Kemungkaran-Kemungkaran Di Hari Raya

Kemungkaran-Kemungkaran Di Hari Raya

Syaikh Ali bin Hasan Al-Atsari

Ketahuilah wahai saudaraku muslim -semoga Allah memberikan pemahaman agama kepada kita bahwa kegembiraan pada hari raya ‘Ied telah menjadikan kebanyakan orang lupa atau sengaja melupakan syari’at-syari’at agama, dan hukum-hukum Islam. Sehingga engkau melihat mereka melakukan kemaksiatan- kemaksiatan dan kemungkaran-kemungkaran, dengan sangkaan bahwa mereka telah berbuat sebaik-baiknya!

Ini semua membawaku untuk menambahkan pada risalah ini pembahasan yang

bermanfaat. Karena akan menjadikan peringatan bagi kaum muslimin terhadap

hal-hal yang telah mereka lupakan, dan membangunkan mereka dari kelalaian.

(Kemungkaran-kemungkaran ini terjadi pada umumnya pada saat ‘Ied dan

yang lainnya, tetapi bertambah banyak pada saat hari raya ‘Ied).

Di antara kemungkaran-kemungkaran ini adalah sebagai berikut:

1. Berhias Diri Dengan Mencukur Jenggot

Ini adalah hal yang banyak dilakukan oleh kebanyakan kaum muslimin. Padahal mencukur jenggot adalah hal yang diharamkan dalam agama Allah, sebagaimana ditunjukkan oleh hadits-hadits yang shohih yang di dalamnya terdapat perintah untuk memelihara jenggot.

Karangan ini adakalanya digabung dengan ‘illah (faktor penyebab dilarangnya

perbuatan itu) menyerupai orang-orang musyrik. Dari sinilah diperintahkan

untuk menyelisihi mereka (dengan tidak mencukur jenggot sebagaimana orang orang musyrik), atau kadang-kadang tidak digabungkan dengan ‘illah (penyebab)

tersebut.

Memelihara jenggot juga merupakan fitroh yang kita tidak boleh mengubahnya.

Nash-nash (dalil-dalil) tentang diharamkannya memotong jenggot terdapat

dalam kitab-kitab fiqh dari empat madzhab, sehingga ini perlu diketahui.

2. Berjabat Tangan Dengan Wanita Yang Bukan Mahram

Ini merupakan musibah yang banyak menimpa kaum muslimin. Tidak ada yang selamat darinya kecuali orang yang dirahmati Allah, padahal hal ini diharomkan dalam agama, berdasarkan sabda Rasulullah,

Sungguh jika kepala seseorang ditusuk dengan jarum dari besi, lebih

baik daripada dia menyentuh wanita yang tidak halal baginya (yaitu

yang bukan mahromnya).

Dan pengharoman ini terdapat dalam kitab-kitab madzhab yang empat (Maliki,

Hanafi, Syafi’i dan Hambali -red. vbaitullah), maka perhatikanlah!

3. Menyerupai Orang-Orang Ka_r dan Orang-Orang Barat

Menyerupai dalam hal ini baik dalam hal pakaian, mendengarkan musik ataupun kemungkaran-kemungkaran lainnya, karena sesungguhnya Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk

Mereka”. Dan berdasarkan sabda Rasulullah, “Akan darang dari umatku kaum-kaum yang menghalalkan zina, sutera, khomr, dan alat-alat musik, dan sungguh akan ada kaum-kaum yang ke sisi puncak gunung dengan binatang-binatang

gembalaan mereka, kemudian datang kepada mereka seorang yang

faqiir untuk suatu keperluan, tetapi mereka mengatakan,’Datanglah

kepada kami besok’.”

Maka Allah kemudian membinasakan mereka dan menghancurkan

puncak gunung tersebut sehingga menimpa mereka, dan Allah mengubah yang lainnya menjadi kera-kera dan babi-babi sampai hari kiamat.

4. Masuk Kepada Para Wanita

Berdasarkan sabda Rasulullah, “Awaslah kalian dari masuk kepada para wanita. Berkatalah seseorang dari Anshor, Wahai Rasulullah, bagaimana menurut pendapatmu kalau dia adalah Al-Hawmu (karabat dekat suami)? Rasulullah bersabda, Al-Hawmu adalah kematian.

Al-‘Allamah Az-Zamakhsyari berkata menjelaskan kalimat Al-Hawmu,

Al-Hawmu jama’nya ihmaa’ adalah kerabat suami seperti bapaknya,

saudaranya, pamannya dan lain-lainnya. …

Dan sabda Rasulullah, “Al-Hawmu adalah kematian maknanya

adalah, bahwa kerabat laki-laki suami adalah puncak kejelekan dan

kerusakan, sehingga Rasulullah menyerupakannya dengan kematian.

Karena kematian akibat terjauh dari segala bala’ dan bencana.

Karena dia (kerabat laki-laki suami) lebih jelek dibandingkan orang

yang asing dari segi bahwa kerabat laki-laki suami merasa aman

(dari tuduhan orang) dan leluasa, sedangkan orang luar ditakuti dan

diawasi.

Dan mungkin maknanya merupakan do’a kejelekan pada istri, yaitu

seakan-akan kematian darinya sederajat dengan kerabat laki-laki

suami yang masuk kepadanya jika wanita ridho dengan hal itu. 9

5. Para Wanita Bertabarruj Dan Keluar Rumah

Diharamkan bagi para wanita bertabarruj dan pergi ke pasar atau ke tempat

lainnya. Hal ini berdasarkan syari’at Allah. Allah ber_rman,

Dan hendaknya kalian tetap di rumah-rumah kalian dan janganlah

kalian berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah

yang dahulu. Dan dirikanlah shalat, dan tunaikan zakat (QS.

Al-Ahzab: 33)

7Diriwayatkan oleh Bukhari: 5232 dan Muslim: 2172 dari Uqbah bin ‘Amir.

8dia dikecualikan dari larangan ini berdasarkan nash Al-Qur’an, lihat Al-Mughni 6/570.

9Al-Faaiq _ Ghariibil Hadits 1/318 dan lihat An-Nihayah 1/448, Ghoriibul Hadits

3/351, dan Syarhus Sunnah 9/26-27.

4

Dan berdasarkan sabda Rasulullah,

Dua kelompok dari ahli Neraka yang belum aku lihat, … dan wanita-

wanita yang berpakaian tapi mereka telanjang, (mereka) berjalan

berlenggak lenggok dan condong, 10 kepala-kepala mereka seperti

punuk-punuk onta bukht 11 yang condong. Wanita-wanita ini tidak

akan masuk Surga, dan tidak akan mendapatkan baunya. Padahal

bau Surga sungguh tercium dari perjalanan sejauh ini dan itu. 12

6. Mengkhususkan Ziarah Kubur Pada Hari ‘Ied

Membagi-bagikan gula-gula dan makanan-makanan di sekelilingnya, duduk-

duduk di atas kuburan, ikhtilaath, 13 buka-bukaan yang keterlaluan, niyaahah 14

atas mayit, dan lain-lainnya dan dari kemungkaran-kemungkaran yang nampak

jelas. 15

7. Berlebih-lebihan Dan Berbuat Keborosan

(Berlebih-lebihan dan berbuat keborosan -red. vbaitullah) Pada hal-hal yang

tidak berguna, tidak ada mashlahatnya, dan tidak ada faidahnya sama sekali.

Allah ber_rman,

10melenceng dari ketaatan kepada Allah dan apa yang mengharuskan mereka dari menjaga

kemaluan. (An-Nihayah 4/382).

11Al-Qadhi ‘Iyadh berkata dalam Masyariqul Anwar 1/79,

Yaitu Onta yang sangat besar punya dua punuk. Dan maknanya -wallahu

a’lam- bahwasanya wanita-wanita itu memperbesar kepala-kepala mereka dengan

kerudung-kerudung, menggulung rambut-rambut mereka, dan tidak menundukkan

pandangan-pandangan mereka.

12Dikeluarkan oleh Muslim dalam Shohihnya, 2128, 2856, dan Ahmad 2/223, 356 dari Abu

Hurairah.

13

ikhtilaath bercampur-baurnya laki-laki dan wanita.

14

Niyaahah meraung (meratapi -red. vbaitullah).

15Lihat perincian-perincian lain dari bid’ah-bid’ah kubur dalam kitab “Ahkamul Janaaiz”:

258 – 267 oleh Syaikh Al-Albani.

5

Dan janganlah kalian berbuat berlebih-lebihan, sesungguhnya Allah

tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. (QS. Al-

An’am: 141).

Dan Allah ber_rman,

Dan janganlah kalian menghambur-hamburkan (harta kalian) secara

boros, sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-

saudara syaithan. (QS. Al-Isra’: 26 – 27).

Rasulullah bersabda,

Tidak akan bergeser kedua telapak kaki seorang hamba pada hari

kiamat sampai ditanya tentang … dan tentang hartanya, dari mana

dia dapatkan dan kemana dia infaqkan. 16

8. Meninggalkan Sholat (Jama’ah) di Masjid

Kebanyakan orang-orang meninggalkan sholat (jama’ah) di masjid tanpa ada

udzur syar’i, bahkan sebagian diantara mereka ada yang tidak sholat melainkan

sholat ‘Ied saja! Demi Allah sungguh hal ini merupakan perkara yang besar.

9. Mengkhususkan Ziarah Kubur Pada Hari ‘Ied

17 Banyak orang-orang awam dengan berbondong-bondongnya menuju ke

kuburan-kuburan sesudah fajar hari ‘Ied, berkubang dalam bid’ah pengkhususan

ziarah kubur pada hari ‘Ied. 18

16Diriwayatkan oleh Tirmidzi: 2416 dan Al-Khotib dalam Tarikh-nya 12/440 dari Ibnu

Mas’ud. Pada periwayatan ini ada kelemahan, tetapi dia punya syawahid dari Abu Barzah

pada Ad-Daarimi 1/131, Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah 10/232 dan Ibnu Dabiitsi dalam

“Dzaiil Tarikh Baghdaad” 2/163, dan dari Mu’adz pada riwayat Al-Khotib 11/441, maka

hadits ini derajatnya hasan.

17Memang terdapat pengulangan pada no. 6, namun demikianlah yang terdapat pada

sumbernya (majalah Al-Furqon). -red. vbaitullah.

18Al-Madkhal 1/286 oleh Ibnu Haajjm, Al-Ibda hal. 135 oleh ‘Ali Mahfuudz, dan Sunanul

‘Iedain hal. 39 oleh Asy-Syuqairi.

6

Dan sebagian dari mereka menambah bid’ah ini dengan meletakkan pelepah-

pelepah korma dan dahan-dahan pohon (di atas kuburan)!! 19 Semua hal ini

tidak ada asalnya sama sekali dalam sunnah.

10. Tidak Kasihan Kepada Fakir Miskin

Anak-anak orang-orang kaya menampakkan perasaan senang dan bahagia,

memakan makanan-makanan lezat dihadapan orang-orang faqir dan anak-anak

mereka, tanpa ada perasaan belas kasihan, perasaan saling membantu atau

merasa bertanggungjawab. Padahal Rasulullah bersabda,

Tidak beriman salah seorang di antara kalian sampai dia mencintai

bagi saudaranya apa yang dia cintai bagi dirinya. 20

11. Banyak Melakukan Bid’ah

Bid’ah-bid’ah yang banyak dilakukan oleh orang-orang yang menganggap

diri mereka ulama dengan alasan mendekatkan diri kepada Allah, padahal

kenyataannya tidak ada asalnya sama sekali dalam agama Allah.

Bid’ah-bid’ah ini banyak sekali, 21 tidak akan aku sebutkan melainkan satu saja

-agar risalah ini tidak keluar dari maksudnya- 22 karena hal ini banyak digembor-

gemborkan oleh para khotib dan penceramah, yaitu bertaqorrub kepada Allah

dengan menghidupkan amalan ‘Ied.

Tidak berhenti di situ saja, bahkan mereka menyandarkan hal itu kepada

Rasulullah (bahwasanya beliau bersabda),

Barangsiapa yang menghidupkan malam ‘Iedul Fitri dan ‘Iedul Adha,

maka hatinya tidak akan mati di saat hati-hati yang lain mati.

Ini adalah hadits yang palsu, dibicarakan secara panjang lebaar oleh guru kami

syaikh Al-Albani dalam Silsilah Al-Ahaadits Ash-Shohiihah: 520 dan 521, maka

hendaknya dilihat.

19Adapun hal-hal yang disangka menyelisihi pembid’ahan hal ini maka tertolak; Lihat

Ahkaamul Janaaiz hal 254, Ma’aalimus Sunan 1/27 dan ta’liq Syaikh Ahmad Syakir

ataas Sunan Tirmidzi 1/103.

20Diriwayatkan oleh Bukhari: 13 dan Muslim: 45. Dan diriwayatkan juga oleh Nasa’i 8/115

dan Baghowi: 3474 dan menambah kalimat “dari kebaikan” dan sanadnya shohih.

21Lihat perinciannya dalam kitab A’yaadul Islaam: 58, pasal Bid’ah-bid’ah ‘Iedain.

22di dalam muqoddimah penulis menghendaki risalah ini merupakan risalah yang ringkas -pent.

7

Bid’ah ini tidak boleh disandarkan kepada Rasulullah, dan sebaik-baikpetunjuk adalah petunjuk Muhammad.

~ by Chanifanch on April 13, 2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: