baja adalah salah satu sumber medan elektromagnetik. Sebuah medan elektromagnetik yang kuat dapat mengganggu siaran radio dan televisi.</p>
<p><img src="http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_books/images_mahdi/endoftimes193.jpg" alt="" width="248" height="300" align="right" /> Kemungkinan lain adalah berupa sebuah piringan satelit massal raksasa. Tujuan begitu besarnya piringan satelit itu adalah mengalahkan sistem pengganggu global Ya’juj dan Ma’juj. Permukaan piringan-piringan ini biasanya terdiri dari aluminium yang lebih ringan dan murah, yang bukan merupakan bahan ideal untuk dapat bekerja baik. Tembaga adalah sebuah konduktor yang jauh lebih baik, dan mungkin lebih disukai karena alasan ini. Akan tetapi, menutupi piringan raksasa ini dengan lembaran tembaga adalah suatu hal yang mustahil. Sebaliknya, memplat piringan itu dengan tembaga campuran akan menghasilkan piringan satelit dengan permukaan yang paling halus dan kinerja yang paling tinggi.</p>
<p>Dinding atau penghambat yang diciptakan melalui siaran yang saling bersaing atau menciptakan sebuah medan magnetik dapat diistilahkan sebagai sebuah ‘hambatan tidak terlihat.’ Sejumlah ilmuwan membaca kata ‘saddayn’ di ayat kesembilan puluh tiga sebagai ‘suddayn,’ dan ‘sadd’ di ayat berikutnya sebagai ‘sudd.’ Dalam kata pertama, maknanya bisa menjadi ‘hambatan terlihat’; di bagian kedua, berarti sebuah ‘hambatan tidak terlihat’ (Allah-lah Yang Maha Tahu).</p>
<p><strong>&#8216;Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melubanginya,’</strong> seperti dinyatakan di ayat sembilan puluh tujuh, bisa jadi menyebutkan ke hal ini karena Ya’juj dan Ma’juj berupaya mengatasi atau mengambat siaran pemancar ini. Secara mengesankan, bentuk arus yang digunakan stasiun pembajak yang melakukan siaran dalam bentuk gangguan atas siaran lainnya adalah ‘menangkis pancaran.&#8217;</p>
<p>Tentang pernyataan ‘hampir tidak dapat memahami pembicaraan’ dalam hal ini dapat berarti bahwa siaran satelit ini kadang-kadang tidak dipahami oleh sebagian orang. Ketika siaran itu terganggu, maka orang-orang itu tidak dapat memahami; tetapi ketika siaran kembali normal, mereka dapat memahami lagi (Allah-lah yang Maha Mengetahui).</p>
<p>Ungkapan ‘laut berlumpur hitam’ di ayat kedelapan puluh enam juga menarik karena melihat matahari terbenam di layar televisi tepat seperti melihat matahari yang tenggelam di dalam laut. Warna-warni di layar berubah ketika matahari tenggelam di atas laut, ini terlihat berwarna keabu-abuan di layar televisi. Oleh karena itu, bagi orang-orang yang melihat hal ini, pemandangan terlihat seolah-olah tenggelam di dalam lautan berlumpur hitam. Ungkapan ‘aynin hami’e’ yang terdiri dari ‘ayn’ (mata air’ dan ‘hami’ (lumpur) dapat berarti pandangan yang kurang jelas ini.</p>
<p>Selain itu, hubungannya dengan Timur dan Barat dapat menunjukkan bahwa dia berhubungan dengan berbagai belahan dunia ini. Ketika matahari terbit di satu belahan dunia, maka matahari justru terbenam di belahan dunia lainnya.</p>
<p>NILAI NUMERIK (ABJAD) DI SEJUMLAH AYAT DI SURAT AL KAHFI MENUNJUKKAN WAKTU YANG SANGAT DEKAT DENGAN MASA KITA SENDIRI</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="3" width="50%" align="center">
<tbody>
<tr>
<td height="76">
<div>Dan Kami telah meneguhkan hati mereka &#8230;. (QS Al Kahfi: 14)<br />
1400 A.H. (Anno Hegirae, kalender Hijriyah) atau 1979 A.D. (Anno Domini, kalender Masehi)</p>
</div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="3" width="50%" align="center">
<tbody>
<tr>
<td height="53">
<div>
<p>Dia berkata, ‘Dzulkarnain berkata, “Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik &#8230;’<br />
(QS Al Kahfi: 95)</p>
<p>1409 A.H., atau1988 A.D. (tanpa shaddah)</p>
</div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="3" width="50%" align="center">
<tbody>
<tr>
<td height="64">
<div>
<p>Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepadanya di (muka) bumi, dan Kami telah memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai) segala sesuatu &#8230;. (QS Al Kahfi: 84)</p>
<p>1440 A.H., atau 2019 A.D. (dengan shaddah)</p>
</div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Sebuah tanda yang menunjukkan permulaan abad keempat belas hijriyah dan akhir abad kedua puluh dan permulaan abad dua puluh satu masehi adalah angka 1980 yang diperoleh dengan mengalikan jumlah Surat Al Kahfi dengan nomor urutan surat ini.</p>
<p>Bediuzzaman Said Nursi juga acapkali mengisyaratkan bahwa waktu ini adalah permulaan Hari Akhir. Dia berkata, misalnya:</p>
<p>Oleh karena itu, orang-orang yang kafir yang tidak mengetahui kebenaran ini berkata, ‘Mengapa para sahabat Nabi yang memiliki hati yang senantiasa waspada dan pandangan cermat dan telah diajarkan dengan seluruh keterangan hari akhir, menganggap sebuah kenyataan yang akan terjadi seribu empat ratus tahun kemudian akan dekat dengan abad mereka, meski gagasan mereka telah menyimpang ribuan tahun dari kebenaran?&#8217;<a href="http://www.harunyahya.com/indo/buku/mahdi05.htm#dipnot">9</a> <a name="9."></a></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="3" width="50%" align="center">
<tbody>
<tr>
<td height="23">
<div>
<p>Surat 18: Surat Al Kahfi (berisi 110 ayat) 18 x 110 = 1980</p>
</div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Bediuzzaman Said Nursi, dengan mengatakan ‘1400 tahun setelah’ Sahabat Nabi menunjukkan tahun-tahun sekitar tahun 1980-an sebagai hari akhir. Perlu dicatat di sini, dia mengatakan 1400, bukan 1373, 1378, dan bukan 1398. Dengan demikian, hal itu adalah abad keempat belas Hijriyah.</p>
<p>Surat Al Kahfi berisi berita yang sangat baik bagi umat Islam. Berita ini, seperti yang disabdakan oleh Rasulullah SAW, mendekati kurun waktu penuh rahmat di Hari Akhir. Apabila Surat Al Kahfi dilihat dari sudut pandang ini, surat ini terlihat menunjukkan tahap-tahap yang berbeda, permulaan, perkembangan, dan kesimpulan Islam di Hari Akhir yang mencapai puncaknya dalam kekuasaan Islam dan berakhir dengan kedatangan ‘Isa AS.</td>
</tr>
<tr>
<td width="100%" valign="top"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/chanifanch.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/chanifanch.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/chanifanch.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/chanifanch.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/chanifanch.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/chanifanch.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/chanifanch.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/chanifanch.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/chanifanch.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/chanifanch.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/chanifanch.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/chanifanch.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/chanifanch.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/chanifanch.wordpress.com/118/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chanifanch.wordpress.com&amp;blog=11316221&amp;post=118&amp;subd=chanifanch&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://chanifanch.wordpress.com/2010/04/18/tanda-tanda-hari-akhir-dari-surat-al-kahfi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5c6905a7499a842318c35e0fd0b16f1c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">chanifanch</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_books/images_mahdi/endoftimes68.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_books/images_mahdi/endoftimes37.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_books/images_mahdi/endoftimes188a.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_books/images_mahdi/endoftimes37.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_books/images_mahdi/endoftimes73.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_books/images_mahdi/endoftimes208.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_books/images_mahdi/endoftimes207.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_books/images_mahdi/endoftimes69.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_books/images_mahdi/endoftimes204.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_books/images_mahdi/endoftimes193.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Hari Akhir &amp; Munculnya Al Mahdi</title>
		<link>http://chanifanch.wordpress.com/2010/04/18/hari-akhir-munculnya-al-mahdi/</link>
		<comments>http://chanifanch.wordpress.com/2010/04/18/hari-akhir-munculnya-al-mahdi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Apr 2010 03:19:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chanifanch</dc:creator>
				<category><![CDATA[HARI AKHIR DAN AL MAHDI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://chanifanch.wordpress.com/2010/04/18/114/</guid>
		<description><![CDATA[HARI AKHIR DAN MUNCULNYA AL MAHDI Beberapa penjelasan penting mengenai Hari Akhir adalah sebagai berikut: Selama kekacauan mengerikan di hari akhir, Allah akan memerintahkan seorang hamba yang mempunyai akhlak yang mulia, yang dikenal sebagai Al Mahdi (pemberi petunjuk ke arah kebenaran), untuk mengajak umat manusia kembali ke jalan yang benar. Tugas pertama Al Mahdi akan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chanifanch.wordpress.com&amp;blog=11316221&amp;post=114&amp;subd=chanifanch&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#0000ff;">HARI AKHIR DAN MUNCULNYA AL MAHDI</span></p>
<p>Beberapa penjelasan penting mengenai Hari Akhir adalah sebagai berikut: Selama kekacauan mengerikan di hari akhir, Allah akan memerintahkan seorang hamba yang mempunyai akhlak yang mulia, yang dikenal sebagai Al Mahdi (pemberi petunjuk ke arah kebenaran), untuk mengajak umat manusia kembali ke jalan yang benar. Tugas pertama Al Mahdi akan berupa dikobarkannya perang pemikiran di dalam dunia Islam dan mengembalikan umat Muslin yang telah jauh dari intisari Islam sejati, menuju iman dan akhlak sesungguhnya. Dalam hal ini, Al Mahdi mempunyai tiga tugas dasar:</p>
<p>1. Menghancurkan seluruh sistem filsafat yang mengingkari keberadaan Allah dan mendukung ateisme.</p>
<p>2. Memerangi takhayul dengan membebaskan Islam penindasan orang-orang munafik yang telah menyimpangkan agama, dan kemudian mengungkap dan melaksanakan akhlak Islam sejati yang didasarkan pada aturan Al Qur’an.</p>
<p>3. Memperkuat seluruh dunia Islam, baik secara politik maupun sosial, dan kemudian mengembangkan perdamaian, keamanan, dan kesejahteraan serta memecahkan berbagai masalah kemasyarakatan.</p>
<p>Menurut sejumlah besar hadits, Nabi ‘Isa AS akan turun ke bumi pada waktu bersamaan dan akan menyeru seluruh pemeluk Kristen dan Yahudi, khususnya, untuk meninggalkan berbagai kepercayaan takhayul yang diyakini oleh mereka pada saat ini dan hidup menurut Al Qur’an. Ketika pemeluk Kristen telah mendengarkannya, umat Islam dan Kristen akan bersama di bawah satu keimanan dan dunia ini akan mengalami zaman perdamaian, keamanan, kebahagian, dan kesejahteraan terbesar yang dikenal sebagai Masa Keemasan.</p>
<p>TANDA-TANDA KEDATANGAN AL MAHDI</p>
<p>Penyimpangan mendalam</p>
<table cellspacing="0" cellpadding="3" width="302" align="right">
<tbody>
<tr>
<td height="213">
<div><img src="http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_books/images_mahdi/endoftimes45.jpg" alt="" width="300" height="192" /><br />
Charles Darwin</div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Sementara lingkungan yang menyimpang justru dapat membuat orang-orang beriman dengan iman yang kuat meningkat keimanan dan kesabaran mereka, dan pahala mereka di Hari Akhirat, lingkungan seperti ini menyebabkan orang-orang dengan iman yang lemah dan dangkal menjadi kehilangan keimanan mereka atau semakin memperlemahnya. Al Mahdi akan datang ketika lingkungan yang menyimpang ini sudah sangat dalam dan parah.</p>
<p><em>Al Mahdi, salah satu kaumku, muncul sebagai manusia dengan ridha Allah, saat Hari Pembalasan sudah dekat dan melemahnya hati orang-orang beriman karena kematian, kelaparan, dan hilangnya sunah, dan munculnya kemajuan teknologi dan hilangnya makna memerintahkan kebenaran dan melarang kemungkaran. Kemakmuran dan keadilannya akan memudahkan hati orang-orang yang beriman, dan persahabatan serta saling mencintai akan menyelesaikan perselisihan di antara bangsa-bangsa non-Arab dan Arab. (Al-Muttaqi al-Hindi, Al-burhan fi ’Alamat al-Mahdi Akhir al-Zaman, halaman. 66)</em></p>
<p><em>Kekacauan, penyimpangan, dan ketakutan akan muncul di Barat &#8230;. Penyimpangan akan meningkat pesat. (Mukhtasar Tazkirah Qurtubi)</em></p>
<p><em>Sejenis penyimpangan akan muncul ke permukaan. Tidak satu pun pihak mampu melindungi dirinya dari penyimpangan itu, dan penyimpangan itu menyebar segera ke setiap penjuru. Situasi ini akan bertahan hingga seseorang datang dan berkata, “Hai umat manusia, mulai saat ini pemimpinmu adalah Al Mahdi.” (Ibnu Hajar Haytahami, Al-Qawl al-Mukhtasar fi’alamat al-Mahdi al-Muntazar, hal. 23)</em></p>
<table cellspacing="0" cellpadding="3" width="309" align="left">
<tbody>
<tr>
<td height="178"><img src="http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_books/images_mahdi/endoftimes129.jpg" alt="" width="300" height="224" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Hadits ini berbicara mengenai sebuah penyimpangan yang akan menyentuh setiap orang dan menyebar dengan cepat. Dengan kata lain, sejenis penyimpangan yang dikenal oleh setiap orang dan menjadikan orang-orang beriman sebagai sasarannya. Penyimpangan ini menentang agama dan Allah. Saat ini, filsafat materialis adalah kecenderungan utama terbesar yang dirancang untuk menolak keberadaan dan penciptaan Allah. Landasan filsafat ini adalah &#8216;teori evolusi&#8217;, yang memberikan dasar, yang oleh pencetusnya disebut sendiri sebagai hal “ilmiah”. Walaupun tidak didasarkan pada bukti ilmiah dan logika apa pun, kalangan materialis tertentu di seluruh dunia tetap berusaha agar teori ini diterima, dengan menggunakan cara-cara yang dikaitkan dengan propaganda yang kuat, kebohongan, dan bahkan penipuan.</p>
<p>Pada saat ini, ketika teori ini telah merasuki hampir setiap rumah tangga melalui media massa dan televisi, maka setiap orang di dunia Islam dan di mana pun berada telah mendengarkannya. Teori ini adalah teori pertama yang dinyatakan sebagai kenyataan ketika seseorang masih kanak-kanak dengan cara kebohongan dan penipuan yang tidak terhitung banyaknya. Ketika mereka tumbuh semakin dewasa, mereka terus disesatkan oleh omong kosong lucu ini, bahwa mereka dan seluruh umat manusia muncul sebagai makhluk hidup hanya karena kebetulan dan bahwa mereka adalah keturunan monyet. Para pemuda dari semua usia dicuci otaknya di seluruh tingkatan pendidikan melalui kebohongan para evolusionis.</p>
<p>Ada sebuah poin penting yang perlu digarisbawahi di sini. Sebagaimana ditekankan oleh Rasulullah SAW pada salah satu haditsnya, penyimpangan yang menyebar cepat dan merata di seluruh dunia hanya bisa mengemuka ketika perangkat teknologi yang tepat tersedia, seperti yang ada sekarang (misalnya, media massa, penerbitan, media elektronik, internet, dan komunikasi satelit). Ketika teknologi tersebut belum muncul di masa lalu, penyimpangan tidak akan menyebar ke seluruh dunia. Akibatnya, tidak ada bentuk penyimpangan lain yang telah menyatakan perang atas keberadaan, penciptaan dan agama Allah terlihat di masa lalu. Semua hal ini adalah di antara tanda-tanda penting, sehingga datangnya Al Mahdi bertepatan dengan masa sekarang.</p>
<p>Larangan agama yang mendapatkan penerimaan</p>
<p>Gaya hidup yang marak pada masa sekarang, yang telah menyebar begitu luas dalam beberapa dekade terakhir, dan tidak membuat perbedaan yang jelas antara apa yang dilarang dan diperbolehkan oleh agama, dan justru mentolerir segala jenis penyimpangan, mencerminkan lingkungan yang digambarkan dalam hadits-hadits ini. Beberapa hadits menjelaskan lingkungan kegelapan ini, pertanda datangnya Al Mahdi, sebagai berikut:</p>
<p><em>Al Mahdi tidak akan muncul, kecuali orang-orang kafir menyerbu ke segala tempat dan secara terbuka dilakukan di depan umum. Yang berkuasa di saat seperti itu adalah penyerbuan oleh orang-orang tak beriman&#8230;. Itulah kekuatannya. (Mektubat-i Rabbani, 2:259) </em></p>
<p><em>Al Mahdi akan datang setelah berbagai penyimpangan keji (fitnah), di mana seluruh larangan dianggap sebagai hukum (Ibnu Hajar al-Haythami, Al-Qawl al-Mukhtasar fi `Alamat al-Mahdi al-Muntazar, hal. 23)</em></p>
<p>Perang Iran-Irak</p>
<table cellspacing="0" cellpadding="3" width="302" align="right">
<tbody>
<tr>
<td><img src="http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_books/images_mahdi/endoftimes122.jpg" alt="" width="300" height="208" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><em>Akan ada huru hara di bulan Syawal (bulan kesepuluh dalam kalender Hijriyah), pembicaraan tentang perang di bulan Dzulqa’dah (bulan kesebelas dalam kalender Hijriyah) dan pecahnya perang di bulan Dzulhijjah (bulan kedua belas). (Allamah Muhaqqiq Ash-Sharif Muhammad ibn &#8216;Abd al-Rasul, Al-Isaatu li Asrat&#8217;is-saat, hal. 166)</em></p>
<p><em>Tiga bulan yang dimaksudkan dalam hadits ini kebetulan bertepatan dengan bulan-bulan berkecamuknya Perang Iran Irak. Pemberontakan pertama atas Shah Iran berlangsung pada 5 Syawal 1398 (8 September 1976), seperti yang ditunjukkan oleh hadits ini, dan perang meletus antara Iran dan Irak pada bulan Dzulhijjah 1400 (Oktober 1980).</em></p>
<p>Hadits lain menjelaskan keterangan perang ini sebagai berikut:</p>
<p><em>Sebuah bangsa/suku akan datang dari arah Persia, dengan menyeru, “Kamu bangsa Arab! Kamu begitu bersemangat! Apabila Kamu tidak memberi hak mereka yang sebenarnya, tidak satu pun akan bersekutu denganmu &#8230; Hak itu harus diberikan kepada mereka satu hari dan kepadamu pada hari berikutnya, dan janji-janji kerja sama harus ditepati&#8230;! Mereka akan berangkat ke Mutekh; umat Islam akan turun ke lembah itu &#8230; Orang-orang musyrik akan berdiri di sana di tepi sebuah sungai hitam (Rakabeh) di sisi lain. Akan ada perang di antara mereka. Allah akan mencabut kedua pasukan itu dari kemenangan &#8230; (Al Barzeenji, Signs of the Judgment Day, hal. 179)</em></p>
<p>- Bangsa yang datang dari arah  Persia: bangsa yang datang dari wilayah Iran</p>
<p>- Persia: Iran, orang-orang Iran</p>
<p>- Turun ke lembah: Lembah, Lembah Iran</p>
<p>- Mutekh: Nama sebuah gunung di wilayah itu</p>
<p>- Rakabeh: Wilayah tempat sumur-sumur minyak terpusat</p>
<p>Hadits ini menarik perhatian karena pecahnya perselisihan rasial yang akan menyebabkan kedua belah pihak turun ke lembah (Lembah Iran) dan terjadinya perang. Kemudian, seperti yang dicatat di hadits ini, Perang Iran Irak berlangsung selama 8 tahun, dan walaupun ribuan korban telah berjatuhan, tetapi tidak satu pun pihak dapat menyatakan kemenangan atau keunggulan yang mutlak.</p>
<p>Pendudukan Afghanistan</p>
<p><em>Taliqan yang sangat miskin (sebuah wilayah di Afghanistan), yang di tempat itu berada harta Allah, tetapi bukan emas dan perak, tetapi terdiri dari orang-orang yang mengenal Allah seperti mereka seharusnya mengenalnya. (Al-Muttaqi al-Hindi, Al-Burhan fi Alamat al-Mahdi Akhir al-zaman, hal. 59)</em></p>
<table cellspacing="0" cellpadding="3" width="534" align="center">
<tbody>
<tr>
<td width="526"><img src="http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_books/images_mahdi/endoftimes12.jpg" alt="" width="208" height="240" /><img src="http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_books/images_mahdi/endoftimes191.jpg" alt="" width="300" height="240" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Ada suatu petunjuk bahwa Afghanistan akan diduduki selama Hari Akhir. Invasi Rusia ke Afghanistan berlangsung pada tahun 1979 (1400, menurut kalender Hijriyah). Selain itu, hadits ini mengajak kita memperhatikan kekayaan alam Afghanistan. Saat ini, kandungan minyak bumi yang besar, tambang besi dan tambang batu bara yang belum digali secara komersial telah ditemukan di sana.</p>
<p>Berhentinya aliran sungai Eufrat</p>
<table cellspacing="0" cellpadding="3" width="302" align="left">
<tbody>
<tr>
<td><img src="http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_books/images_mahdi/endoftimes84.jpg" alt="" width="300" height="230" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Berhentinya dan terganggunya aliran sungai Eufrat merupakan salah satu tanda kedatangan Al Mahdi.</p>
<p><em>Segera sungai Eufrat akan memperlihatkan kekayaan (gunung) emas, maka siapa pun yang berada pada waktu itu tidak akan dapat mengambil apa pun darinya. (HR Bukhari)</em></p>
<p><em>Sungai itu (Eufrat) akan memperlihatkan sebuah gunung emas (di bawah sungai itu). (Abu Daud)</em></p>
<p>Berbagai buku hadits menyebutkan kedua peristiwa ini. Al-Suyuti menyebutkan hadits ini sebagai ‘berhentinya air.’ Sebenarnya Bendungan Keban telah menghentikan aliran air sungai ini. Tanah sekitarnya telah menjadi sama nilainya dengan emas karena berbagai alasan, seperti dihasilkannya aliran listrik dan begitu suburnya tanah pertanian melalui fasilitas irigasi dan transportasi sejak bendungan itu dibuat. Bendungan ini menyerupai gunung betun, dan kekayaannya senilai emas yang keluar dari sungai itu. Oleh karena itu, dam ini menyerupai sifat-sifat ‘gunung emas’ (Allah-lah Yang Maha Tahu).</p>
<p>Gerhana bulan dan matahari di bulan Ramadhan</p>
<p><em>Ada dua tanda untuk kedatangan Al Mahdi &#8230; Yang pertama adalah gerhana bulan di malam pertama Ramadhan, dan kedua adalah gerhana matahari di pertengahan bulan ini. (Ibn Hajar al-Haythami, Al-Qawl al-Mukhtasar fi `Alamat al-Mahdi al-Muntazar, hal. 47)</em></p>
<p><em>Akan ada dua gerhana matahari di bulan Ramadhan sebelum kedatangan Al Mahdi. (Mukhtasar Tazkirah Qurtubi)</em></p>
<table width="302" align="right">
<tbody>
<tr>
<td><img src="http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_books/images_mahdi/endoftimes08.jpg" alt="" width="300" height="230" align="left" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><em>&#8230; Gerhana matahari di pertengahan bulan Ramadhan dan gerhana bulan di akhirnya &#8230;. (Al-Muttaqi al-Hindi, Al-Burhan fi Alamat al-Mahdi Akhir al-zaman, hal. 37)</em></p>
<p><em>Telah sampai kepadaku bahwa sebelum Al Mahdi datang bulan akan gerhana dua kali di bulan Ramadhan (Diriwayatkan oleh by Abu Nu&#8217;aym in al-Fitan)</em></p>
<p>Yang menarik di sini adalah, tidak mungkin akan ada dua gerhana matahari dan gerhana bulan dalam satu bulan. Hal ini tidak dapat terjadi pada keadaan biasa. Akan tetapi, sebagian besar tanda-tanda Hari Akhir merupakan peristiwa-peristiwa yang dapat dijangkau dan diwujudkan oleh pikiran manusia, dan tergantung pada alasan tertentu.</p>
<table cellspacing="0" cellpadding="3" width="117" align="left">
<tbody>
<tr>
<td height="165"><img src="http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_books/images_mahdi/endoftimes07.jpg" alt="" width="115" height="120" /><br />
A picture of the July 31, 1981, solar eclipse.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Apabila peristiwa-peristiwa ini dianalisis lebih lanjut, sejumlah perbedaan menjadi jelas. Yang terbaik dilakukan dalam keadaan seperti ini adalah menentukan hal-hal yang menjadi kesepakatan. Dugaan yang ada adalah sebagai berikut: akan ada gerhana matahari dan bulan selama bulan Ramadhan. Keduanya akan berjarak sekitar 14-15 hari dan gerhana-gerhana ini akan berulang dua kali.</p>
<p>Sejalan dengan perhitungan ini, ada sebuah gerhana bulan pada tahun 1981 (tahun Hijriyah 1401) pada hari ke-15 bulan Ramadhan dan gerhana bulan pada hari ke-29 pada bulan tersebut. Ada pula sebuah gerhana bulan “kedua” pada tahun 1982 (tahun Hijriyah 1402) pada hari ke-14 bulan Ramadhan dan gerhana matahari pada hari ke-28 pada bulan tersebut.</p>
<p>Ini juga penting, terutama karena dalam contoh khusus ini, akan ada sebuah gerhana bulan penuh di pertengahan bulan Ramadhan, sebuah ramalan yang paling mendekati kebenaran.</p>
<p>Kejadian peristiwa-peristiwa ini selama kurun waktu yang sama bertepatan dengan tanda-tanda kedatangan Al Mahdi. Hal tersebut, beserta kejadian ulangannya yang menakjubkan di permulaan abad keempat belas Hijriah selama dua tahun berturut-turut (1401-02), menjadikan kejadian-kejadian ini mungkin adalah tanda-tanda yang disebutkan oleh hadits.</p>
<p>Munculnya sebuah komet</p>
<table cellspacing="0" cellpadding="3" width="95" align="right">
<tbody>
<tr>
<td height="433"><img src="http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_books/images_mahdi/endoftimes101.jpg" alt="" width="93" height="300" /><br />
Pada tanggal 6 Maret, pesawat ruang angkasa Soviet Vega 1 terbang dalam jarak 5.500 mil dari komet Halley, dengan mengirimkan kembali berbagai gambar pertama tentang inti es komet ini.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><em>Sebuah bintang dengan ekor bercahaya akan muncul dari Timur sebelum munculnya Al Mahdi. (Ka’b al-Ahbar)</em></p>
<p><em>Sebuah komet akan muncul di Timur dengan mengeluarkan cahaya sebelum tiba. (Ibn Hajar al-Haythami, Al-Qawl al-Mukhtasar fi `Alamat al-Mahdi al-Muntazar, hal. 53)</em></p>
<p><em>Munculnya bintang itu akan terjadi setelah gerhana matahari dan bulan. (Al-Muttaqi al-Hindi, Al-Burhan fi Alamat al-Mahdi Akhir al-zaman, hal. 32)</em></p>
<p>Seperti yang disebutkan oleh sejumlah hadits, Pada tahun 1986 (1406 Hijriyah), komet Halley melintasi bumi. Komet ini merupakan sebuah bintang terang bersinar yang melintas dari Timur ke Barat. Ini terjadi setelah gerhana matahari dan bulan pada tahun 1981 dan 1982 (1401-1402 Hijriyah).</p>
<p>Kejadian munculnya bintang ini dengan tanda-tanda lain kemunculan Al Mahdi menunjukkan bahwa komet Halley adalah bintang seperti yang dimaksudkan di hadits ini.</p>
<p>Penyerbuan Ka’bah dan akibat pertumpahan darah</p>
<p>Orang-orang akan menunaikan ibadah haji bersama-sama dan berkumpul tanpa seorang Imam. Orang-orang yang naik haji akan dilempari dan akan ada sebuah peperangan di Mina yang menyebabkan banyak orang terbunuh dan darah akan mengalir sampai Jumratul Aqabah. (Jamra: sebuah pilar batu yang menjadi simbol Setan dan dilempari dengan batu jumrah selama ibadah haji.) (Diriwayatkan oleh &#8216;Amr ibn Shu&#8217;ayb, al-Hakim and Nu&#8217;aym ibn Hammad)</p>
<table width="302" align="left">
<tbody>
<tr>
<td><img src="http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_books/images_mahdi/endoftimes100.jpg" alt="" hspace="2" vspace="2" width="300" height="206" /><br />
Pada tahun 1979, ada sebuah pembantaian dalam suatu serangan di Ka&#8217;bah selama musim haji, tepat seperti yang diungkapkan di sebuah hadits. Serangan berdarah di Ka&#8217;bah ini berlangsung pada tanggal 1 Muharram 1400 (21 November 1979). Dengan kata lain, pada hari pertama bulan Hijriyah 1400, permulaan kurun waktu ketika tanda-tanda Hari Akhir mulai terjadi satu persatu.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><em>Orang-orang akan menunaikan ibadah haji tanpa seorang imam yang memimpin mereka. Peperangan besar akan pecah ketika sampai ke Mina dan mereka dilempari seperti anjing dilempari dan suku-suku saling menyerang satu dengan lainnya. Perselisihan ini meluas sehingga kedua kaki terkubur di genangan darah. (Al-Muttaqi al-Hindi, Al-Burhan fi Alamat al-Mahdi Akhir al-zaman, hal. 35) </em></p>
<p>Kata “pada tahun ketika dia akan muncul” menarik perhatian kita pada sebuah pembantaian yang akan terjadi pada tanggal kemunculan Al Mahdi. Pada tahun 1979, sebuah pembantaian yang sangat mirip dengan ini terjadi selama penyerbuan Ka’bah, yang terjadi selama bulan haji. Yang sangat menarik karena penyerbuan ini terjadi pada permulaan periode selama itu tanda-tanda munculnya Al Mahdi, yaitu hari pertama 1400 Hijriyah (21 November 1979).</p>
<p>Hadits-hadits ini juga menyebutkan pertumpahan darah dan pembantaian. Pembunuhan atas 30 orang selama bentrokan antara tentara Arab Saudi dan para militan yang melakukan penyerangan selama penyerbuan itu memperkuat kebenaran bagian lain dari hadits ini.</p>
<p>Tujuh tahun kemudian, sebuah peristiwa yang lebih berdarah terjadi selama bulan haji. Pada peristiwa ini, 402 jamaah haji yang melakukan demonstrasi terbunuh, dan banyak menimbulkan pertumpahan darah. Baik tentara Arab Saudi maupun jemaah haji Iran telah melakukan dosa besar karena mereka saling membunuh. Insiden berdarah ini mempunyai kesesuaian yang tinggi dengan peristiwa yang dijelaskan dalam hadits ini. <em><strong>Akan datang tangis peperangan di bulan Syawal dengan pecahnya perang, pembantaian, dan pembunuhan di bulan Dzulhijjah. Jamaah haji dijarah di bulan ini, jalan-jalan tidak dapat dilewati karena genangan darah, dan larangan agama dilanggar. Dosa besar telah dilakukan di sisi Rumah Penuh Berkah (Al Ka’bah). (Al-Muttaqi al-Hindi, Al-Burhan fi Alamat al-Mahdi Akhir al-zaman, hal. 37)</strong></em></p>
<p>Hadits ini menarik perhatian kita pada insiden yang akan terjadi di dekat Ka’bah. Insiden selama tahun 1407 Hijriyah sebenarnya terjadi dekat Ka’bah, dan bukan di dalamnya, yang berbeda dengan peristiwa tahun 1400 Hijriyah. Kedua insiden ini terjadi tepat seperti yang dimaksudkan oleh hadits-hadits tersebut.</p>
<p>Terlihatnya api di Timur</p>
<table cellspacing="0" cellpadding="3" width="302" align="right">
<tbody>
<tr>
<td width="304" height="46"><img src="http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_books/images_mahdi/endoftimes138.jpg" alt="" hspace="2" vspace="2" width="300" height="205" /><br />
Pada bulan Juli 1991, Irak melakukan invasi ke Kuwait, dan akibat dibakarnya sumur-sumur minyak Kuwait, Kuwait dan Teluk Persia diselimuti oleh nyala api.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Di bagian lain dari tanda-tanda munculnya Al Mahdi, buku Ikdidduerer menyatakan:<strong><em> ”Munculnya sebuah kebakaran besar yang terlihat di Timur hingga mencapai langit selama tiga malam. Terlihatnya warna merah yang besar tidak semerah warna fajar lazimnya, dan merebak di atas horison. (Al-Muttaqi al-Hindi, Al-Burhan fi Alamat al-Mahdi Akhir al-zaman, hal. 32)</em></strong></p>
<p><em>Sebuah kebakaran besar akan terjadi di Timur selama 3 atau 7 hari dalam sebuah rentetan yang diikuti dengan kegelapan di langit dan warna kemerahan baru yang tidak seperti warna merah biasa yang menyebar di atas langit. Sebuah pernyataan akan didengar dalam sebuah bahasa yang dapat dipahami bumi. (Allamah Muhaqqiq Ash-Sharif Muhammad ibn &#8216;Abd al-Rasul, Al-Isaatu li Asrat&#8217;is-saat, hal. 166)</em></p>
<p><em>Aku bersumpah bahwa sebuah api besar akan mengurungmu. Api itu sekarang dalam keadaan padam di lembah yang disebut Berehut. Api itu menelan orang-orang dengan rasa sakit yang pedih di dalamnya, membakarnya, dan menghancurkan jiwa dan harta, dan menyebar ke seluruh dunia dengan terbang seperti awan melalui bantuan angin. Panasnya di malam hari lebih tinggi daripada suhu siang hari. Dengan berjalan hingga sedalam pusat bumi dari kepala-kepala manusia, api itu menjadi sebuah keributan besar, tepat seperti kilat antara bumi dan langit, demikian beliau bersabda. (Mukhtasar Tazkirah Qurtubi)</em></p>
<p>Penjelasan singkat tentang api ini, sebuah tanda kedatangan Al Mahdi adalah sebagai berikut:Pada bulan Juli 1991, setelah invasi Irak ke Kuwait, sebuah kebakaran besar menyebar melintasi Kuwait dan Teluk Persia setelah pasukan Irak membakar sumur-sumur minyak Kuwait.</p>
<p>Selain itu, bagian pertama hadits ini mengatakan bahwa api itu berada ‘dalam keadaan padam.’ Oleh karena itu, api itu disebabkan oleh dibakarnya suatu zat yang mudah terbakar. Yang menunggu dalam keadaan padam bukanlah api itu sendiri, melainkan bahan yang akan dibakar oleh api tersebut.</p>
<p>Dalam hal ini, zat tersebut berarti minyak bumi di bawah tanah. Berehut adalah nama sebuah sumur – sebuah sumur minyak bumi. Ketika waktu itu datang, minyak bumi yang dikeluarkan dari sumur-sumur itu akan menjadi api yang siap untuk dibakar.</p>
<p>Sebuah tanda dari matahari</p>
<p><strong><em>Dia (Al Mahdi) tidak akan datang, kecuali ada sebuah tanda muncul dari matahari. (Ibn Hajar al-Haythami, Al-Qawl al-Mukhtasar fi `Alamat al-Mahdi al-Muntazar, hal. 47)</em></strong></p>
<p><em>Al Mahdi tidak akan datang, kecuali terbitnya matahari sebagai suatu pertanda. (Al-Muttaqi al-Hindi, Al-Burhan fi Alamat al-Mahdi Akhir al-zaman, hal. 33)</em></p>
<table cellspacing="0" cellpadding="3" width="701" align="center">
<tbody>
<tr>
<td height="269"><img src="http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_books/images_mahdi/02.jpg" alt="" width="320" height="281" align="left" /></p>
<p>Isyarat dari matahari mungkin adalah ledakan besar yang terjadi di abad kedua puluh. Di sebelah kiri gambar pada sisi ini adalah sebuah citra matahari yang diambil pada tahun 1996. Citra di sebelah kanan diambil pada tahun 2000 dan menunjukkan tampilan terakhirnya setelah ledakan tersebut.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Ledakan besar yang terdeteksi di matahari selama abad kedua puluh dapat merupakan tanda ini.</p>
<p>Selain itu, pada tanggal 11 Agustus 1999, gerhana matahari adalah gerhana terakhir abad kedua puluh. Gerhana ini adalah gerhana pertama yang dapat dilihat oleh begitu banyak orang dan dapat dipelajari dalam jangka waktu yang begitu panjang.</p>
<p>Membangun Kembali Tempat-tempat yang Telah Hancur</p>
<p><em>Pembangunan kembali tempat-tempat yang hancur di dunia dan reruntuhan bangunan-bangunan adalah tanda dan petunjuk penting Hari Kiamat (Ismail Mutlu, K?yamet Alametleri, (Signs of the Last Day), Mutlu Publications, Istanbul, 1999, hal.138)</em></p>
<table cellspacing="0" cellpadding="3" width="620" align="center">
<tbody>
<tr>
<td width="640" height="208"><img src="http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_books/images_mahdi/endoftimes74.jpg" alt="" hspace="2" vspace="2" width="300" height="175" /> <img src="http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_books/images_mahdi/endoftimes74a.jpg" alt="" hspace="2" vspace="2" width="300" height="175" /><br />
Reichstag (Parlemen Jerman) setelah penghancurannya pada tahun 1945. Gambar di bawah menunjukkan bangunan yang sama pada tahun 1999, setelah pembangunan kembali gedung tersebut. Banyak gedung tengah dibangun kembali dan dikembalikan ke penampilan sebelumnya dengan cara yang sama.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Berbagai hadits meriwayatkan bahwa Al Qur’an berbicara tentang Al Mahdi</p>
<p><em>Al Mahdi akan memerintah bumi, tepat seperti Dzulqarnain dan Sulaiman (Ibn Hajar al-Haythami, Al-Qawl al-Mukhtasar fi ‘Alamat al-Mahdi al-Muntazar, hal. 29)</em></p>
<p><em>Ashabul Kahfi akan menjadi para penolong Al Mahdi (Al-Muttaqi al-Hindi, Al-Burhan fi Alamat al-Mahdi Akhir al-zaman, hal. 59) </em><em><br />
</em></p>
<p><em> Jumlah penolong Al Mahdi akan sama banyaknya seperti orang yang melintasi sungai bersama Thalut (Al-Muttaqi al-Hindi, Al-Burhan fi Alamat al-Mahdi Akhir al-Zaman, hal. 57)</em></p>
<table cellspacing="5" cellpadding="3" width="701" align="center">
<tbody>
<tr>
<td><img src="http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_books/images_mahdi/endoftimes39.jpg" alt="" width="300" height="200" align="left" /></td>
<td height="206"><em> &#8220;&#8230; Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya, dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Qur’an), mereka itulah orang-orang yang beruntung.&#8221;</em></p>
<p><em> (QS Al A’raf: 157)</em></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/chanifanch.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/chanifanch.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/chanifanch.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/chanifanch.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/chanifanch.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/chanifanch.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/chanifanch.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/chanifanch.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/chanifanch.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/chanifanch.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/chanifanch.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/chanifanch.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/chanifanch.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/chanifanch.wordpress.com/114/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chanifanch.wordpress.com&amp;blog=11316221&amp;post=114&amp;subd=chanifanch&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://chanifanch.wordpress.com/2010/04/18/hari-akhir-munculnya-al-mahdi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5c6905a7499a842318c35e0fd0b16f1c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">chanifanch</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_books/images_mahdi/endoftimes45.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_books/images_mahdi/endoftimes129.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_books/images_mahdi/endoftimes122.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_books/images_mahdi/endoftimes12.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_books/images_mahdi/endoftimes191.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_books/images_mahdi/endoftimes84.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_books/images_mahdi/endoftimes08.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_books/images_mahdi/endoftimes07.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_books/images_mahdi/endoftimes101.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_books/images_mahdi/endoftimes100.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_books/images_mahdi/endoftimes138.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_books/images_mahdi/02.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_books/images_mahdi/endoftimes74.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_books/images_mahdi/endoftimes74a.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_books/images_mahdi/endoftimes39.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Perjalanan Mencari Kebenaran</title>
		<link>http://chanifanch.wordpress.com/2010/04/18/perjalanan-mencari-kebenaran/</link>
		<comments>http://chanifanch.wordpress.com/2010/04/18/perjalanan-mencari-kebenaran/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Apr 2010 03:00:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chanifanch</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://chanifanch.wordpress.com/?p=111</guid>
		<description><![CDATA[Perjalanan Mencari Kebenaran, Seorang Laki-laki bernama Salman al-Farisi Mukadimah Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah  Yang kami memuji-Nya, kami memohon pertolongan dan pengampunan dari-Nya, kami berlindung dari kejelekan jiwa-jiwa kami dan keburukan amal-amal kami. Barangsiapa yang mendapatkan petunjuk Allah, tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang disesatkan oleh-Nya, tidak ada yang dapat menunjukinya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chanifanch.wordpress.com&amp;blog=11316221&amp;post=111&amp;subd=chanifanch&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Perjalanan Mencari Kebenaran, Seorang Laki-laki bernama Salman al-Farisi</strong></span><br />
Mukadimah<br />
Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah  Yang kami memuji-Nya, kami<br />
memohon pertolongan dan pengampunan dari-Nya, kami berlindung dari<br />
kejelekan jiwa-jiwa kami dan keburukan amal-amal kami. Barangsiapa yang<br />
mendapatkan petunjuk Allah, tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan<br />
barangsiapa yang disesatkan oleh-Nya, tidak ada yang dapat menunjukinya.<br />
Saya bersaksi bahwasanya tiada Ilah yang Haq untuk disembah melainkan Allah,<br />
tiada sekutu bagi-Nya dan Muhammad  adalah hamba dan utusan Allah .<br />
Semoga Allah mencurahkan shalawat dan salam atas nabi terakhir, Muhammad,<br />
keluarganya dan para sahabatnya yang mulia.<br />
Di masa sekarang ini, banyak orang ingin tahu akan Islam, tetapi pengetahuan<br />
mereka mengenai agama ini bervariasi. Pengetahuan mereka mungkin<br />
diperoleh melalui artikel, buku, atau bagian dari sebuah buku rujukan yang<br />
mereka baca di sekolah. Mereka mungkin mengetahui sebagian orang Muslim,<br />
melewati sebuah Masjid, menonton film dokumenter atau berita malam, atau<br />
mungkin telah mengunjungi negara Muslim. Bagi sebagian orang, Islam<br />
‘hanyalah sebuah agama yang lain’, tetapi untuk sebagian besar lainnya, Islam<br />
telah menjadi sesuatu yang menarik untuk dicermati. Saya menulis buku ini<br />
bagi mereka yang selalu mencari dalam diri mereka jawaban terhadap<br />
pertanyaan-pertanyaan yang dimilikinya. “Siapa Aku? Siapakah Tuhan yang<br />
sebenarnya? Apakah jalan keselamatan yang sebenarnya? Apakah Islam itu? Jika<br />
saya menjadi seorang Muslim, apa artinya bagi diriku, keluargaku, dan<br />
masyarakat secara luas?”<br />
Sekarang ini, banyak orang yang menyadari bahwa semua kemajuan<br />
materaialistik dan sekular yang terjadi di dalam masyarakat telah melahirkan<br />
kevakuman spiritual, yang pada gilirannya membawa kepada persoalanpersoalan<br />
sosial, ekonomi, politik dan psikologi. Untuk alasan inilah, orangorang<br />
yang sebelumnya berkata: “Mari kita jalani hidup ini dan menikmatinya.”<br />
atau “Hai! Kita tidak ingin mengenal Tuhan,” sekarang ini kembali mencari<br />
kebenaran. Mereka mengajukan pertanyaan yang serupa dengan pertanyaan di<br />
atas. Hal ini karena fitrah manusia mengenal baik dan buruk, dan apa yang<br />
benar dan yang dusta. Tidak merasa nyaman ketika sifat-sifat Allah<br />
direndahkan, dan juga ketika sifat-sifat manusia dihubungkan dengan-Nya. Ia<br />
(fitrah manusia-pent.) mengetahui bahwa tidak mungkin ada lebih dari satu<br />
Perjalanan Mencari Kebenaran<br />
Tuhan yang haq, dan karenanya hanya ada satu agama yang benar yang<br />
diterima oleh-Nya. Allah tidak meminta sebagian dari ciptaan-Nya untuk<br />
menyembah-Nya semata, manakala (pada saat yang sama) memerintahkan<br />
untuk menyembah Yesus, Budha, api, cahaya, Khrisna, Josept Smith, matahari,<br />
bulan, Khomeini, Rama, kuil, para Nabi, Eliyah, Farakhan, salib, pohon, para<br />
wali, para pendeta, rahib, atau lainnya.<br />
Segalah sesuatu selain Allah adalah mahluk! Mereka tidak sempurna. Mereka<br />
membutuhkan yang lainnya, tetap Allah Maha Kaya. Dia lah Yang Awal dan<br />
tidak ada sesuatu sebelum-Nya, dan Yang Akhir, dan tidak ada sesuatu setelah-<br />
Nya. Kepada-Nya lah semuanya kembali. Dia tidak beranak dan tidak<br />
diperanakkan. Tidak ada manusia yang memberi-Nya nama Allah, sebaliknya<br />
Dia lah yang memberikan nama ini bagi diri-Nya. Artinya ‘Satu-satunya<br />
Sesembahan yang haq Yang patut dibadahi’. Dia bukanlah tuhan dari suatu<br />
kaum atau suku. Dia adalah Pencipta segala sesuatu. Oleh karena itu, hanya<br />
Allah saja yang berhak memperoleh ketundukan kita, dan Dia menyebutkan<br />
ketundukan ini dengan ‘Islam’.<br />
Namun demikian, kebingungan terjadi pada sebagian manusia ketika orangorang<br />
mulai menyembah mahluk, baik itu bernyawa ataupun tidak bernyawa,<br />
selain Allah! Dalam wahyu yang terakhir diturunkan kepada manusia, Al-Qur’an,<br />
Allah secara jernih menjelaskan tujuan penciptaan manusia di dunia. Secara<br />
lahir dan batin, manusia diseru untuk hidup yang sejalan dengan ketetapan<br />
Allah. Inilah arti ibadah dalam Islam, dan inilah tujuan kita semua diciptakan.<br />
Namun demikian, ada orang-orang yang mengakui Allah sebagai Satu-satunya<br />
Tuhan yang haq untuk disembah disembah, tetapi tidak menjalani<br />
kehidupannya sesuai dengan perintah Allah. Ibadah mereka menyelisihi apa<br />
yang dari Islam. Mreka bukanlah orang-orang yang atas mereka penilaian akan<br />
kriteria islam dijatuhkan. Islam adalah agama yang sempurna, tetapi orangorang<br />
(yang menganutnya) tidak. Kita diseru untuk masuk ke dalam Islam.<br />
Tujuan dari buku ini adalah untuk menyeru kepada manusia untuk mencari<br />
keselamatan mereka dengan menelaah kisah sebuah pencarian panjang oleh<br />
seseorang yang bernama Salman Al-Farisi. Kenapa tidak? Apakah kita<br />
mengetahui semuanya? Ketika kita mengetahui bahwa kita bahkan tidak<br />
memiliki udara yang kita hirup, dan bahwa kita tidak diciptakan secara sia-sia,<br />
dan kita tidak menciptakan diri kita sendiri, maka adalah wajar ketika<br />
seseorang memiliki keinginan untuk mengenal lebih jauh tentang Allah, Yang<br />
Menciptakan kita, Memberi kita Kehidupan, dan Dia yang suatu hari akan<br />
memanggil kita kembali kepada-Nya. Pada hari itu, akan ada kenikmatan abadi<br />
atau siksaan abadi.<br />
Perjalanan Mencari Kebenaran<br />
____________________________________________________________________________________________________________</p>
<p><strong>Salman dan Kisahnya</strong> <strong>Awal</strong></p>
<p>Tidak ada seorang pun yang dapat mengabarkan kisah Salman lebih baik dari<br />
dirinya sendiri. Salman  menceritakan kisahnya kepada salah seorang sahabat<br />
dan keluarga dekat Nabi Muhammad  yang bernama Abdullah bin Abbas ,<br />
yang kemudian menceritakannya kembali kepada yang lainnya.1 Ibnu Abbas<br />
berkata:<br />
Salman berkata, “Aku seorang dari bangsa Persia yang berasal dari<br />
Isfahaan2 dari sebuah desa yang dikenal dengan nama Jayyun. Ayahku<br />
adalah kepala desa. Baginya, aku adalah mahluk Allah yang paling<br />
dicintainya. Cintanya kepadaku sampai pada batas dimana dia<br />
mempercayaiku untuk mengawasi api3 yang dia nyalakan. Dia tidak akan<br />
membiarkannya mati.”<br />
Ini adalah sebuah petunjuk akan sikap baik seorang anak kepada ayahnya. Disini<br />
Salman menggunakan nama yang benar dari Tuhan yang haq, Allah. Nama Allah<br />
adalah nama yang sama digunakan oleh seluruh Nabi dan Rasul . Allah adalah<br />
nama Tuhan yang sama dalam bahasa Ibrani dari nabi kita Isa .<br />
Sebuah Agama yang Berbeda?<br />
“Ayahku memiliki areal tanah subur yang luas. Suatu hari, ketika dia sibuk<br />
dengan pekerjaannya, dia menyuruhku untuk pergi ke tanah itu dan memenuhi<br />
beberapa tugas yang dia inginkan. Dalam perjalanan ke tanah tersebut, saya<br />
melewati gereja Nasrani. Saya mendengarkan suara orang-orang shalat di<br />
dalamnya. Saya tidak mengetahui bagaimana orang-orang di luar hidup, karena<br />
ayahku membatasiku di dalam rumahnya! Maka ketika saya melewati orangorang<br />
itu (di gereja) dan mendengarkan suara mereka, saya masuk ke dalam<br />
untuk melihat apa yang mereka lakukan.”<br />
1 Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad-nya. (Penulis menukil hadits ini dan<br />
meringkasnya di beberapa tempat –pent.)<br />
2 Sebuah daerah di Barat Daya Iran.<br />
3 Ayah Salman adalah seorang Majusi yang menyembah api.<br />
Perjalanan Mencari Kebenaran</p>
<p>Munculnya Ketertarikan<br />
“Ketika saya melihat mereka, saya menyukai shalat mereka dan menjadi<br />
tertarik terhadapnya (yakni agama). Saya berkata (kepada diriku), ‘Sungguh,<br />
agama ini lebih baik daripada agama kami’”<br />
Salman memiliki pemikiran yang terbuka, bebas dari taklid buta.<br />
“Saya tidak meninggalkan mereka sampai matahari terbenam. Saya tidak pergi<br />
ke tanah ayahku.”<br />
Salman kemudian merenungkan agama ini yang pada saat itu dianggapnya<br />
sebagai keimanan yang benar. Sebuah perspektif dan hati yang baik yang terisi<br />
kesabaran adalah kemuliaan yang dibutuhkan untuk membebaskan diri<br />
seseorang dari batas-batas pemikiran seperti: “Baiklah saya akan mencari tahu,<br />
tetapi saya sangat sibuk sekarang,” dan lain-lain. Kematian mungkin saja<br />
mengetuk pintu lebih cepat daripada yang diharapkan.<br />
“Saya bertanya (yakni kepada orang-orang di gereja), ‘Darimana asal agama<br />
ini?”<br />
Mencari tahu asalnya adalah petunjuk bagi orang-orang yang ingin mencari<br />
agama yang benar. Asal dan intisari (pokok) adalah istilah-istilah mendasar<br />
yang membantu dalam proses pencarian. Darimana asal agama Islam dan apa isi<br />
pokok (ajarannya)? Islam datang dari Allah , Pencipta, Tuhan yang haq, dan<br />
intinya adalah berserah diri kepada-Nya<br />
Mereka menjawab: ‘Dari Syam4’. Kemudian saya kembali kepada Ayahku yang<br />
sedang khawatir dan mengirim (seseorang) untuk mencariku. Ketika saya tiba<br />
dia bertanya. “Wahai anakku! Dari mana engkau? Bukankah aku<br />
mempercayakanmu untuk sebuah tugas?” Saya berkata, “Wahai ayah, saya<br />
melewati orang-orang yang sedang shalat dalam gereja mereka dan saya<br />
menyukai agama mereka. Saya tinggal bersama mereka sampai matahari<br />
terbenam.’”<br />
Ini adalah kejujuran menakjubkan yang ditunjukkan oleh seseorang yang<br />
mengetahui dengan benar bahwa ayahnya sangat komitmen terhadap<br />
agamanya. Ini adalah bentuk keterbukaan yang harus dimiliki oleh seseorang<br />
yang mencari kebenaran.<br />
4 Yang dikenal dengan negara Syam sekarang ini termasuk empat negara, yaitu: Syiria, Yordania, Palestina<br />
dan Lebanon.</p>
<p>Penentangan<br />
“Ayahku berkata, ‘Wahai anakku! Tidak ada kebaikan pada agama itu,<br />
agamamu dan agama ayahmu dan agama nenek moyangmu lebih baik.’”<br />
Ini adalah topik dari semua orang yang taklid buta dalam perkara keimanan. Ini<br />
mengingatkan kita kepada firman Allah ,<br />
 <br />
<br />
                <br />
 #$<br />
      % &amp;  $              ! &#8221;</p>
<p>“Dan orang-orang yang kafir berkata: &#8220;Janganlah kamu mendengar dengan<br />
sungguh-sungguh akan Al Qur’an ini dan buatlah hiruk-pikuk terhadapnya,<br />
supaya kamu dapat mengalahkan mereka&#8221;. (QS Al-Fushilat [41] : 26)<br />
“Bahkan mereka berkata: &#8220;Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami<br />
menganut suatu agama, dan sesungguhnya kami orang-orang yang mendapat<br />
petunjuk dengan (mengikuti) jejak mereka&#8221;.” (QS Az-Zukhruf [43] : 22)<br />
“Mereka menjawab: &#8220;(Tidak), tapi kami (hanya) mengikuti apa yang kami<br />
dapati bapak-bapak kami mengerjakannya&#8221;.” (QS Luqman [31] : 22)<br />
“Belum pernah kami mendengar (seruan yang seperti) ini pada masa nenek<br />
moyang kami yang dahulu.” (QS Al-Mu’minuun [23] : 24)<br />
Seringkali, jika anda berbicara dengan orang yang masuk Islam dari agama lain,<br />
mereka berkata bahwa mereka mendengar (sesuatu) yang sama (dengan) yang<br />
Allah sebutkan mengenai orang-orang kafir. Perkara ini adalah sama. Ia datang<br />
dalam bentuk, “Apakah kamu akan meninggalakan agama bapakmu dan nenek<br />
moyangmu?” Tidak hanya itu, tetapi orang tua dan keluarga secara luas berdiri<br />
berhadapan (maksudnya menentang-pent.) dengan sang muallaf. Besarnya<br />
penentangan ini bisa berupa keadaan atau ancaman terhadap kehidupan<br />
sampai pada boikot. Ini adalah kecenderungan umum, namun demikian, ada<br />
beberapa kasus penentangan yang sangat sedikit bahkan netral.</p>
<p>“Saya berkata, ‘Tidak, demi Allah, ini lebih baik dari agama kita.’”<br />
Salman mencintai ayahnya, tetapi dia tidak menyanjungnya. Dia tidak<br />
berkompromi mengenai apa yang dia rasakan pada saat itu sebagai kebenaran.<br />
Apa tanggapan ayahnya?<br />
Salman berkata, “Dia mengancamku, merantai kedua kakiku dan<br />
memenjarakanku di rumahnya.”<br />
Seorang ayah menyakiti anaknya tercinta untuk mengubah pendiriannya dari<br />
mencari kebenaran. Banyak Nabi ditentang, dituduh, dianiaya oleh anggota<br />
keluarganya sendiri karena penentangan mereka terhadap ‘tradisi turun<br />
temurun’! Apakah Salman berhenti samapai disana?<br />
Jalan Keluar<br />
Ia berkata, “Saya mengirimkan pesan kepada kaum Nasrani tersebut meminta<br />
mereka memberi kabar akan kedatangan para pedaganng Nasrani dari Syam.<br />
Rombongan pedagang tiba dan mereka mengabariku, maka kukatakan (kepada<br />
orang-orang Nasrani tersebut) untuk memberi tahu kapan rombongan pedagang<br />
itu menyelesaikan urusannya dan bergerak kembali ke negrinya. (Lalu) saya<br />
dikabari (oleh mereka) ketika orang-orang Syam telah menyelesaikan<br />
perdagangan mereka dan bersiap-siap untuk kembali ke negrinya, maka saya<br />
lepaskan rantai dari kakiku dan mengikuti rombongan itu sampai tiba di Syam.”<br />
Dia tidak menyerah pada perintah zalim ayahnya. Dia bertekad untuk<br />
kebenaran, yang akhirnya membawanya mengetahui kebenaran mengenai Sang<br />
Pencipta, Allah .</p>
<p>“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar<br />
akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.”<br />
(QS Al-Ankabut [29] : 69)<br />
Salman berketetapan hati dan mulai mencari kebenaran, tidak perduli<br />
kenyataan bahwa negeri tersebut jauh dan asing baginya. Allah , mengetahui<br />
kejujurannya, membimbingnya dengan memudahkan baginya untuk<br />
mendapatkan sesuatu yang dipergunakan untuk melakukan perjalanan ke Syam.</p>
<p>Inilah dia, Tetapi&#8230;!<br />
“Pada saat kedatanganku, saya bertanya, “Siapakah yang paling alim diantara<br />
semua orang dari agamamu ini?’”<br />
Salman mencari kebenaran yang nyata, dan karenaya dia mencari orang yang<br />
paling beriman diantara penduduk Syam. Kenapa tidak? Orang-orang menyukai<br />
makanan terbaik, pasangan terbaik, dan pakaian terbaik. Salman mencari yang<br />
terbaik dalam hal keimanan.<br />
“Mereka berkata, ‘Pendeta, (dia ada) di dalam gereja.’ Saya datang kepadanya<br />
dan berkata, ‘Saya menyukai agama ini, dan saya ingin menyertaimu dan<br />
berkhikmad di gereja, agar saya dapat belajar darimu dan shalat bersamamu.’”<br />
Salman menyadari sejak awal bahwa ilmu hanya dapat diperoleh dengan<br />
menyertai ahlinya (orang yang memiliki ilmu-pent.). Sebagai balasannya, dia siap<br />
menawarkan dirinya sebagai pelayan dari pendeta tersebut. Kerendahan dari<br />
oang-orang yang mencari kebenaran membawa mereka lebih dekat dan lebih<br />
dekat kepada kebenaran itu. Tidak adanya sikap rendah diri ini, berlaku<br />
sombong; orang-orang melihat tanda-tanda kebenaran, tetapi keangkuhannya<br />
membawa mereka kepada kehancuran.</p>
<p>“Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan (mereka)<br />
padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya. Maka perhatikanlah betapa<br />
kesudahan orang-orang yang berbuat kebinasaan.” (QS An-Naml [27] : 14)<br />
Harta, status sosial, dan faktor-faktor materi lainnya seharusnya tidak menahan<br />
seseorang dari mencari kebenaran, yang pada akhirnya akan berpengaruh<br />
terhadap masa depannya. Semua hal ini akan hilang, dan orang tersebut akan<br />
memasuki kuburnya tanpa sesuatu apapun kecuali amal-amalnya. Amal-amal ini<br />
adalah yang berada dalam hati (iman), dan dari perkataan dan perbuatan<br />
anggota badan, yang merupakan manifestasi dari amalan-amalan hati. Apakah<br />
aku telah berserah diri kepada Penciptaku? Apakah aku hidup menuruti<br />
perintah-Nya sebagaimana yang dijelaskan dalam Al-Qur’an dan oleh ajaran<br />
Rasul terakhir, Muhammad ? Hanya inilah yang akan bermanfaat pada Hari<br />
Pengadilan.<br />
“(yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orangorang<br />
yang menghadap Allah dengan hati yang bersih,” (QS Asy-Syu’araa [26] :<br />
88-89)</p>
<p>“Dia (pendeta itu) berkata, ‘Engkau boleh masuk dan tinggal bersamaku,’ maka<br />
saya pun bergabung bersamanya.” Setelah beberapa waktu, Salman<br />
menemukan sesuatu pada pendeta tersebut. Dia adalah seorang laki-laki yang<br />
buruk yang memerintahkan dan menganjurkan kaumnya untuk membayar<br />
sedekah, hanya untuk menyimpannya bagi dirinya sendiri. Dia tidak<br />
memberikannya kepada orang-orang miskin. Dia telah menimbun tujuh guci<br />
emas dan perak!<br />
“Saya membencinya karena perbuatannya.”<br />
Jelas bahwa kebenciannya terhadap sang pendeta tidak menghentikannya<br />
mencari kebenaran. Allah Ta’ala menunjukinya, mengetahui keikhlasannya<br />
dalam mencari kebenaran.<br />
“Dia (pendeta itu) meninggal. Orang-orang Nasrani berkumpul untuk<br />
menguburkannya. Saya memberitahu mereka bahwa dia adalah seorang yang<br />
jahat, yang memerintahkan dan mendorong orang-orang untuk memberikan<br />
kepadanya sedekah hanya untuk disimpannya sendiri, dan dia tidak<br />
memberikannya kepada orang-orang miskin. Mereka berkata, ‘Bagaimana<br />
engkau mengetahuinya?’ Saya menjawab, ‘Saya dapat menunjukkan kepada<br />
kalian harta simpanannya.’ Mereka berkata, ‘Tunjukkanlah kepada kami!’ Maka<br />
saya menunjukkan kepada mereka tempat (dimana dia menyimpan hartanya)<br />
dan mereka menemukan darinya tujuh buah guci yang dipenuhi tumpukan emas<br />
dan perak. Ketika mereka melihatnya mereka berkata, ‘Demi Allah kami tidak<br />
akan menguburkannya.’ Mereka mencac-maki dan melemparnya dengan<br />
batu.’”5<br />
5 Catatan: Sebuah poin yang penting disini adalah bahwa Salman tidak berbalik dari apa yang<br />
dianggapnya sebagai kebenaran pada saat itu karena perbuatan seseorang. Dia tidak berkata, “Lihatlah<br />
orang-orang Nasrani ini! Yang terbaik diantara mereka sangat buruk!” Sebaliknya, dia memahami bahwa<br />
dia harus menilai agama tersebut pada ajarannya, dan bukan pada para pengikutnya.</p>
<p>Keinginan itu Sangat Kuat<br />
Salman berkata, “Mereka menggati pendeta mereka. Demi Allah saya tidak<br />
pernah melihat seseorang yang shalat lima waktu lebih baik darinya; tidak juga<br />
seseorang yang lebih zuhud dari kehidupan dunia ini dan sangat condong<br />
kepada akhirat, tidak juga seseorang yang lebih bersungguh-sungguh bekerja<br />
siang dan malam (dibanding dengannya). Saya mencintainya lebih daripada<br />
orang lain yang saya cintai sebelumnya.”<br />
Ada lima shalat sehari semalam yang diwajibkan dalam Islam. Allah<br />
mengajarkan kepada Nabi Muhammad  tata cara mengerjakan shalat beserta<br />
waktunya. Itu bukanlah jenis shalat yang dibuat dan dilaksanakan oleh sebagian<br />
orang. Shalat adalah fondasi Islam. Apabila dilaksanakan sesuai dengan cara<br />
Nabi , maka dia akan mensucikan seseorang dari dosa-dosa dan kesalahannya<br />
yang dilakukannya pada hari tersebut.<br />
“Saya tinggal bersamanya selama beberapa waktu sebelum dia meninggal.<br />
Ketika ajalnya hampir tiba saya berkata kepadanya, “Wahai fulan, saya tinggal<br />
bersamamu dan mencintaimu lebih dari apapun yang saya cintai sebelumnya.<br />
Kini takdir Allah (yakni kematian) telah tiba, apa yang engkau wasiatkan<br />
kepadaku agar kupegang, dan apa yang engkau perintahkan kepadaku?”<br />
Salman mulai berpikir siapa yang akan diikutinya ketika sang pendeta tiada. Dia<br />
kembali berpikir untuk mencari seorang yang shalih dan berilmu. Keinginan dan<br />
kesiapannya untuk mencari kebenaran telah tetap.<br />
“Sang pendeta berkata, ‘Demi Allah, orang-orang telah merugi; mereka telah<br />
merubah dan mengganti (agama) apa yang mereka berada di atasnya. Saya<br />
tidak mengetahui seorang pun yang masih berpegang kepada agama yang saya<br />
berada di atasnya kecuali seorang laki-laki di Musil6, maka bergabunglah<br />
dengannya.’ (dan dia memberikan Salman nama orang tersebut).”<br />
6 Al-Musil: Kota besar di barat laut Iraq.</p>
<p>Langkah Berikutnya<br />
Ketika pendeta itu meninggal, Salman berangkat ke al-Musil dan bertemu<br />
dengan orang yang disebutkan. “Saya berkata kepadanya, “Fulan, pada saat<br />
kematiannya mewasiatkan kepadaku untuk bergabung bersamamu. Dia berkata<br />
engkau berpegang pada (agama) yang sama dengannya.’ Laki-laki Musil<br />
tersebut berkata kepada Salman untuk tinggal bersamanya. ‘Saya tinggal<br />
bersamanya dan mendapati dirinya seseorang yang terbaik yang berpegang<br />
kepada perkara (agama) sahabatnya.’”<br />
“Lalu dia meninggal,” kata Salman. Ketika ajal mendatanginya, Salman<br />
meminta kepadanya (sebagaimana yang dia lakukan sebelumnya dengan<br />
sahabatnya yang pertama) untuk mewasiatkan orang lain yang berada di atas<br />
agama yang sama. Laki-laki itu berkata, “Demi Allah! Saya tidak mengenal<br />
seseorang pada perkara (agama) yang sama seperti kami kecuali seorang lakilaki<br />
di Nasibin7 dan namanya adalah (fulan bin fulan), maka pergi dan<br />
bergabunglah dengannya.”<br />
Kembali, Langkah Berikutnya<br />
“Setelah kematiannya, saya melakukan perjalanan menuju kepada laki-laki dari<br />
Nasibin.” Salaman menemukan orang tersebut dan tinggal bersamanya selama<br />
beberapa waktu. Peristiwa yang sama terjadi. Ajal menghampiri, dan sebelum<br />
orang itu meninggal, Salman datang kepadanya dan bertanya akan wasiatnya<br />
kepada siapa dan kemana dia pergi. Laki-laki tersebut mewasiatkan Salman<br />
untuk bergabung dengan seorang laki-laki lain di Amuriyah8 yang juga berada di<br />
atas agama yang sama.<br />
Salman pindah ke Amuriyah setelah kematian sahabatnya. Dia menemukan<br />
orang yang di dimaksudkan dan bergabung bersamanya dalam agamanya.<br />
Salman (pada saat itu) bekerja dan, mendapatkan beberapa ekor sapi dan dan<br />
seekor kambing.’<br />
Cara mencari nafkah yang baik dan halal adalah sangat penting bagi orangorang<br />
yang beriman. Tentu saja pengaruh uang sangat besar, banyak orang<br />
telah menjual diri dan prinsip-prinsipnya dengan harga yang murah, dan banyak<br />
yang menjadi munafik demi uang. Namun demikian, ada orang-orang yang<br />
berdiri di atas kebenaran tidak perduli apapun yang mungkin mereka lewatkan.<br />
Hal ini membawa kedamaian di hati dan pikiran.<br />
7 Nasibin: Sebuah kota di tengah perjalanan antara Musil dan Syam.<br />
8 Amuriyah: Sebuah kota yang merupakan bagian dari Wilayah Timur Kekaisaran Romawi.</p>
<p>Sebuah Langkah Besar<br />
Ajal mendekati laki-laki Amuriyah tersebut. Salman mengulang permintaannya,<br />
tetapi (kali ini) jawabannya berbeda. Laki-laki itu berkata, “Wahai anakku!<br />
Saya tidak mengenal seorang pun yang berpegang pada perkara (agama) yang<br />
sama dengan kita. Namun demikian, seorang Nabi akan datang pada masa<br />
kehidupanmu, dan Nabi ini berada pada agama yang sama dengan agama<br />
Ibrahim.”<br />
Pendeta itu mengenal milah Ibrahim. Ini adalah asal dari tauhid, dan seruan<br />
untuk beribadah hanya kepada Allah semata. Pendeta tersebut mengetahui<br />
dengan benar bahwa Ibrahim mengatakan kepada anak-anaknya:</p>
<p>“Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian<br />
pula Ya&#8217;qub. (Ibrahim berkata): &#8220;Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah<br />
memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk<br />
agama Islam&#8221;. (QS Al-Baqarah [2] : 132)<br />
Ibrahim menikahi Sarah dan Hajar. Keturunannya dari perkawinannya dengan<br />
Sarah adalah Ishak, Yaqub, Daud, Sulaiman, Musa dan Isa, alaihimush shalatu<br />
wassalam; dan keturunannya dari perkawinannya dengan Hajar adalah Ismail<br />
dan Muhammad . Ismail dibesarkan di Makkah di Arab, dan Muhammad <br />
adalah dari keturunan beliau.<br />
Pendeta tersebut mengetahui bahwa keimanan Ibrahim adalah keimanan yang<br />
benar untuk diikuti. Dia tentunya telah membaca janji Allah untuk menjadikan<br />
‘Kaum Besar’ dari keturunan Ismail (Genesis 21:18), dan oleh karena itu dia<br />
mewasiatkan Salman untuk pergi dan bergabung dengan Nabi , yang berasal<br />
dari keturunan Ismail, yang berserah diri kepada Allah dan mengikuti millah<br />
Ibrahim.</p>
<p>“Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka,<br />
yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan<br />
kepada mereka Al Kitab (Al Qur&#8217;an) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta<br />
mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha<br />
Bijaksana.” (QS Al-Baqarah [2] : 129)<br />
“Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad): &#8220;Ikutilah agama Ibrahim<br />
seorang yang hanif&#8221; dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang<br />
mempersekutukan Tuhan.” (QS An-Nahl [16] : 123)</p>
<p>“Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang<br />
mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad), beserta orang-orang yang beriman<br />
(kepada Muhammad), dan Allah adalah Pelindung semua orang-orang yang<br />
beriman.” (QS Al-Imran [3] : 68).<br />
Laki-laki itu menggambarkan Nabi ini, berkata, “Dia akan diutus dengan agama<br />
yang sama dengan (agama) Ibrahim. Dia akan datang di negeri Arab dan akan<br />
hijrah ke wilayah antara dua wilayah yang dipenuhi oleh batu-batu hitam<br />
(seolah telah terbakar api). Ada pohon-pohon kurma tersebar ditengah-tengah<br />
kedua tanah ini. Dia dapat dikenali dengan tanda-tanda tertentu. Dia (akan<br />
menerima) dan makan (dari) makanan yang diberikan sebagai hadiah, tetapi<br />
tidak akan makan dari sedekah. Stempel kenabian akan berada diantara<br />
pundaknya. Jika engkau dapat pindah ke negeri itu, maka lakukanlah.”<br />
Laki-laki tersebut mengetahui tentang kedatangan seorang Nabi dari bangsa<br />
Arab, dari saudara Bani Israil (Deuteronomy 18, 17-18: “Saya akan<br />
membangkitkan seorang nabi diantara mereka, seperti engkau (yakni Musa)9<br />
9 Seorang Nabi yang menyerupai Musa :<br />
Perbandingan Isa  Muhammad  Musa <br />
Kelahiran Biasa * Biasa* Biasa*<br />
Kehidupan Keluarga Tidak menikah, tidak<br />
memiliki keturununa<br />
Menikah, memiliki<br />
keturunan<br />
Menikah, memiliki<br />
keturunan<br />
Kematian Belum mati Biasa ** Biasa**<br />
Terpaksa hijrah (di<br />
masa dewasanya)<br />
Tidak Ke Madinah Ke Madyan<br />
Penulisan wahyu setelah kepergiannya di masa kehidupannya di masa kehidpannya<br />
Penerimaan atas<br />
kepemimpinannya<br />
(dari kaumnya)<br />
Ditolak oleh sebagian<br />
besar bani Israil<br />
Ditoak lalu diterima Ditolak lalu diterima<br />
*Maksudnya dilahirkan sebagaimana umumnya manusia dilahirkan dari rahim seorang ibu –pent.<br />
**Maksudnya mengalami kematian sebagaimana kematian yang dialami oleh manusia pada umumnya.<br />
dan akan menempatkan perkataan-Ku di mulutnya.10 Dan dia akan mengatakan<br />
kepada mereka semua yang Aku perintahkan kepadanya”). Tentu saja, ayat ini<br />
tidak merujuk kepada Yesus sebagaimana yang berusaha diterjemahkan oleh<br />
Paul (Act 13:22-23). Yesus bukanlah dari keturunan Ismail dan dia sendiri<br />
adalah dari Bani Israil,11 dia bukan dari saudara mereka (Bani Isranil).<br />
Laki-laki tersebut mengetahui apa yang disebutkan dalam kitab mereka<br />
mengenai wahyu Tuhan (Allah) datang dari Timan (bagian utara kota Madinah di<br />
negeri Arab, menurut kamus Injil J. Hasting), dan ‘Ruhul Qudusi’ datang dari<br />
Faran.12 Menurut Genesis 21:21, pegunungan Faran adalah tempat dimana Nabi<br />
Ismail  bertempat tinggal dan memiliki dua belas anak, salah satu<br />
diantaranya adalah Kedar, anak kedua Ismail . Dalam Isaiah 42:1-13,<br />
‘kekasih Tuhan’ dihubungkan dengan keturunan Kedar, nenek moyang Nabi<br />
Muhammad .<br />
Ketika Nabi Muhammad  mendakwahi penduduk Makkah untuk berserah diri<br />
kepada Allah, sebagian besar mereka menolak, dan berencana untuk<br />
membunuh Nabi . Beliau bersama orang-orang yang masuk Islam<br />
diperintahkan oleh Allah untuk hijrah ke Madinah. Lalu perang terjadi di Badar<br />
antara “sedikit orang dengan persenjataan seadanya’ diwakili oleh Muhammad<br />
 dan para pengikutnya, dan kaum kafir dari Makkah, setahun setelah Nabi <br />
hijrah. Nabi  dan para sahabatnya memperoleh kemenangan (Isaiah 21 : 13-<br />
17).<br />
Laki-laki tersebut mengetahui bahwa Yesus (Isa ) memberitahukan tentang<br />
kedatangan Nabi Ahmad  (Muhammad ).13 Ini adalah berita gembira yang<br />
Allah kabarkan melalui lisan Yesus (Isa ).<br />
10 Muhammad  berumur 40 tahun ketika beliau berada di gua ira di Makkah ketika Malaikat Jibril<br />
memerintahkan kepadanya, “Bacalah!” Muhammad  erasa ketakutan dan menjawab, “Saya tidak dapat<br />
membaca!” Kemudian Jibril membacakan dan Nabi  mengikuti (membaca firman Allah,<br />
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari<br />
segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan<br />
perantaran kalam, Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS Al-Alaq [96] : 1-5)<br />
11 Perhatikan juga bahwa Injil merujuk kepada bani Israil sebagai ‘saudara’ dari Ismail. Contoh: Gen, 16:12<br />
dan Gen 25:18.<br />
12 “Tuhan (wahyu-Nya) datang dari Timan, dan Ruhul Qudus datang dari Gunung Faran Selah.<br />
Kemuliannya meliputi langit dan bumi dipenuhi oleh pujiannya.” (Habakkuk 3:3)<br />
13 Ahmad secara lafazh berarti: ‘orang yang paling banyak memuji Allah lebih daripada yang lainnya’. Ini<br />
adalah nama kedua Nabi Muhmmad  yang berkata dalam sebuah hadits shahih,</p>
<p>‘Aku memiliki lima nama: Aku adalah Muhmmad dan Ahmad, Aku Al-Maahi yang melaluiku Allah<br />
menghapuskan kekafiran, aku adalah Al-Hasyr yang akan menjadi pertama yang dibangkitkan, dan aku<br />
adalah al-Aqib (yakni tidak ada Nabi setelahku).” (HR Bukhari)<br />
“Dan (ingatlah) ketika &#8216;Isa ibnu Maryam berkata: &#8220;Hai Bani Israil, sesungguhnya<br />
aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu<br />
Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang<br />
akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).&#8221;” (QS Ash-Shaf<br />
[61] : 6)<br />
Laki-laki itu meninggal dan Salman tinggal di Amuriyah. Suatu hari, “Beberapa<br />
pedagang dari Bani Kalb14 melewatiku,” Salman berkata, “Saya berkata kepada<br />
mereka, ‘Bawalah saya ke negeri Arab dan Saya akan memberikan sapi-sapi dan<br />
kambing yang aku miliki.’” Mereka berkata, “Baiklah.” Salman memberikan<br />
kepada mereka apa yang dia tawarkan, dan mereka pun memebawa Salman<br />
ikut bersama mereka. Ketika mereka mendakati Wadi Al-Qura (dekat dengan<br />
Madinah), mereka menjualnya sebagai budak kepada seorang Yahudi. Salman<br />
tinggal bersama Yahudi tersebut, dan dia melihat pohon-pohon kurma (yang<br />
digambarkan oleh sahabatnya sebelumnya). “Saya berharap ini adalah tempat<br />
yang sama dengan yang digambarkan sahabatku.” Kata Salman. Suatu hari,<br />
seorang laki-laki yakni sepupu majikan Salman dari suku Yahudi Bani Quraidha<br />
di Madinah datang berkunjung. Dia membeli Salman dari majikan Yahudi-nya,<br />
“Dia membawaku ke Madinah. Demi Allah! Ketika saya melihatnya, saya tahu<br />
itulah tempat yang disebutkan oleh sahabatku.”<br />
“Kemudian Allah mengutus Rasul-Nya (yakni Muhmammad ). Dia tinggal di<br />
Makkah selama beberapa waktu.15 Saya tidak mendengar apapun tentangnya<br />
karena saya sangat sibuk dengan pekerjaan sebagai budak, dan kemudian<br />
beliau hijrah ke Madinah.”<br />
Lebih lanjut Salman berkata, “(Suatu hari) saya sedang berada di atas pohon<br />
kurma di puncak salah satu rumpun kurma melakukan beberapa pekerjaan<br />
untuk majikanku. Saudara sepupunya datang kepadanya dan berdiri di<br />
hadapannya (majikan Salman sedang duduk) dan berkata, ‘Celaka Bani Qilah<br />
(orang-orang dari suku Qilah), mereka berkumpul di Quba16 disekitar seorang<br />
laki-laki yang datang hari ini dari Makah mengatakan (dirinya sebagai) seorang<br />
Nabi!”<br />
“Saya bergetar hebat ketika mendengarnya hingga saya khawatir saya akan<br />
jatuh menimpa majikanku. Saya turun dan berkata, “Apa yang engkau katakan?<br />
Apa yang engkau katakan?” Majikanku menjadi marah dan memukulku dengan<br />
pukulan yang kuat seraya berkata, “Apa urusanmu mengenai ini? Pergi dan<br />
14 Salah satu suku Bangsa Arab<br />
15 Selama 13 tahun setelah beliau menerima wahyu dari Allah<br />
16 Di kota Madinah<br />
kerjakanlah pekerjaanmu!” Saya berkata, “Tidak, saya hanya ingin memastikan<br />
apa yang telah ia katakan”.<br />
‘Pada malam itu, saya pergi untuk menemui Rasulullah  ketika beliau berada<br />
di Quba. Saya membawa serta apa yang saya simpan. Saya masuk dan berkata,<br />
‘Saya telah diberitahu bahwa engkau adalah seorang laki-laki yang shalih dan<br />
para sahabatmu adalah orang-orang asing yang membutuhkan. Saya ingin<br />
memberikan kepadamu sesuatu yang saya simpan sebagai sedekah. Saya<br />
melihat kalian berhak mendapatkannya lebih daripada orang yang lain.’”<br />
Salman berkata, “Saya menawarkan kepadanya; dia berkata kepada para<br />
sahabatnya, ‘Makanlah,’ tetapi dia sendiri menjauhkan tangannya (yakni tidak<br />
makan). Saya berkata kepada diriku sendiri, ‘Inilah dia (yakni salah satu tandatanda<br />
kenabiannya).<br />
Setelah pertemuannya dengan Nabi , Salman kembali untuk mempersiapkan<br />
ujian berikutnya! Kali ini dia membawa hadiah untuk Nabi  di Madinah. “Saya<br />
melihat engkau tidak makan dari sedekah, karena itu (ambillah) hadiah ini yang<br />
dengannya saya ingin menghormati engkau.” Nabi  makan darinya dan<br />
memerintahkan para sahabatnya untuk melakukannya, yang diikuti oleh<br />
mereka. Saya berkata kepada diriku, ‘Sekarang ada dua (yakni dua tanda<br />
kenabian).’”<br />
Pada pertemuan ketiga, Salman datang ke Baqi’ul Gharqad (tempat<br />
pemakaman para sahabat Nabi ) dimana Nabi  sedang menghadiri<br />
pemakanan salah seorang sahabatnya. Salman berkata, “Saya menyapanya<br />
(dengan sapaan Islam: ‘Assalamu’alaikum’), dan kemudian berputar ke<br />
belakangnya hendak melihat stempel (kenabian) yang digambarkan kepadaku<br />
oleh sahabatku. Ketika beliau  melihatku, beliau mengetahui bahwa saya<br />
sedang berusaha membuktikan sesuatu yang digambarkan kepadaku. Beliau<br />
melepaskan kain dari pnggungnya dan saya melihat stempel itu. Saya<br />
mengenalinya. Saya membungkuk dan menciumnya dan menangis. Rasulullah <br />
memerintahkanku untuk berbalik (yakni berbicara kepadanya). Saya<br />
menceritakan kisahku sebagaimana yang saya kisahkan kepadamu, Ibnu Abbas<br />
(ingat bahwa Salman sedang menceritakan kisahnya kepada Ibnu Abbas). Beliau<br />
 sangat menykainya sehingga memintaku menceritakan seluruh kisahku<br />
kepada para sahabatnya.”</p>
<p>Penghambaan Hanya Kepada Allah<br />
Salman melanjutkan kisahnya kepada Ibnu Abbas:<br />
Dia masih menjadi milik (budak) majikannya. Dia tidak ikut dua peperangan<br />
menghadapi kaum kafir Arab. Nabi  berkata kepadanya, “Buatlah perjanjian<br />
(dengan tuanmu) untuk kebebasanmu, hai Salman.” Salam mematuhi dan<br />
membuat perjanjian (dengan tuannya) untuk kebebasannya. Dia mendapatkan<br />
persetujuan dengan majikannya dimana dia akan membayar majikannya 40<br />
ukiyah emas dan berhasil menanam 300 pohon kurma yang baru. Nabi <br />
berkata kepada para sahabatnya, “Bantulah saudaramu.”<br />
Mereka membantunya dengan pohon kurma dan mengumpulkan baginya jumlah<br />
yang diminta. Nabi  memerintahkan Salman untuk menggali lubang yang<br />
cukup untuk menanam bibit, dan beliau menananam setiap bibit dengan<br />
tangannya sendiri. Salman berkata. “Demi Yang jiwaku berada di tangan-Nya,<br />
tidak satupun pohon yang mati.” Salman memberikan pohon-pohon tersebut<br />
kepada majikannya. Nabi  memberi Salman emas sebesar telur ayam dan<br />
berkata, “Bawalah ini, Wahai Salman, dan bayarlah utamngmu.” Salman<br />
berkata: “Berapa banyak ini dibandingkan dengan jumlah hutangku?” Nabi <br />
bersabda: “Ambillah! Sesungguhnya Allah  akan mencukupkan sejumlah<br />
hutanmgu.”17 Saya mengambilnya dan menimbang sebagiannya dan ia seberat<br />
40 ukyah. Salman memberikan emas itu kepada tuannya. Dia telah memenuhi<br />
perjanjian dan dia dibebaskan.<br />
Sejak saat itu, Salman menjadi sahabat dekat Nabi .<br />
Salah seorang sahabat Nabi  bernama Abu Hurairah meriwayatkan: “Kami<br />
sedang duduk bersama Rasulullah  ketika Surat Al-Jumu’ah diturunkan. Beliau<br />
membacanya:<br />
“dan (juga) kepada kaum yang lain dari mereka yang belum berhubungan<br />
dengan mereka.” (QS Al-Jumu’ah [62] : 3)<br />
17 Sebuah mukjizat dari Allah (yang dimaksud adalah bahwa dengan jumlah yang terlihat tidak menckupi<br />
tersebut, Allah lah yang telah mencukupkannya untuk pembayaran hutang Salman kepada majikannya -pent.)<br />
Seseorang diantara mereka berkata, ‘Ya Rasulullah! Siapakah yang orang<br />
disebutkan dan belum bergabung dengan kita?’ Tetapi Rasulullah  tidak<br />
menjawabnya sampai dia bertanya tiga kali. Salamn al-Farisi berada diantara<br />
kami. Rasulullah  meletakkan tangannya pada Salman dan kemudian berkata,<br />
‘Demi yang jiwaku berada di tangan-Nya, meskipun jika iman dekat Ats-<br />
Tsurayya, laki-laki dari mereka (yakni Salman) tentu akan mendapatkannya.”<br />
(Sunan at-Tirmdizi).<br />
Tetapi Mereka Akan Datang!<br />
Banyak orang di dunia ini seperti Salman, mencari kebenaran mengenai Satusatunya<br />
Tuhan yang haq. Kisah Salman ini serupa dengan kisah orang-orang di<br />
zaman kita. Mereka mencari sebagian orang, mengambil dari satu gereja ke<br />
gereja yang lain, dari gereja kepada Budha atau pada sikap pasif, dari Yahudi<br />
kepada ‘Netralitas’, dari agama kepada meditasi kepada penyiksaan mental.<br />
Saya telah bertemu dan mendengar mengenai sebagian orang yang berpindah<br />
dari satu ide kepada ide lainnya, tetapi terlalu takut bahkan untuk mengetahui<br />
sesuatu tentang Islam! Namun demikian, ketika mereka bertemu orang-orang<br />
Muslim, mereka membuka pikirannya. Kisah Salman merupakan sebuah<br />
pencarian yang panjang. Anda dapat mencari kebenaran lebih singkat dengan<br />
cara mengambil manfaat dari kisah Salman ini.<br />
Referensi:<br />
1) Qisaat Islam Salman oleh Husain Al-Uwaisyah.<br />
2) Tabel pada halaman 12 diambil dari buku, Muhammad in the Bible setelah<br />
mengoreksi perkara mengenai kematian Yesus (Isa ). Yang benar adalah Isa<br />
tidak mati. Allah menyelamatkannya dari penyaliban dan dia dinaikkan ke<br />
surga. Kematiannya akan terjadi sebelum Hari Kiamat setelah beliau kembali<br />
ke bumi. Ketika berada di bumi, Yesus (Isa ) akan memerintah dengan<br />
kitabullah, Al-Qur’an dan dengan ajaran Nabi Muhammad, shallallahu alaihis<br />
salam.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/chanifanch.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/chanifanch.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/chanifanch.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/chanifanch.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/chanifanch.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/chanifanch.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/chanifanch.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/chanifanch.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/chanifanch.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/chanifanch.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/chanifanch.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/chanifanch.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/chanifanch.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/chanifanch.wordpress.com/111/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chanifanch.wordpress.com&amp;blog=11316221&amp;post=111&amp;subd=chanifanch&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://chanifanch.wordpress.com/2010/04/18/perjalanan-mencari-kebenaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5c6905a7499a842318c35e0fd0b16f1c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">chanifanch</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apakah Allah Menulis, Berpuasa, Bersalah, Tidur ?</title>
		<link>http://chanifanch.wordpress.com/2010/04/14/apakah-allah-menulis-berpuasa-bersalah-tidur/</link>
		<comments>http://chanifanch.wordpress.com/2010/04/14/apakah-allah-menulis-berpuasa-bersalah-tidur/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Apr 2010 04:04:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chanifanch</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://chanifanch.wordpress.com/?p=109</guid>
		<description><![CDATA[// // Apakah Allah Menulis, Berpuasa, Bersalah, Tidur ? 0 comments Posted by anurjamansyah at Sunday, August 24, 2008 يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَأٍفَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا َلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ Artinya : Wahai orang-orang beriman, jika seorang fasiq (tidak jujur) datang kepadamu dengan membawa berita, periksalah itu dengan teliti, agar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chanifanch.wordpress.com&amp;blog=11316221&amp;post=109&amp;subd=chanifanch&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><ins><ins></ins></ins> <a title="Edit" href="http://www.blogger.com/rearrange?blogID=5203052078253774196&amp;widgetType=HTML&amp;widgetId=HTML1&amp;action=editWidget" target="configHTML1"> <img src="http://img1.blogblog.com/img/icon18_wrench_allbkg.png" alt="" width="18" height="18" /> </a></p>
<div id="HTML2">
<div>//<br />
// <ins><ins></ins></ins></div>
<p><a title="Edit" href="http://www.blogger.com/rearrange?blogID=5203052078253774196&amp;widgetType=HTML&amp;widgetId=HTML2&amp;action=editWidget" target="configHTML2"> <img src="http://img1.blogblog.com/img/icon18_wrench_allbkg.png" alt="" width="18" height="18" /> </a></div>
<p><!-- google_ad_section_start --></p>
<div><a name="6046817123025272442"></a></p>
<h3><a href="http://abdulrozzaq.blogspot.com/2008/08/apakah-allah-menulis-berpuasa-bersalah.html">Apakah Allah Menulis, Berpuasa, Bersalah, Tidur ?</a></h3>
<p> <a href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5203052078253774196&amp;postID=6046817123025272442&amp;isPopup=true"> 0 comments</a> Posted by anurjamansyah at <a title="permanent link" href="http://abdulrozzaq.blogspot.com/2008/08/apakah-allah-menulis-berpuasa-bersalah.html">Sunday, August 24, 2008</a> </div>
<p>يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَأٍفَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا َلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ<br />
Artinya : Wahai orang-orang beriman, jika seorang fasiq (tidak jujur) datang kepadamu dengan membawa berita, periksalah itu dengan teliti, agar kamu tidak membencanai suatu kaum tanpa dimengerti, lalu kamu menjadi orang yang menyesal atas apa yang kamu lakukan (Al-Hujurat, 49:6)<br />
Assalamu’alaikum Wr. Wb.<br />
Berita mengenai tadzkirah begitu sangat gencar, namun sebagian besar merupakan fitnah, bahkan ada Selebaran anti Ahmadiyah muncul di wilayah Bantul (harjo, 7 juni 2008 hal.13) selebaran itu tidak dicantumkan siapa yang menyebarkan. apakah saudara-saudara semuanya sudah melakukan cek dan ricek terhadap ahmadiyah itu sendiri?apakah sudah meneliti berita tersebut?jangan-jangan suatu saat nanti kita akan menyesal sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an :</p>
<p>يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَأٍفَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا َلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ<br />
Artinya : Wahai orang-orang beriman, jika seorang fasiq (tidak jujur) datang kepadamu dengan membawa berita, periksalah itu dengan teliti, agar kamu tidak membencanai suatu kaum tanpa dimengerti, lalu kamu menjadi orang yang menyesal atas apa yang kamu lakukan (Al-Hujurat, 49:6)</p>
<p>Kemudian mengenai selebaran tersebut, sayapun telah menerimanya,kebetulan hari itu dalam acara dialog Jemaat Ahmadiyah dengan para Guru Agama DI Jogjakarta, 15 mei 2008 Di Taman Pustaka Arif Rahman Hakim Jogyakarta, kemudian akhir-akhir ini Selebaran Anti Ahmadiyah yang beredar kembali di daerah bantul. Rasanya masyarakt perlu mengetahui penjelasan Ahmadiyah mengenai selebaran tersebut supaya tidak terjadi kesalahpahaman dan tuduhan-tuduhan palsu.</p>
<p>penjelasannya sebagai berikut,<br />
Mengenai Kitab Suci Al-Qur’anul Karim, Hadrat Mirza Ghulam Ahmad menulis,”Keselamatan dan kebahagiaan abadi manusia karena bertemu dengan Tuhan-nya dan hal ini tidak akan mungkin dicapai tanpa mengikuti Kitab Suci Al-qur’an.”(Rukhani Khazain vol 10 hlm 442);”Apa yang termaktub di dalam Al-Qur’an merupakan wahyu utama dan mengatasi serta berada di atas semua wahyu-wahyu lainnya.”(Majmua Isytiharat vol 2 hlm 84); berkenaan dengan kalimah syahadat, beliau menulis, “Inti dari kepercayaan saya adalah Laa Ilaaha Illallahu, Muhammadur Rasulullahu (Tak ada Tuhan selain Allah, Muhammad adalah utusan Allah). Kepercayaan kami yang menjadi pergantungan dalam hidup ini, dan yang padanya kami, dengan rahmat dan karunia Allah, berpegang sampai saat terakhir dari hayat kami di bumi ini ialah : Sayyidina Maulana Muhammad SAW adalah khataman nabiyyin dan khairul mursalin, yang termulia dari antara nabi-nabi. Di tangan beliau hukum syariat telah disempurnakan. Karunia yang sempurna ini pada waktu sekarang adalah satu-satunya penuntun ke jalan yang lurus dan satu-satunya sarana untuk mencapai ‘kesatuan’ dengan Tuhan Yang Mahakuasa.” (Izalah Auham, 1891:137). Keyakinan tentang hal ini juga terdapat dalam Malfuzhat (jilid I, hal 342), Taqrir Wajibul I’lan (1891), Kisti Nuh (1902, hal 15), Al Wasiyat (JAI, 2006, hal 24).<br />
Sesudah Nabi Muhammad SAW, tidak boleh lagi mengenakan istilah nabi kepada seseorang kecuali bila ia lebih dahulu menjadi seorang ummati dan pengikut dari Nabi Muhammad SAW.”(Tajalliyati Illahiyah, 1906, hal. 9).”Semua pintu kenabian telah tertutup kecuali pintu penyerahan seluruhnya kepada Nabi Muhammad SAW dan pintu fana seluruhnya ke dalam beliau.”(Ek Ghalti ka Izalah 1901, hal 3)</p>
<p>1. APAKAH ALLAH MENULIS SEPERTI MANUSIA ?</p>
<p>KASYFI SURKHI KE CHINTHE<br />
Artinya: Kasyaf percikan tinta merah</p>
<p>Penjelasannya sebagai berikut, melihat Tuhan dalam bentuk manusia di waktu mimpi adalah jaiz. yang Mulia Nabi besar Muhammad, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:</p>
<p>رَأَيْتُ رَبِّي فِى صُورةِ شَابٍ أَمْرَ دَقِطَةٍ لَهُ وَفْرَةٌ مِنْ شَعْرٍ وَفِى رِجْلَيْهِ نَعْلاَنِ مِنْ ذَهَبٍ<br />
Artinya: Aku melihat Tuhanku dalam bentuk seorang pemuda di waktu mimpi yang tidak berkumis dan berjenggot, yang memiliki rambut panjang dan lebat dan pada kedua kakinya mengenakan sepasang terompah dari emas (Al-Yawaqit wal-Jawahir, Jilid I, hal. 71, Thabrani wa Maudhu’ati Kabir, hal 46.)<br />
Ini adalah Hadits shahih sebagaimana Mulla Ali Qari Jalilul Qadri rahmatullahi ‘alaihi seorang Ahli Hadits yang telah memperkuat dengan mengutip Hadits Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anh sebagai berikut:<br />
لاَ يُنْكِرُهُ إِلاَّ الْمُعْتَزَلِيُّ<br />
Tidak ada orang yang mengingkarinya kecuali orang Mu’tazilah (Maudhu’at Kabir, hal. 46).</p>
<p>Mulla Ali Qari rahmatullahi ‘alaihi memberikan makna kepada Hadits itu dengan keterangan sebagai berikut:<br />
إِنْ حُمِلَ عَلَى الْمَنَامِ فَلاَ أَشْكَالَ فِى الْمَقَامِ<br />
Artinya: Jika Dia Allah dibawa dalam mimpi, maka tiada bentuk dalam tempat itu (Maudhu’at Kabir, hal. 46).</p>
<p>Hadits ini terdapat dalam sebagian edisi Maudhu’at, sedang rujukannya terlampir pada hal. 39, yakni apabila kejadian ini dilihat dalam mimpi maka kesulitan apa lagi yang dihadapi, sedang permasalahannya sudah jelas.</p>
<p>Orang-orang ghair Ahmadi mengajukan keberatan atas kasyaf percikan tinta merah: “Pabrik mana yang membuat kertas tersebut, di mana tinta dan pena dibuat?”. Coba ceriterakan juga pabrik mana yang membuat sorban dan terbuat dari apa mahkota itu.<br />
Hadhrat Muhyiddin Ibnu Arabi rahmatullah ‘alaihi menulis sebagai berikut:<br />
“Para waliyullah mendapatkan wahyu dengan berbagai macam cara: Ada yang melalui pemikiran, melalui perasaan, melalui hati dan kadang-kadang mendapatkan melalui tulisan. Dengan cara seperti itulah kebanyakan para wali mendapatkan wahyu.<br />
Abu Abdullah Qadhiul-Baan dan Taki Ibnul Mukhallid murid Imam Ahmad rahmatullah ‘alaihi mendapatkan wahyu berupa tulisan dengan bahasa malaikat. Dan ketika ia terbangun dari tidurnya, maka ia mendapatkan tulisan di atas lembaran kertas. Saya sendiri melihat tulisan itu. Ia adalah seorang fakir di Muthaf yang turun kepadanya wahyu dalam corak seperti itu. Di dalamnya tertulis bahwa ia akan diselamatkan dari api Neraka. Ketika orang umum melihatnya, mereka yakin bahwa itu bukan tulisan manusia &#8230; Inilah peristiwa yang terjadi pada seorang wanita fakir dari antara murid-murid saya. Ia melihat dalam mimpi bahwa Allah subhanahu wa ta’ala telah memberi kepadanya selembar kertas, ketika ia bangun tangannya mengepal, tidak ada seorang pun yang dapat membukanya. Saya mendapatkan wahyu, supaya saya berkata kepadanya: Apabila tangan kamu terbuka nanti, maka hendaknya tulisan itu ditelan. Kemudian ia pun sesuai dengan niatnya mendekatkan tangannya ke mulutnya. Setelah itu tiba-tiba tangannya terbuka dan seketika itu juga tulisan itu ditelannya. Orang-orang berkata kepada saya dari mana kamu mengetahui hal itu? Saya menjawab: “Allah subhanahu wa ta’ala telah mengilhamkan kepada saya bahwa seorangpun tidak boleh membaca tulisan”. (Fubtuhat Makkiyah, bab XV, rujukan terjemah Urdu Khususul-Hikam, Tadzkirah Syeikh Akbar Ibnul-Arabi, hal. 22).</p>
<p>Berdasarkan kasysyaf Hadhrat Masih Mauud ‘alaihis salam berikut ini ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian. Oleh karena Allah subhanahu wa ta’ala dengan hikmah-Nya yang khas mencelupkan pena ke dalam tinta secara berlebihan, karena itu Dia percikkan:<br />
Tuhan dapat mengadakan sesuatu yang tidak ada menjadi ada. Aqidah orang Aria adalah salah yang menyatakan bahwa Tuhan tidak dapat mengadakan yang tidak ada menjadi ada. Melainkan Dia dapat membuat sesuatu dari bahan yang telah ada.<br />
Percikan tinta merah adalah sebagai kabar gaib tentang akan kematian Likhram.(Likhram adalah orang yang membenci Mirza Ghulam Ahmad pada saat itu)<br />
Maksud membubuhkan tanda tangannya itu adalah Allah swt menetapkan keputusan kematian Likhram, ternyata demikianlah yang terjadi.</p>
<p>a.Ada tertulis dalam sebuah Hadits yang berbunyi demikian:</p>
<p>خَلَقَ اللهُ ثَلاَثَةَ أَشْيَاءَ بِيَدِهِ خَلَقَ آدَمَ بَيَدِهِ وَكَتَبَ التَّوْرَاةَ بِيَدِهِ وَ غَرَسَ الْفِرْدَوْسَ بِيَدِهِ<br />
Artinya: Allah telah menciptakan tiga perkara dengan Tangan-Nya; Dia telah menciptakan Adam dengan Tangan-Nya; Dia telah menulis Taurat dengan Tangan-Nya dan menciptakan Sorga dengan Tangan-Nya (Firdausul-Akhbar Daelami, hal. 100, Ad-Dailami dari Haris bin Naufal ra dan Kanzul-Ummal, Juz VI/ 15138))</p>
<p>Menurut Hadis tersebut Allah subhanahu wa ta’ala telah menciptakan 3 hal dengan Tangan-Nya sendiri:<br />
Menciptakan Adam dengan Tangan-Nya sendiri.<br />
Menulis Taurat dengan Tangan-Nya sendiri.<br />
Menciptakan Sorga dengan Tangan-Nya sendiri.<br />
Sekarang, bagaimana kalian berkeberatan kepada kasysyaf tentang percikan tinta merah itu? Sedangkan Allah subhanahu wa ta’ala sendiri menulis dengan Tangan-Nya sendiri. Di pabrik mana kertasnya dibuat dan di mana tinta dan penanya dibuat dan lain-lainnya? Atas semua keberatan ini coba bacalah:</p>
<p>كَتَبَ التَّوْرَاةَ بِيَدِهِ<br />
Artinya: Dia telah menulis Taurat dengan Tangan-Nya.<br />
Apa pun jawaban kalian, maka itu pulalah jawaban kami.</p>
<p>2.ALLAH BERPUASA?<br />
أُفْطِرُ وَأَصُومُ<br />
Artinya: Aku berbuka dan berpuasa<br />
Jawaban:<br />
1.Dalam mengomentari hal itu Hadhrat Masih Mauud ‘alaihis salam bersabda: Jelas bahwa Allah subhanahu wa ta’ala bebas dari menjalankan ibadah berbuka dan puasa. Kata-kata ini artinya tidak dapat dinisbahkan kepada-Nya. Oleh karena itu hanya merupakan sebuah kiasan dan maksud yang sebenarnya adalah Aku (Allah) terkadang memperlihatkan kemarahan-Ku dan terkadang Aku memberikan tempo, persis seperti orang yang kadang-kadang makan dan kadang-kadang berpuasa serta menahan dirinya dari makan. Kiasan seperti itu banyak terdapat di dalam kitab-kitab Allah sebagaimana di hari Qiamat Tuhan akan mengatakan bahwa Aku dulu sakit, Aku dulu lapar, Aku dulu telanjang.”. (Hakikatulwahi hal 104).</p>
<p>2.Kemudian Dia bersabda: Aku akan membagi waktu-Ku menjadi beberapa waktu. Bahwa sebagian tahun Aku akan berbuka, yakni Aku akan menghancurkan orang-orang dengan Taun dan untuk beberapa tahun Aku akan berpuasa, yakni akan datang suasana aman dan Taun akan berkurang atau sama sekali tidak akan tersisa lagi. (Daafi&#8217;ul-bala hal 817 lihat Tazkirah hal 395 catatan kaki ( alif ba ).</p>
<p>Hadits yang Hadhrat Masih Mauud ‘alaihis salam berikan refrensinya itu terdapat di dalam Hadis  Muslim yang berbunyi:.</p>
<p>عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ يَقُولُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَا ابْنَ آدَمَ مَرِضْتُ فَلَمْ تَعُدِنِي &#8230; يَا ابْنَ آدَمَ اسْتَطْعَمْتُكَ فَلَمْ تُطْعِمْنِى &#8230; يَا ابْنَ آدَمَ اسْتَسْقَيْتُكَ فَلَمْ تَسْقِنِي<br />
Artinya: Diriwayatkan dari Hadhrat Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu ia berkata: bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: bahwa pada hari kiamat Allah Azza wa Jalla akan berkata; Wahai anak adam, Aku dulu sakit kamu tidak menjenguk-Ku, Wahai anak Adam, Aku dulu minta makanan kepadamu namun kamu tidak memberi makan kepada-Ku. Wahai anak Adam, Aku dulu meminta minum air kepadamu namun kamu tidak memberi aku air&#8221; (Riyadhush-Shaalihin, hal. 205 cetakan Mesir, Muslim dari Abu Hurairah ra dan Kanzul-Ummal, Juz XV/ 43277 )<br />
Dengan demikian, apakah Tuhan dapat sakit, dapat lapar dan dapat haus. Tetapi  Dia subhanahu wa ta’ala tidak dapat  berpuasa?.</p>
<p>3. ALLAH BERSALAH?</p>
<p>أُخْطِئُ  وَأُصِيبُ<br />
Artinya: Aku melakuakn kesalahan dan melakukan kebenaran</p>
<p>Jawaban:<br />
a.Hadhrat Masih Mauud ‘alaihis salam telah memberikan penjelasan seperti di bawah ini:<br />
Aku kadang-kadang melepaskan keinginan-Ku dan kadang-kadang Aku memenuhi keinginan-Ku…. sebagaimana tertera dalam HadiTs bahwa pada saat Aku mencabut nyawa orang yang beriman Aku senantiasa ragu. Padahal Tuhan suci dari sifat ragu-ragu. . Artinya Aku kadang-kadang membatalkan kehendak-Ku. Dan kadang-kadang keinginan itu terpenuhi sebagaimana yang diinginkan. (Haqiqatul- wahyi, hal 103 pada catatan kaki)<br />
Hadits yang diisyarahkan oleh Hadhrat Masih Mauud ‘alaihis salam itu terdapat dalam Shahih Bukhari yang berbunyi:<br />
وَمَا تَرَدَّدْتُ عَنْ شَيئٍ أَنَا فَاعِلَُهُ تَرَدُّدِي عَنْ نَفْسِ الْمُؤْمِنِ<br />
Artinya: Allah subhanahu wa ta’ala berfrirman: Aku tidak pernah sedemikian ragu tentang sesuatu sebagaimana Aku ragu dalam mencabut ruh orang beriman. (Bukhari Kitabur-riqaq babut-tawaadhu&#8217; jilid 4 hal. 80 Cetakan Mesir).</p>
<p>4. ALLAH JAGA DAN TIDUR?<br />
أَسْهَرُ وَأَنَامُ<br />
Artinya: Aku jaga dan Aku tidur<br />
Jawaban:<br />
a.Hadhrat Masih Mauud ‘alaihis salam bersabda berkenaan dengan wahyu ini: Bahwa Allah subhanahu wa ta’ala bebas dari tidur. Maksud wahyu ini adalah bahwa Allah subhanahu wa ta’ala menutupi kelemahan sebahagian orang-orang yang berdosa dan terkadang memberikan hukuman padanya juga.</p>
<p>b.Jadi Jika kata-kata kiasan berkenaan dengan Tuhan, seperti lapar, makan dan minum, dan lain-lain sebagaimana di dalam kutipan Hadits Muslim yang baru kami terangkan dalam jawaban &#8220;Afthiru wa ashuumu&#8221;, maka mengapa kata tidur dan jaga secara qiasan tidak dapat digunakan?</p>
<p>Inilah penjelasan kami, jadi apa yang dituduhkan perlu kiranya diklarifikasikan dahulu terhadap para ahmadi, tidak serta merta terprovokasi oleh pihak-pihak tertentu yang menginginkan umat islam ini saling bermusuhan, semboyan kami “Love For All, Hatred For None artinya Kecintaan untuk siapapun, kebencian tidak untuk siapapun.<br />
&#8212;&#8211;oo0oo&#8212;&#8211;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/chanifanch.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/chanifanch.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/chanifanch.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/chanifanch.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/chanifanch.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/chanifanch.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/chanifanch.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/chanifanch.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/chanifanch.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/chanifanch.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/chanifanch.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/chanifanch.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/chanifanch.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/chanifanch.wordpress.com/109/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chanifanch.wordpress.com&amp;blog=11316221&amp;post=109&amp;subd=chanifanch&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://chanifanch.wordpress.com/2010/04/14/apakah-allah-menulis-berpuasa-bersalah-tidur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5c6905a7499a842318c35e0fd0b16f1c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">chanifanch</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://img1.blogblog.com/img/icon18_wrench_allbkg.png" medium="image" />

		<media:content url="http://img1.blogblog.com/img/icon18_wrench_allbkg.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Mati Syahid dan Pemahaman Imporan</title>
		<link>http://chanifanch.wordpress.com/2010/04/14/tujuh-tanda-besar-akhir-zaman/</link>
		<comments>http://chanifanch.wordpress.com/2010/04/14/tujuh-tanda-besar-akhir-zaman/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Apr 2010 03:01:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chanifanch</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mati Syahid dan Pemahaman Imporan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://chanifanch.wordpress.com/?p=96</guid>
		<description><![CDATA[Mati Syahid dan Pemahaman Imporan Oleh: A. Mustofa Bisri www.Gusmus.net Kesukaan meniru atau ‘mengimpor’ sesuatu dari luar negeri mungkin sudah menjadi bawaan setiap bangsa dari negeri berkembang; bukan khas bangsa kita saja. Pokoknya asal datang dari luar negeri. Seolah-olah semua yang dari luar negeri pasti hebat. Tapi barangkali karena terlalu lama dijajah, bangsa kita rasanya memang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chanifanch.wordpress.com&amp;blog=11316221&amp;post=96&amp;subd=chanifanch&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><a title="Permanent Link to Mati Syahid dan Pemahaman Imporan" rel="bookmark" href="http://naweed07.wordpress.com/2009/11/09/mati-syahid-dan-pemahaman-imporan/">Mati Syahid dan Pemahaman Imporan</a></h2>
<div>
<p>Oleh: A. Mustofa Bisri<br />
www.Gusmus.net</p>
<p>Kesukaan meniru atau ‘mengimpor’ sesuatu dari luar negeri mungkin sudah menjadi bawaan setiap bangsa dari negeri berkembang; bukan khas bangsa kita saja. Pokoknya asal datang dari luar negeri. Seolah-olah semua yang dari luar negeri pasti hebat. Tapi barangkali karena terlalu lama dijajah, bangsa kita rasanya memang keterlaluan bila meniru dari bangsa luar.</p>
<p>Sering hanya asal meniru; taklid buta, tanpa mempertimbangkan lebih jauh, termasuk kepatutannya dengan diri sendiri. Ingat, saat orang kita meniru mode pakaian, misalnya. Tidak peduli tubuh kerempeng atau gendut, pendek atau jangkung; semuanya memakai rok span atau celana cutbrai, meniru bintang atau peragawati luar negeri.</p>
<p>Pada waktu pak Harto dan orde barunya ingin membangun ekonomi, sepertinya juga asal meniru negara maju; tanpa melihat jatidiri bangsa ini sendiri yang pancasilais (Padahal waktu itu ada yang namanya P4). Maka, meski tanpa ‘kapital’, selama lebih 30 tahun negeri kita seperti negeri kapitalis dan akibatnya, bangsa kita pun bahkan sampai sekarang sulit untuk tidak disebut bangsa yang materialistis.</p>
<p>Nah, ketika ada tren baru dari luar negeri yang berkaitan dengan keagamaan pun banyak diantara kita yang taklid buta. Kalau taklid soal mode, madzhabnya Amerika dan Eropa; soal tari dan nyanyi banyak yang berkiblat ke India; maka dalam tren keagamaan ini, agaknya banyak yang bertaklid kepada madzhab Timur Tengah, Iran, atau Afghanistan.</p>
<p>Seperti pentaklidan tren baru dari luar negeri yang selalu dimulai dari kota dan baru kemudian menjalar ke desa-desa, demikian pula tren yang berkaitan dengan keagamaan ini. Seperti takjubnya sementara orang kota terhadap tren mode dari luar negeri –atau takjubnya sementara orang desa terhadap tren mode dari kota– dan langsung mengikutinya, orang-orang Islam kota atau mereka yang punya persinggungan dengan luar negeri, agaknya juga banyak yang demikian. Mereka melihat dan takjub melihat keberagamaan yang dari luar negeri yang sama sekali lain dengan yang selama ini dianut orang-orang tua mereka disini. Maka, seperti halnya orang-orang yang mengikuti mode baru dari luar negeri, mereka ini pun bangga dengan model keberagamaan baru mereka. Termasuk kecenderungan merendahkan orang yang tidak mengikuti ‘tren baru’ mereka itu.</p>
<p>Karena taklid buta, karena asal meniru tanpa mempertimbangkan lebih jauh, sering kali lucu dan sekaligus memprihatinkan. Ambil contoh misalnya soal jihad. Ada beberapa orang yang hanya melihat perjuangan bangsa Palestina dan Afghanistan, misalnya, yang berjihad –seperti kita dulu ketika melawan kolonialis Belanda– dengan segala cara; termasuk mengorbankan nyawa sendiri. Lalu mereka ikutan melawan musuhnya Palestina dan Afghanistan di sini dengan cara yang sama. Mereka lupa bahwa jihad seperti yang dilakukan dan diajarkan Rasulullah SAW ada aturan dan etikanya.</p>
<p>Orang Palestina yang melakukan bom bunuh diri untuk melawan kolonialis Israel, bila terbunuh bisa disebut syahid. Dalam hadis riwayat imam Ahmad dari Sa’ied Ibn Zaid, disebutkan bahwa orang yang terbunuh membela haknya atau keluarganya atau agamanya, adalah syahid. Orang yang mati syahid , seperti disebutkan dalam beberapa hadis, berhak mendapatkan enam anugerah: 1. Diampuni dosanya sejak tetes darahnya yang pertama; 2. Bisa melihat tempatnya di sorga; 3. Dihiasi dengan perhiasan iman; 4. Dikawinkan dengan bidadari; 5. Dijauhkan dari siksa kubur; 6. Dan aman dari kengerian Yaumil Faza’il akbar .</p>
<p>Tapi orang yang melakukan bom bunuh diri di Indonsia yang tidak sedang berperang melawan siapa-siapa dan mayoritas penduduknya beragama Islam, jelas namanya bunuh diri biasa yang dilarang oleh Allah SWT, ditambah tindakan kriminalitas luar biasa: membuat kerusakan. Banyak sekali ayat Al-Quran yang menunjukkan dilarangnya berbuat kerusakan di muka bumi. Dalam perang melawan orang-orang kafir sekali pun, ada batasan-batasannya; misalnya tidak boleh membunuh perempuan dan anak-anak, merusak lingkungan, dsb.</p>
<p>Allah berfirman: “Walaa taqtuluu anfusakum..” (Q. 4. An-Nisaa: 29). “Dan janganlah kamu membunuh dirimu..” Menurut para mufassir, larangan membunuh diri ini termasuk juga membunuh orang lain; karena membunuh orang lain termasuk membunuh diri sendiri, sebab umat merupakan satu kesatuan. Larangan ini sangat jelas sekali. Orang yang membunuh dirinya sendiri dan sekaligus orang-orang lain yang tidak berdosa, jelas sangat jauh untuk dapat disebut syahid? Sungguh keterlaluan mereka yang mencekokkan doktrin yang jelas-jelas bertentangan dengan ajaran Al-Quran dan sunnah Rasulullah SAW. Apalagi hanya karena taklid buta terhadap tren dari luar negeri . Dan sungguh naïf mereka yang –mengaku umat Muhammad– dengan mudah terpikat hanya oleh iming-iming bidadari, hingga mengabaikan akal sehat dan tega menghancurkan nilai agung kemanusiaan yang ditegakkan Rasulullah SAW.<br />
Wallahu a’lam.</p>
<p>Original page: <a href="http://www.gusmus.net/page.php?mod=dinamis&amp;sub=2&amp;id=1062">http://www.gusmus.net</a></p>
</div>
<table>
<tbody>
<tr>
<td valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/chanifanch.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/chanifanch.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/chanifanch.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/chanifanch.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/chanifanch.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/chanifanch.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/chanifanch.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/chanifanch.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/chanifanch.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/chanifanch.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/chanifanch.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/chanifanch.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/chanifanch.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/chanifanch.wordpress.com/96/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chanifanch.wordpress.com&amp;blog=11316221&amp;post=96&amp;subd=chanifanch&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://chanifanch.wordpress.com/2010/04/14/tujuh-tanda-besar-akhir-zaman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5c6905a7499a842318c35e0fd0b16f1c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">chanifanch</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
